Benar kata mereka. Jika sudah terbiasa merantau, memang akan terbiasa jauh. Setelah kehilangan salah satu orang tua, akan lebih mudah terbiasa. Tapi RINDU itu pasti ada —rharuan
#rindubapak
makin ke sini makin ngerti,
dan ngomong ke diri sendiri :
kamu gak punya alasan untuk selalu bisa disukai semua orang, yang penting kamu punya alasan untuk suka sama dirimu sendiri sayangku
aku enggak selalu bisa bangga sama diriku sendiri, tapi aku selalu bisa bangga sama Tuhanku yang kasih kekuatan sampai bisa bertahan sejauh ini,
ohiya kapan terakhir kalian bangga sama diri sendiri ?
setelah berat-beratnya yang kurasa dan tantangan yang kuhadapi kuletakkan di kaki Tuhanku, aku mendapat pengertian baru
bahwa :
apa yang Tuhan izinkan terjadi sekarang pasti akan tetap mendatangkan kebaikan kalau hati dan telingaku mau dengar-dengaran dgn suara Tuhan,
enggak semua orang kuat, tapi beberapa orang sudah tau dia tidak kuat, tapi tidak mau keluar, berharap semua berubah tanpa tindakan dan saat kita gak pernah sadar bahwa kita sebenarnya menikmati luka menahun sampai merasa itu hal yang harus ditelan selamanya.
dan itu lebih bodoh
sering kali perasaan sombong itu gak selalu datang saat kita lagi hebat-hebatnya,
tapi saat kita lagi gak mampu malah merasa enggak butuh sama manusia lain.
kita merasa cukup kuat untuk menjalani banyak hal dgn kekuatan yg Tuhan beri tapi lupa Tuhan bs pakai manusia lain
salah satu alasan kenapa aku percaya apa yang kita lakukan ke orang lain akan berbalik ke kita
sebab ada tertulis :
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
sebab ada tertulis :
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
aku enggak tau juni akan seperti apa; tapi aku tau Tuhanku seperti apa.
Tuhan yang tidak akan berhenti mengajarku walau rasanya kadang seperti dihajar.
Tuhan yang menolongku saat yang lain menodongku,
Tuhan yang memelukku saat yang lain meruntuhkanku.
kita tidak pernah benar-benar kuat, karena..
Kita hidup bukan untuk menunjukkan kekuatan kita, tapi untuk melihat kekuatan Tuhan di hidup kita.
—rharuan
gak semua tentang harus kuat, pasti kuat dan kita kuat.
ada tertulis :
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
setiap hari yaaa.. setiap hari ya Tuhan...
kadang enggak kuat (juga)
makin ke sini makin paham bahwa :
kita semua enggak selalu punya ruang untuk :
marah dan salah paham.. kadang kita pengen tapi...... kita sama sekali gak diberi ruang untuk itu, pada akhirnya kita lebih sering masuk ke ruang kesedihan dan elus dada serta mencoba untuk maklum
salah satu cara untuk jadi orang yang 'tertinggal' adalah dengan cara mengeluhkan keadaan dan gak mau upgrade diri dengan alasanya belum punya dan selalu merasa enggak mampu tapi sok tau :)
aku semakin mengerti bahwa orang yg kesulitan menyampaikan perasaannya dgn tepat biasanya memilih untuk diam, sebenernya kesannya itu sprti orang yg tidak punya empati dan cuek... pdhl di satu sisi mereka hanya sedang kesulitan lalu menyerah.
dan tdk mencoba cara mengatasinya