Anggota DPR banyak tamatan SMA.
Presiden pelanggar HAM.
Wapres tamatan SMP.
Menteri serta wamen Asbun
Pejabat negara diisi nantan Koruptor.
Ulama ngurusin tambang.
Berharap Indonesia emas ?
Intinya GIBRAN tidak akan bisa mengikuti Pilpres di 2029 kecuali aturan KPU diubah lagi mungkin bisa atau ikut PAKET C
INGAT WAK WAPRES KALIAN TIDAK TAMAT SMA. CATAT
INGAT WAK WAPRES KALIAN TIDAK TAMAT SMA. CATAT
INGAT WAK WAPRES KALIAN TIDAK TAMAT SMA. CATAT
INGAT WAK WAPRES KALIAN TIDAK TAMAT SMA. CATAT
INGAT WAK WAPRES KALIAN TIDAK TAMAT SMA. CATAT
Terimakasih prof @dennyindrayana dkk
Kami sebagai rakyat, sangat terimakasih pejuang prof dkk
Sampai titik ini
Rakyat sudah tau wakil presiden Indonesia hanya tamatan SMP
Dan
Kami sudah tau pejabat pejabat tinggi seperti apa!
Panjang umur para pejuang untuk INDONESIA.
Enaknya Makan Apa Ya?
Dosen lupa membuat tautan, tapi kitalah yang digoblok-goblokkan di depan kelas.
"Mana inisiatif kalian?!" bentaknya. Hebat betul. Gelar berderet-deret, mengurus satu link saja tidak becus.
Di sini kita tak diajari jadi pintar, cuma diajari menelan ludah.
Di setiap lorong fakultas kita dituntut membungkuk, melempar sapa.
Kemarin kusapa, "Siang, Kak," dan ia lewat begitu saja,
matanya menempel di layar. Boro-boro membalas, menoleh pun tidak.
Hormat ditagih ke atas, tak pernah turun ke bawah.
Persetan dengan aturan yang timpang begitu.
Lalu kuseret kaki ke ruangan 201,
menatap breadboard sialan,
merangkai kabel jumper yang tak mau akur.
Otakku nyaris pecah menghitung tegangan,
kewarasanku habis dihajar
puluhan halaman laprak.
Tapi dari semua kekacauan bangsat ini,
kau yang paling tak masuk akal.
Kau, yang hidupnya katanya
dijejali coding python dan lautan data.
Kuajak makan ayam geprek di depan kampus
saja kau tak pernah sudi.
"Aku capek," katamu.
"Tugasku banyak banget."
Sombong sekali.
Tapi lucu, kan?
Tiap tengah malam,kau datang padaku.
Kau kirim foto apa pun yang sedang kau kerjakan,
bertanya soal yang buntu,
minta solusi seolah aku kunci jawaban.
Lalu, selalu,
"Enaknya makan apa ya?"
Padahal makan denganku
tak pernah sudi.
Orang asing mengirim pesan,
kau lapor padaku.
Mau belajar bersama temanmu,
kau kabari aku.
Seolah aku berhak atas jadwalmu,
padahal ajakanku
tak pernah berhak atas waktumu.
Dan segala sumpah serapahmu,
pada tugas, pada dunia,
pada orang-orang yang menyebalkan,
kau muntahkan semuanya padaku.
Kau pelit memberiku senyum di siang hari,
tapi kau jadikan aku
kunci jawaban, penasihat kuliner,
petugas pelaporan,
dan tempat sampah paling eksklusif
untuk segala amarahmu di malam hari.
Layanan 24 jam,
tanpa tarif,
tanpa ucapan terima kasih.
Aku tahu aku cuma tempat bertanya,
tempat melapor, tempat membuang.
Tapi tiap tengah malam, aku tetap menunggu.
Dan sialnya, aku suka.
Di antara semua yang sibuk tampak suci,
cuma kau yang berani tampak bingung,tampak kusut.
Dan cuma di depanku.
Teruslah bertanya dan melapor, sayang.
Muntahkan semua sumpah serapahmu.
Hanya satu yang kuminta:
sekali saja, jawab ajakanku
dengan sesuatu selain "aku capek."
Karena menjadi satu-satunya tempatmu
membuang segala muak pada dunia
ternyata cukup membuatku rela
kembali menatap wajah-wajah arogan itu
dan merangkai kabel-kabel bangsat ini
besok pagi.
kuliah berjuta” untuk mendengarkan presentasi mahasiswa yg sourcenya AI dilanjut dengan qna yang pertanyaannya based on AI dan dijawab juga oleh jawaban dari AI alias ini yg kuliah manusia apa AI (nanti kalo lulus gelarnya https://t.co/HahLVi6Ror)
What did Prabowo do
- ga pernah minta maaf sma korban bencana alam
- ga pernah minta maaf sma ortu&siswa yg keracunan MBG
- ga minta maaf sma rakyat yg hidupnya dipersulit
- ga minta maaf soal kinerja dia dan seluruh jajaran kabinetnya yg buruk
- ga pernah mau mengakui kesalahan
Salut bgt sma jurnalis yg melakukan wawancara dgn Prabowo. Mereka dgn sangat mindful mampu mendengarkan semua jawaban Bowo yg tone deaf, ignore, aneh, tdk sesuai fakta, ga ada rasa empati atau bersalah, sangat defensive, self centered
Klu aku udh emosi jiwa dan raga