adaptasi novel dari Harlan Coben ketiga yang aku tonton. masih selalu sama serunya. walaupun capek ngikutin ceritanya I Will Finf You, karena di dua episode terakhir mulai agak agak ceritanya. tapi terima ajalah. wkwkwk
another version of Jake Sully๐
โขkdmโข DAN AKHIRNYAA setelah satu minggu perilisan, Teach You A Lesson berhasil menjadi No.1 Netflix TV Shows Global (Baik English maupun non-English) ๐ฅ๐ญ
Top 1 di 45 negara dan masuk 10 besar dari 93 negara๐ฅน๐ฅน
Congrats buat semua cast dan staff ๐๐
adalah aku yang tiap ngajar selalu nyebut dan ngajarin terus perkalian susun serta porogapit di papan tulis. sulit bgt ngajar sampai materi pythagoras, statistika, peluang dll kalau matdas aja belum kuattt. even spldv pun mereka bingung๐ญ๐
hasil tka muridku smp, nilai b.indo tertinggi diperoleh dari anak yang tidak disangka-sangka. sampai pada speechless๐
kalau nilai mtk ngga bikin gumun sih, nilainya bikin miris dan memang masalah nasional. mengsedih sebagai guru mtk๐
Muridku udah ada yg putus sekolah karena kecanduan game.
Literally 24 hours nge-game. Waktu kami visitasi ke rumahnya, bukain pintu aja dia udah ngamuk karena ada yg ngerepotin aktivitas game dia. Waktu kami ajak ngobrol kenapa gak mau sekolah dia makin ngamuk.
GILAAAK ini, in real casenya malah lebih sedih ๐ฅน
Artikel tahun 2022:
33 tahun yang lalu, ada siswi SD di Hwaseong yang hilang saat pulang sekolah. Polisi waktu itu bilang ke keluarganya kalau anak itu cuma kabur dari rumah, dan orang tuanya mempercayai itu selama lebih dari 30 tahun.
Tapi pada 2019, setelah kasus pembunuhan berantai Hwaseong diselidiki ulang dan Lee Chun Jae mengaku sebagai pelakunya, barulah terungkap kalau anak itu sebenarnya dibunuh.
Hasil penyelidikan ulang juga menemukan fakta mengejutkan: polisi dulu ternyata sudah menemukan tulang belulang dan barang milik korban, tapi malah menyembunyikannya.
Dua detektif diduga memanipulasi kasus itu dan mengubahnya jadi kasus anak hilang biasa. Ayah korban yang akhirnya tahu kebenaran sampai berkata:
"Yang membunuh memang pembunuhnya, tapi yang menutupi kasus ini rasanya lebih kejam lagi."
Sayangnya, para polisi yang menutupi kasus itu tidak bisa dihukum karena masa tuntutan hukumnya sudah habis.
Keluarga korban lalu menggugat negara pada tahun 2020. Dan pengadilan akhirnya memutuskan kalau polisi memang melakukan: penutupan kasus secara terorganisir, manipulasi penyelidikan, serta melanggar hak keluarga korban untuk mengetahui kebenaran dan berkabung dengan layak.
Negara akhirnya diperintahkan membayar ganti rugi sekitar 220 juta won kepada keluarga korban.
Yang paling sedih, kedua orang tua korban meninggal dunia sebelum sempat melihat putusan pengadilan keluar. Ibunya meninggal pada 2020, lalu ayahnya menyusul pada 2022, hanya dua bulan sebelum sidang putusan pertama selesai.
https://t.co/BGTUIdQCoa