jujur.....gue suka banget tidur....soalnya kalo tidur gue ga overthink......kepala gue ga berisik......gue ga melihat/membaca hal2 yg triggering.....jadi ya gue menghilang aja gitu.....tapi ga meninggal......i'm not existing for a while......menikmati hari.....istirahatin pikiran
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
teach your son, educate your son, jangan cewe doang yg disuruh ati-ati tp anak cowo lu juga disuruh BUAT JADI MANUSIA NORMAL. jadi manusia normal yg baik aja udah bare minimum masih perlu diajarin, jadi besarin ajarin tu anak laki-laki lu pada
cuma mau bilang;
lebaran kali ini, jangan lupa memaafkan diri sendiri untuk setiap kegagalan, ekspektasi dan janji yang diingkari. seenggaknya kamu mencoba melakukan yang terbaik. intinya, Tuhan dan kamu tau itu, meskipun orang lain ngga memandang demikian.
the soft world tour is heading to asia and australia later this year 🌹
pre-sale begins MARCH 24TH onwards (code required)
general sale begins MARCH 27TH onwards
go to https://t.co/GDO4IW0w0S and sign up for your city to receive pre-sale code and all on sale information ❤️🔥