Asma Wafa Andina, calon kadet Kedokteran Militer Unhan RI Cohort 7, menjadi sorotan setelah mengaku mengundurkan diri hanya sekitar 15 jam setelah resmi menjadi kadet karena diminta memilih antara melepas hijab atau mundur.
Padahal, ia mengaku telah lolos seluruh tahapan seleksi. Ia juga menyebut bahwa ketentuan tersebut bukan tercantum dalam perjanjian tertulis, melainkan disebut sebagai “arahan pimpinan”.
Jika benar demikian, publik berhak mendapat penjelasan resmi: apa dasar hukumnya, siapa yang menetapkan, dan mengapa ketentuan tersebut tidak disampaikan secara terbuka sejak awal? @DPR_RI@Unhan_RI@Kemenag_RI
Kebakaran Hutan diBIARKAN
Penanggulangan Gempa diABAIKAN
Rehabilitasi Banjir tak diTUNTASKAN
Ini bukan soal BENCANA ALAM, ini adalah KEGAGALAN menjalankan PEMERINTAHAN.
Karena BENCANA sesungguhnya bukanlah ALAM, tapi DIAM dipimpin KEBODOHAN.
Wahai para Pejabat Bangsa.. para Penguasa.. para Wakil Rakyat..
ada Baiknya Buka mata.. buka Hati.. Liat apa yg terjadi di Masyarakat skrg ini..
Rungokno Kuping mu‼️🦻
Camat Lamba Leda Utara (Manggarai Timur), Agustinus Supratman, meluapkan amarahnya hingga membanting paket logistik di hadapan petugas BNPB saat meninjau posko pengungsian gempa Flores (21/8/2026)...
Amarah sang Camat meledak, karena menolak tuduhan bahwa pihak kecamatan menghambat distribusi, sembari tegas membongkar bobroknya pendataan pusat...
Ketegangan memuncak saat Agustinus menolak keras menandatangani dokumen berita acara penyerahan bantuan...
Dia menemukan manipulasi data yang fatal: klaim bantuan di atas kertas dicatat melimpah, padahal barang fisik yang ada di lapangan sangat minim, hanya sekitar 300 paket sembako untuk menopang 21.171 jiwa di 11 desa terdampak...
"Bapak keterlaluan, bapak jual nama saya...!" tegas Agustinus yang gak terima namanya dicatut demi memoles laporan manis ke pusat...
Masuk hari ke-enam pascagempa, aksi berani sang Camat menjadi tamparan keras bagi BNPB agar berhenti merekayasa angka dan segera menyalurkan bantuan secara transparan serta merata demi penderitaan warga...!
Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT, BEM UI: Kenapa mahasiswa menjadi alat politik Wapres Gibran?
Alexander Farrel (Waki Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026) di KOMPAS TV (21/8/2026)
Nomor WA untuk menerima komitmen sumbangan sayembara IJAZAH SMA/SEDERAJAT GIBRAN tiba-tiba tidak bisa diakses. Ada pihak-pihak yang menganggu perjuangan ini. Kami sedang siapkan nomor WA baru.
Salam Integritas!
Setelah dunia internasional tau, akankah eksekutif dan legislatif tetap menggadaikan nama baik bangsa dan negara demi melindungi Sang Penipu..?
Betapa biadabnya perlakuan terhadap negara ini, sudah kehidupan rakyatnya dipermainkan, nama baik dan kehormatannya pun dipermalukan!.
Kalau masih ga paham juga alias bebal, lu cari kang tambal otak. Siapa tau ada yg yg jajakan.
Anehnya Ga ada berani komentar angin tak punya KTP, kenapa takut? Makanya Tolol jangan dipamerin. Dongo!!
Sebenarnya saya malas menanggapi serangan para Termul dan Buzzer, soal kasus payment gateway yang terus diulang-ulang. Setiap saya bersikap kritis, kasus lama itu diungkit dan dijadikan alat serang. Membuktikan bahwa mereka tidak punya cara lain membantah argumen saya.
