Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
@suarawargatxt Aku pernah disensus. Ditanya penghasilan berapa. Kujawab UMR. Terus adik² kerja apa. Kujawab kuliah. Siapa yang bayar? Aku. Ditanya lagi berapa UKTnya. Kujawab masing² berapa. Dianya malah bilang gak mungkin gaji segini doang.
INGINNYA JUGA AKU TUH PUNYA GAJI GEDE UANG BANYAK.
@twosea_@hi_ppiraa@ryanaidilp_ Malah blaming wkw. Aku pernah kerja sm BPS, tp ga pernah nyalahin rakyat krn kalau di pov rakyat yg ga disosialisasi sblmnya ya jelas bingung. Apalagi datanya privat banget. Kan jd orang awam jg takut tbtb ditanyain kek gt ditambah skrg lagi banyak sentimen ke pemerintah.
@P_oyhij@ryanaidilp_ Berarti klo responden nganggur dan hidup dri pemberian blt akan dimasukan ke pendapatan lainnya. Nanti hasil datanya akan jadi positif dengan terlihat bahwa semua masyarakat ada pendapatan atau seperti apa ya?
@hi_ppiraa@simpangsieurr Ini, sya ga marah y kak, cuma menjelaskan hak masyarakat mau jawab apa ga, terlepas dilapangan, itu resiko kerja namanya kak. Jadi jgn guilt tripping org lain terhadap pilihan kk sendiri
https://t.co/VaQM8XxXgI
@twosea_@ryanaidilp_ kalian tuh cuma bisa marah marah doang ya? bahkan kita aja ini dilatih 4 hari 3 malem, sampe tengah malem pun kita masih ngerjain soal contoh kejadian biar kita punya solusi di lapangan, ga ujug2 jd petugas atuh kak, kita jg tau cara pengisian bagaimana.
@hi_ppiraa@simpangsieurr Saya juga ga marah, cuma menjelaskan klo hak yg jawab. Di awal malah kk yg bilang “kalian ini bisa nya marah2 doang ya?” Dari awal saya jelasin masyarakat punya hak mau jawab apa ga, bukan membenarkan marah2 nya mereka. Manipulatif? Kk diatas pake guilt tripping lho
@suarawargatxt Aku pernah disensus. Ditanya penghasilan berapa. Kujawab UMR. Terus adik² kerja apa. Kujawab kuliah. Siapa yang bayar? Aku. Ditanya lagi berapa UKTnya. Kujawab masing² berapa. Dianya malah bilang gak mungkin gaji segini doang.
INGINNYA JUGA AKU TUH PUNYA GAJI GEDE UANG BANYAK.
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
@hi_ppiraa@simpangsieurr Ya berarti kk ngomong gini sama yang marah ke kakak dong
Klo kk marahnya ke saya kan, apa beda nya kk sama responden yg marah ke kk? Wkwkwk
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata