being someone’s place to come home to hits different, not the house. the:
“sayang ini gimana”
“sayang tolong”
“sayang nanti temenin aku ya”
“sayang aku bisa ga ya”
“sayang aku takut”,
“sayang doain aku ya”
“sayang aku mau cerita”
kind of home. that’s when you feel loved, appreciated, and like you actually matter like you’re home.
i love art of noticing. i love when someone said
“es kopi, kan?"
"pasti yang warna biru"
"beli dimsum mentai yuk"
"mulai diem, energinya udah abis ya?"
"kamu yang rasa cokelat kan"
"ayo beli eskrim biar mood"
"keluar yok muter-muter cari jajan"
"iya kan kamu pernah cerita"
"kamu cocok banget pake itu "
"ga bisa ya kalo ga pedes"
"diem disitu aku fotoin"