Kadang orang yang paling membekas justru orang yang tidak pernah benar-benar menjadi siapa-siapa.
Tapi meninggalkan standar.
Atau meninggalkan luka.
Atau meninggalkan pertanyaan.
Seseorang tersenyum, Nira melihat kemungkinan.
Seseorang hadir, Nira melihat harapan.
Seseorang mengajak bicara, Nira mulai membayangkan cerita.
Nira selalu melihat rumah pada orang-orang yang bahkan belum tahu ke mana mereka ingin pulang.
mungkin hidup Ra belum sempurna.
tapi hatinya nggak pernah benar-benar kosong.
karena selama masih ada yang tulus, Ra akan selalu punya alasan untuk bertahan.
Ra itu tipe orang yang selalu berusaha untuk bersyukur.
bukan karena hidupnya selalu baik-baik aja. enggak. ada capeknya, ada overthinking-nya, ada hari-hari yang rasanya ingin diam saja.
tapi Ra sadar satu hal.
Ra dikelilingi orang-orang baik.
orang-orang yang mungkin nggak selalu paham isi kepalanya, tapi tetap tinggal.
yang pedulinya sederhana, tapi tulus.
yang sayangnya nggak ribut, tapi konsisten.
dan setiap kali Ra hampir lupa caranya bersyukur, Ra ingat mereka.