Ini keren banget sih!
Anak 10 tahun dari Jepang, berhasil membuktikan bahwa kupu-kupu ternyata menyimpan memori dari saat berbentuk ulat, bahkan bisa diwariskan hingga ke genarasi kupu-kupu berikutnya.
Sini gue ceritain penelitiannya!
Jadi anak ini melatih ulat agar mengasosiasikan bau lavender dengan kejutan listrik ringan. Kejutan listrik ini berasal dari alat terapi otot dengan arus yang lemah.
Nah setelah jadi kupu-kupu, mereka diuji eksperimen di labirin berbentuk huruf Y dengan:
-1 jalur berisi air gula dan bau lavender
-1 jalur hanya air gula
Nah ternyata 70-80% kupu-kupu yang sudah "dilatih" cenderung menghindari bau lavender. Sedangkan kupu-kupu yang tidak "dilatih" 50-50 rasionya untuk memilih bau lavender.
Kemudian anak ini mengembangbiakkan kupu-kupu yang sudah "dilatih" tersebut dan menguji anak cucu-nya. Ternyata tanpa pelatihan kejutan listrik, anak cucu tersebut sekitar 60% menghindari bau lavender.
Hal ini menunjukkan pewarisan memori lintas generasi. Kemungkinan alasannya adalah melalui mekanisme epigenetik.
Semoga bermanfaat!
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
Kalau bikin bangunan raksasa yang bikin rusak tata kota sekaligus melanggar AMDAL juga membahayakan dan berujung tidak dapat digunakan hingga bikin kreditur kelabakan itu IQnya berapa?
bahasa gaul gen z :
orang have = orang punya
orang inside = orang dalam
orang enough = pas-pasan
orang use = orang make
orang need = orang butuh
orang not yet = orang blm punya
orang had = dulunya orang punya
in this economy = berhemat
becusn’t = gak becus
haha’nt = gak lucu
aku sempat bahas soal animal farm itu sebenarnya kontra-revolusi. idenya sederhana: setiap usaha menumbangkan diktator, akan ditunggangi oleh diktator baru. ceritanya berhenti cuma pada membuat kita marah pada otoritas dan curiga dengan siapa saja yang membawa janji perubahan. meski terasa seperti sebuah buku perlawanan, yang dilakukan orwell malah sebaliknya, “udah, deh. gk usah ngapa2in. orang semuanya sama aja, kok.”
sebagai pintu masuk, dia bagus. tapi, kalo dijadikan sebagai pijakan, cerita di buku ini jadi terasa cacat di mana-mana.
di luar dari itu semua, animal farm ini digunakan CIA sebagai salah satu alat propaganda anti komunis—yang di indonesia ujungnya adalah pembantaian satu juta rakyat. sbelum mahbub junaidi, seingatku sudah ada trjemahan indonesia untuk animal farm yang—lagi-lagi—dibiayai antek-antek aseng.
Catcalling itu PELECEHAN!!
Lebih parahnya lagi catcalling itu sering kali dilakukannya di ruang publik.
Tolong bangetlah JANGAN dinormalisasi apalagi "dibagus-bagusin" sebagai pujian terhadap wanita.
Penelitian menunjukkan bahwa terkena harassment itu bisa menyebabkan efek jangka pendek dan panjang pada perempuan.
Efek jangka pendek antara lain ketakutan, kekhawatiran, ketidaknyamanan, kecemasan, dan kewaspadaan tinggi. Dampak jangka panjangnya antara lain perasaan bersalah, kritik terhadap bentuk tubuh, rasa malu sebagai perempuan, serta citra tubuh negatif yang berkontribusi pada rendahnya harga diri.
Terima kasih @kudanielbintik sudah menyuarakannya dengan sangat baik.
STOP Catcalling!!!
Sebenarnya, kalo makanan dimakan setiap hari terus jadi terasa gak seenak biasanya bisa jadi itu karena the Law of Diminishing Marginal Utility.
Jadi, akan ada suatu titik ketika kita merasa kepuasan terhadap suatu utilitas/barang/makanan itu jadi menurun.
Misalnya, makan 1 mangga/minggu, rasanya enak banget.
Makan 2/minggu masih enak.
Makan 3/minggu mulai bosan.
Makan 4/minggu rasanya udah jadi muak.
Di Psikologi, sebenarnya ada istilah desensitisasi yang serupa dengan Law of Diminishing Marginal Utility.
Paparan berulang seringkali membuat kita menjadi "terbiasa" atau sensitivitas menurun.
Reward dengan ukuran sama bisa jadi tidak memberi kepuasan yang sama lagi seperti di awal.
Misalnya, awalnya scroll medsos itu menyenangkan. Lama-lama sekarang kita kebanyakan doomscrolling tapi gak bener-bener merasa fun juga sebenarnya.
Kalian ngerasain gitu juga gak? Scroll medsos karena otomatis/kebiasaan tapi sebenarnya udah gak seenjoy itu juga.
Dear para penerbit,
Tolong berikan nama penerjemah di sampul buku. Sebab apa? Sebab nama penerjemah sama pentingnya dengan nama penulis, itu akan menentukan keputusan apakah kami akan membeli bukunya atau tidak.
Regards,
~eL