A THREAD
Keluar zona nyaman dengan pindah profesi di umur 30-an itu lumayan struggle rupanya.
Gue udah lama kerja di bidang komunikasi, terus dua tahun ini lagi belajar skill di dapur pastry biar bisa pindah profesi.
Beberapa tantangannya :
Uno de los mayores aciertos de Game of Thrones respecto a los libros fue mejorar una de sus tramas secundarias, creando ya de paso, una de las mejores dinámicas de toda la serie.
En los libros, cuando Arya Stark se encuentra en Harrenhal, termina sirviendo como copera de Roose Bolton. Si bien esa relación es tensa y refleja la crueldad fría de su captor, carece del magnetismo que la serie logró al cambiar a Roose Bolton por Tywin Lannister, elevando así el nivel narrativo de forma espectacular.
La decisión de emparejar a Maisie Williams y Charles Dance funcionó como un tablero de ajedrez psicológico. Teníamos a la heredera oculta de la Casa Stark sirviendo directamente al patriarca de los Lannister, el hombre responsable de la caída de su familia. Cada conversación entre ellos era un campo de minas donde un solo desliz de Arya significaba su fin.
Lo fascinante de esta escena original es que humanizó a Tywin sin quitarle su lado más oscuro. Él veía en esta niña plebeya una inteligencia y una chispa que lamentaba no encontrar en sus propios hijos. Por su parte, Arya aprendía de primera mano cómo pensaba el enemigo más implacable de su padre, mientras que sus diálogos nos regalaron un poco de lore sobre Aegon el Conquistador y los dragones.
Fue un duelo actoral absoluto, lleno de subtexto, miradas tensas y un respeto mutuo tan inesperado como peligroso. Esto demuestra que no solo el libro puede hacer grande a la serie, sino que, cuando los guionistas se toman su trabajo en serio, una adaptación es capaz de superar en algunos aspectos a la obra base expandiendo el verdadero potencial de sus personajes.
De hecho, este cambio generó un debate que sigue vivo años después sobre si Tywin realmente descubrió la verdadera identidad de Arya y prefirió callarse por algún motivo. ¿Vosotros qué creéis?
@gmail Conoce el paso a paso para configurarlo desde aquí:
https://t.co/w1G6rkuelK
📍 La función se está habilitando de forma gradual para todos los usuarios.
BUKAN, bukan Sheva atau Kaka, bukan juga paketan Ibra dan Thiago Silva, apalagi Donnarumma. buat aku pribadi kepergian paling menyakitkan adalah transfer Sandro Tonali. bukan diukur dari kehebatan dan jasa mereka bagi Milan melainkan konteks kondisi Milan saat Sandrino pergi yang membuat dampaknya lebih menghancurkan.
Shevchenko pergi karena permintaan istri dan undangan kawan dekatnya Abramovich. Kaka pindah ke klub idamannya Real Madrid setelah sebelumnya menolak Manchester City. keduanya pergi setelah berkontribusi besar ke Milan dan saat itu, melihat kondisi Milan, ada keyakinan bahwa setelah kepergian mereka Milan masih akan baik-baik saja. sementara itu Zlatan dan Thiago Silva terpaksa dijual karena Milan terlilit krisis keuangan. sehingga masih lebih mudah merelakan kepergian mereka.
Sandro Tonali berbeda. ia datang tepat setelah Milan mulai lepas dari kegelapan banter era dan perlahan bangkit kembali menuju kemapanan. seorang anak muda yang gak pernah segan menunjukkan kecintaannya pada Milan sejak ia kecil - ia adalah bagian dari kita fans fanatik Milan. kedatangannya ke Milan diberitakan bagai sebuah dongeng, mimpi masa kecil yang jadi kenyataan.
bukan cuma bermodal cinta, Tonali juga datang dengan potensi dan kemampuan bermain yang dapat diandalkan. dan jika bicara soal 'grinta', Sandrino dengan fasih meniru kegarangan sang idola Gennaro Gattuso. dan tak kalah pentingnya, ia datang dibawa oleh Paolo Maldini, simbol dan legenda terbesar Milan.
tahun pertama Sandrino gak berjalan mulus - inkonsistensi, kecerobohan, dan masih banyak pelajaran dan penyesuaian yang perlu ia jalani. tahun berikutnya, dongeng dan mimpi itu menjadi sempurna - Milan meraih Scudetto dan Tonali menjadi berperan besar di dalamnya, termasuk gol penting ke gawang Lazio. semua milanisti bersuka cita, ekspektasi masa depan membumbung tinggi dan harapan terbang ke awang-awang. hari itu, 22 Mei 2022, pikiran semua milanisti saling terkait dalam satu kalimat, lantang dan yakin "WE ARE FINALLY BACK!!"
