Selamat kepada orang-orang yang kemarin menyebarkan foto hoaks tentang "penyakit yang disebabkan LGBT" dan ikut-ikutan mengamplifikasi berita-berita yang bernada kebencian terhadap kaum marjinal.
Selamat, kalian sudah berhasil melanggengkan kekerasan terhadap sesama manusia.
Sejak kembali ramai diberitakan beberapa minggu terakhir, Perpres No. 111/2025 menuai kritik dari berbagai pihak.
Sejumlah akademisi dan organisasi masyarakat sipil menilai pencantuman LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia, berpotensi melegitimasi kebijakan diskriminatif, hingga membuka ruang kriminalisasi.
Apa saja yang menjadi tuntutan koalisi masyarakat sipil?
Baca rangkuman penjelasan kami.
masih ini jawaban terbaik. laki2 bisa gampangnya celoteh istilah mesum kayak tobrut, coli, dll. tp giliran istilah 'berat' langsung ribut ngerasa lebay.
misoginis dianggap meaningless.... well men ☕
@tanyarlfes Manusia gagal itu yang merugikan manusia lain dan lingkungan sekitarnya. Gacor banget emang pengalihan isunya, si pemerintah pemerintah ini.
@justikaru_ Ke binatang aja, aku gak pernah kepikiran untuk nyiram air atau mukul. Ini mereka nyiram urine ke orang lain, manusia, terus dipukuli. Kek gak pernah diajarin rasa kasih.
MANANYA YANG GAK MAIN KEKERASAN ANJING??
who in their right mind thinks beating someone is okay????
sumpah, itu dia dipukulin dan ditendang rame-rame, yang bencong siapa sih bangsatt, begitu standar laki lu?? ngeroyok orang?
kalo menurut lu mukulin orang itu sifat "laki-laki" potong aja kontol kalian ajg
“You know what, actually I have another dream”
“What is it?”
“I'm not telling. When it comes true I'll tell you”
And now I will never know New's dream that she wanted to tell Clara, because her dream will never come true.