ini datanya, Pak. Dan ini nyata.
Riset global (Darcy Lockman, "All the Rage"):
Di keluarga dual-income, dua-duanya kerja, istri masih menanggung 65-70% urusan domestik dan anak.
Indonesia bahkan lebih berat karena ekspektasi budaya.
Ibu menanggung: fisik + logistik + emosional.
Bapak menanggung: finansial + "bantu kalau diminta."
jujur aja girls
sebenernya kalian itu cuman butuh lelaki pintar yg lebih dominan kan??
lelaki yg bisa ngasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, sabar, ga insecurean, ga banyak kode tapi action, ga banyak janji tapi bukti, dan yg bikin kamu nurut tanpa ngatur-ngatur
lu pada pernah gasih nangis pas lagi capek dan stress bgt, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe mikir “ini gua disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr”.
@marrmuudd Masalah utamanya bukan jualannya, tapi pembagian peran di rumah. Kalau istri ikut bekerja mencari penghasilan, beban rumah tangga juga perlu dibagi. Pernikahan bukan soal siapa yang paling capek, tapi bagaimana saling meringankan, bukan saling mengabaikan.
“Istri itu beban hidup kalau gk kerja, soalnya gk berpenghasilan”
Kurang lebih inilah hitungan, kalau istri bukan IRT dan semua tugasnya dilakukan orang lain :
• ART : 2 - 4 jt
• Babysitter / daycare : 3 - 5 jt
• Chef / gofood : 2 - 4 jt
• Laundry & setrika : 1 - 2jt
• Driver ( sekolah, les & kegiatan lain ) : 3 - 4jt
• Guru private : 500-1jt / subject • Personal assistant : 3-4jt
• Pendamping emosional anak : ♾️
• Pelayanan s*x : 1jt - ♾️
• Hamil, melahirkan, menyusui
Total income perbulan IRT : 0 Based on occupations : 25juta +++
Kalau dikasih fakta gini, IRT dianggap perhitungan. Tapi ironisnya, masih banyak yg bilang IRT itu pengangguran atau si “cuma bisa ngabisin uang”. Pada dasarnya pernikahan itu tidak bersifat transactional. Padahal pengorbanan itu bukan hanya soal "how much money you can bring to the table" Dalam pernikahan kedua pihak harus rela berkorban, bukan merasa jadi yg paling korban
Bahkan pekerjaan IRT yang tertulis di KK dan KTP itu di akui oleh negara pada Pasal 31 ayat (3) UU Perkawinan.
Jadi IRT itu pekerjaan yang mulia ya, bukan pengangguran. Apalagi beban suami.
“A husband can buy a house but it takes a wife to make it home” 🩷
cc : devividyapith