hari-hari berikutnya kita telah membayangkan dengan hati gegap gempita: bersama beberapa pemain andalan lainnya, Tonali dan Paolo Maldini akan stay di Milan selama mungkin, Tonali akan menjadi kapten Milan, menjadi bandiera baru Milan, di bawah asuhan sang kapten abadi, dan mereka akan membawa Milan kembali ke puncak kejayaan. menegaskan kembali identitas Milan ke hadapan dunia - Milanismo.
namun kemudian, nasib buruk tak mampu dihalau, dengan tangan cepat Magic Mike sekalipun - Redbird dan Cardinale terjadi. belum genap setahun kehadirannya, orang USA ini, atas pengaruh Furlani, memecat Maldini dengan cara yang sangat kurang ajar. belum cukup, dua bulan kemudian mereka juga menjual Tonali ke Newcastle United. Tuhan, dongeng indah itu ternyata punya plot twist super mengejutkan. tak pernah sepahit ini aku menerima penjualan pemain Milan. patah hati itu nyata.
saat itu aku pribadi berusaha menanggapi langkah absurd itu dengan khusnuzon seperti layaknya fan yang baik dan setia. kalau sebelumnya aku bisa ber-positive thinking terhadap Yonghong Li, kenapa gak bisa bereaksi sama terhadap Cardinale pikirku. namun, tiga tahun berlalu semenjak musim panas 2023 yang gila itu petunjuk semakin terang bahwa mimpi dan harapan itu sepertinya benar-benar pudar, dongeng indah itu berubah menjadi cerita horror. sementara di sini, di sudut kamar, di depan laptop ini, aku dengan sisa-sisa cinta dan gairah ini masih menantikan mereka kembali - Sandrino dan Paolo kami.
Buon Compleanno, Sandro Tonali. 🖤❤️
Pernah penasaran kota atau daerah tempat kamu tinggal dulu keliatannya seperti apa ratusan tahun lalu?
Ada website yang ngumpulin lebih dari 1 juta peta historis dari seluruh dunia dalam satu platform.
Gratis, bisa dicari berdasarkan lokasi, dan resolusinya tinggi.
Namanya OldMapsOnline.
Yang minta spill caranya tuh sebenernya gampang, ini yang aku praktekin selama main tiktok baru deh aku share tipsnya ke yang lain. Alhamdulilah banyak yang berhasil🥺🫶 tujuan bangun akunnya buat affiliate yang dimana syaratnya kan 600 folls baru bisa daftar. Kurang lebih gini caranya :
1. Kalo bisa bikin akun baru
2. Upload 3x sehari dengan waktu yg beda, konten yang beda. Contohnya jam 11 upload konten video sesuai niche, jam 3 sore upload video random tapi isi videonya ada kata-kata kaya “mutualan/temenan yuk pejuang 600+” sesuaikan aja bahasanya, jam 7 malem upload video yg narik interaksi.
Kalo konsisten upload sehari 3x biasanya cepet dapet folls 600 buat menuhin syarat affiliate. Kalo udah keterima affiliate baru deh praktekin rumus 136
1 hari 3 konten selama 6 bulan.
Cuman pake 2 cara itu, keliatan gampang tapi susah konsistennya😅 Selamat mencoba!
Make a new youtube channel
December : Get monetized
and make your first $10k before January.
Normally, it's 100$, free for the first 1000.
Like, repost and comment "Guide"
I'll send you a training guide to get you started.
(must be following)
Ada bek yang menjatuhkan lawan untuk merebut bola, dan ada satu orang yang melakukannya tanpa membuat seragamnya kotor.
tekel adalah pilihan terakhir. Jika dia harus melakukannya, berarti dia sudah membuat kesalahan posisi.
Itulah kecerdasan seorang Paolo Maldini.
Dia membaca permainan seperti membaca buku terbuka; memotong serangan sebelum lawan sempat berpikir, dan menutup ruang dengan wibawa seorang kaisar.
Dua puluh lima tahun, satu klub, dan lima trofi Liga Champions. Dia adalah definisi kesetiaan dan keanggunan di lini belakang.
Maldini tidak hanya bertahan; dia menunjukkan bahwa pertahanan adalah sebuah bentuk seni tingkat tinggi. Sang Kapten Abadi yang membuat menyerang terasa mustahil.
Pernahkah kalian melihat bek yang lebih elegan dari seorang Maldini?
Planning a trip to Japan in 2026?
Here’s one place you won’t forget.
Stairs Leading to Mt. Fuji — a view that feels almost unreal.
Follow for real hidden gems across Japan.