Tetapi, karena serangan mereka bisa merusak reputasi dan kehormatan saya, serta lebih penting mengurangi nilai advokasi publik yang saya perjuangkan, berikut saya lampirkan sekaligus dua SKCK per tanggal 13 Maret dan 21 Agustus 2026, yang keduanya menegaskan saya TIDAK MEMPUNYAI CATATAN ATAU KETERLIBATAN DALAM KEGIATAN KRIMINAL APAPUN.
Sekaligus ini sebagai peringatan kepada siapapun yang masih saja menyebarkan informasi saya berkasus, dapat berhadapan dengan konsekwensi hukum yang serius.
Kasus saya adalah kriminalisasi, karena menolak pencalonan Budi Gunawan selaku Kapolri oleh Presiden Jokowi pada awal 2015. Saya, bersama-sama dengan Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Novel Baswedan ketiganya dari KPK, ditersangkakan.
Salam Integritas!
Sosialisasi Penyetaraan Ijazah Pendidikan Dasar dan Menengah? Apakah ini kegiatan mendadak dari Kedutaaan Besar RI di Canberra, Australia? Kenapa yang disosialisasikan hanya Dikdasmen? Kenapa tidak ijazah PT? Kok, meng-Gibran banget ya?
Silakan tuliskan komentar anda di bawah ya.
Salam Integritas!
WAK...... Kalian tanggal 27agustus ikut demo gak?
Kalo dari yang awak pantau tujuan utamanya mengesahkan RUU perampasan aset tapi bisa melebar tuntutannya kepada pemakzulan Prabowo dan menaikkan gibran jadi presiden
Kayaknya ada skenario seperti itu.
Iblis tidak perna datang berwajah setan pasti berwajah malaikat. Tujuan didepan layar seperti mulia tapi dibalik layar ada niat terselubung. Pahami lah🙏🙏🙏
PRAPID TIDAK DITERIMA, PERJUANGAN BERLANJUT!
SIDANG POKOK PERKARA:
MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR!
Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.
Sekali tekad ditanamkan, pantang menyerah di tengah jalan.
PRAPID tidak diterima.
Baik. Kita hormati proses hukum.
Kini, sidang pokok perkara berlanjut.
Pejuang sejati saatnya berdiri lebih tegak, melangkah lebih mantap, dan menghadapi setiap proses dengan keberanian, ketenangan, serta keyakinan pada kebenaran.
Maju terus, pantang mundur!
Karena perjuangan tidak selalu dimenangkan pada langkah pertama. Ada perjuangan yang menuntut keberanian untuk terus berjalan, meski jalan di depan panjang dan penuh ujian.
Dengan doa.
Dengan bukti.
Dengan integritas.
Dengan kepala tegak.
Kitab Al Quran di tangan kanan, Ilmu di tangan kiri.
Bismillah. Kita lanjutkan perjuangan.
Hasbunallah wanikmal wakil
Nikmal maula wanikman nashiir
La haula wala quwwata ila billah.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
21 Agustus 2026
Jumat penuh berkah.
dr Tifauzia Tyassuma
Rombongan awal warga Pati yang telah tiba di gedung DPR RI menyatakan rakyat berhak memasuki gedung DPR RI, karena sejatinya gedung tersebut milik rakyat, tikus-tikus di dalamnya hanya jongos rakyat.
Stop wak...🥀🥀🥀😭
Korban bencana di NTT saat ini ada beberapa tempat yang sudah mulai ditahan mengerikan, mereka terancam kelaparan karna bantuan tak kunjung tiba.
Semoga jeritan rakyat di manggarai timur bisa di dengar oleh negara.
Jika mereka terus tidak dapat bantuan maka kedepan kita akan melihat korban² meninggal bukan karna reruntuhan bangunan karna gempa tapi karna kelaparan 💔😭
Suka banget emang buat “faksi” baru dalam sebuah kelompok. Ojol udah kena, mahasiswa juga kena.
Orang kayak gini bukan planga-plongo, lebih ke culas/jahat.
Tak perlu panjang lebar, singkat saja,
“Mau terus miskin, atau mau membalikan keadaan..?”
Keputusannya ada pada kalian semua
Indonesia negara berkekayaan alam paling fantastis di dunia, namun rezim pajaknya paling brutal, kejam dan sadis terhadap rakyatnya.
PUTUSKAN SEKARANG!