Tidak perlu dibuat menggunakan AI, cukup unduh (download) lambang Garuda Pancasila di Wikimedia Commons melalui pranala berikut.
Mudah, cepat, dan gratis.
https://t.co/64PPKO639n
Guys, lu pada tau gk
kelakuan PNS indo
jadi begini......
Agus Harimurti Yudhoyono
lagi bahas hal krusial
soal normalisasi Ciliwung River,
kapasitas sungai,
dan isu banjir
topik yang tiap tahun
bikin warga Jakarta was-was.
Tapi justru bawahan yang kerja langsung di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane malah kedapatan kayak mau pergi saat menteri lagi ngomong sampai ditegur langsung:
“Pak, saya bicara untuk Bapak.
Mau ke mana?
Dengarkan saya dulu
kok maen cabut aja
Bayangin aja…
menterinya yang datang, bahas problem banjir yang udah bertahun-tahun gak selesai, tapi orang teknis yang harusnya paling fokus malah keliatan gak serius.
Pantes publik suka kesel.
Banjir datang tiap tahun, warga kebanjiran rutin, kerugian triliunan, lalu di ruang rapat yang harusnya serius malah muncul momen begini.
Yang kebanjiran rakyat,
yang panik warga,
yang ngomong serius menteri…
tapi yang punya kerjaan inti
malah kayak pengen cabut duluan. Perfomance birokrasi begini gimana orang gak emosi?
Warga sekitar green line hari ini (lagi-lagi) jadi korban akibat ketidakberpihakan pemerintah terhadap tempat tinggal dan mobilitas.
Mereka tinggal di luar kota karena harga hunian yang makin ga terjangkau, padahal secara space masih memungkinkan. Tapi, buat ke Jakarta, lo cuma dikasih 1 lin KRL, yang hari ini layananannya terganggu karena cuaca, dan mungkin beberapa bus.
Warga Bintaro, BSD, Ciputat akhirnya terpaksa terdampar kaya gini, atau bayar mahal naik taksi online karena simply ga punya pilihan lain. Tapi coba lu bayangin gimana rasanya jadi warga Parung Panjang atau Rangkasbitung. Naik taxi online ke sana bisa 5-10% gaji kali, karena itu satu-satunya pilihan lu bisa balik sebelum besok pagi kembali dihajar realita.
Cerita sedih dan bikin marah kaya gini, sayangnya, selalu terulang. Ya mau gimana, pejabatnya aja gaada yang mau naik transum. Kenapa? Karena mereka tau produk kebijakan mereka hasilnya ya kaya begini.
Ibaratnya kalo lagi olahraga pertama kali ya. Badan pegel semua, ngerasa lemah padahal you’re getting stronger than before.
Di segala hal, when you’re getting better it feels like you’re getting worse. Merasa bodoh krn banyak gak tau. Perasaan bodoh dibutuhin di proses belajar.
Gue selalu sedih banget tiap baca kasusnya Ibam. He's an outlier. Dapet offering dari Meta aja udah kyk peak career anak IT, tp dia tolak demi negara. Tapi sama negara...malah difitnah kayak gitu
Pdhl kl gue baca cerita2 nya, dia sll excited tiap bahas govtech, even udh —
Dicritain sama temen yg kerja di bank internasional 3 huruf (depannya bukan B) as economist
Salah satu penyebab turunnya idr karena banyak bgt uang panas dan gajelas yg jumlahnya besar (disinyalir uang korupsi) dalam idr itu dibelanjain ke sgd dan usd
Beneran org cuma cari duit gak halal di negara ini trus memperlemah mata uangnya