Whether it’s about coffee or not, this is what elite mentality looks like. You don’t depend on external stimulants to get shit done. You train your fucking mind to perform even when you don’t feel like it.
“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗼𝘃𝗲𝗿𝘁𝗵𝗶𝗻𝗸𝗶𝗻𝗴 𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗱𝗮𝘀?”
Jadi ada penelitian yang menarik mengenai hal ini yang berjudul “𝗧𝗵𝗲 𝗥𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻𝘀𝗵𝗶𝗽 𝗯𝗲𝘁𝘄𝗲𝗲𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗹𝗹𝗶𝗴𝗲𝗻𝗰𝗲 𝗮𝗻𝗱 𝗔𝗻𝘅𝗶𝗲𝘁𝘆: 𝗔𝗻 𝗔𝘀𝘀𝗼𝗰𝗶𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 𝘄𝗶𝘁𝗵 𝗦𝘂𝗯𝗰𝗼𝗿𝘁𝗶𝗰𝗮𝗹 𝗪𝗵𝗶𝘁𝗲 𝗠𝗮𝘁𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗲𝘁𝗮𝗯𝗼𝗹𝗶𝘀𝗺”
Nah penelitian ini menunjukkan bahwa orang dengan 𝗜𝗤 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗮𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗼𝘃𝗲𝗿𝘁𝗵𝗶𝗻𝗸𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗺𝘂𝗻𝗰𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗺𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗮𝗻𝘅𝗶𝗲𝘁𝘆. Pada penelitian ini gangguan kecemasannya adalah generalized anxiety disorder. Pada orang yang mengalaminya, semakin tinggi IQ-nya, maka semakin berat dan sering gejala cemasnya muncul.
Mekanisme terjadinya adalah karena ada zat yang namanya choline di otak dan kebetulan kerjanya terkait dengan kecemasan dan intelegensi.
Nah dari jurnal ini kita belajar bahwa overthinking itu BUKAN cacat atau kekurangan, TAPI bisa jadi produk dari otak yang terbiasa menghasilkan analisis mendalam karena tingkat IQ yang relatif lebih tinggi.
𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗺𝗮𝘀𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻, 𝗺𝗮𝗸𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀𝗻𝘆𝗮 𝗜𝗤 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗳 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝗮𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸.
Semoga bermanfaat!
Pernah ngerasain brain fog?
Susah fokus, gampang lupa, kerja jadi lemot padahal udah tidur cukup. Banyak yang cuma dianggap "capek biasa", padahal ada penjelasan biologisnya, dan ada juga cara memperbaikinya.
Yuk kita bahas!
Salah satu strategi yang paling konsisten untuk mengatasi brain fog adalah olahraga aerobik, seperti lari, sepeda, atau berenang.
Mekanismenya lewat BDNF (brain-derived neurotrophic factor), semacam "pupuk" untuk sel saraf. BDNF membantu sel saraf tumbuh, membentuk koneksi baru, dan memperkuat sinyal antar bagian otak. Ini adalah proses yang penting banget untuk fungsi kognitif kayak fokus, memori, dan kecepatan berpikir.
Nah, saat kita olahraga aerobik, tubuh meningkatkan produksi BDNF dan itu berkorelasi dengan perbaikan fungsi kognitif.
Yang perlu dicatat, efeknya gak instan kayak minum kopi. Ini butuh konsistensi. Manfaatnya muncul dari kebiasaan yang dijaga dalam jangka waktu tertentu.
Jadi kalau lo lagi ngerasa otak "berkabut," susah konsentrasi, lambat mikir, atau gampang lupa, coba deh mulai dari yang paling terjangkau yaitu gerakin badan secara rutin.
Semoga bermanfaat.
I think orang2 yang bisa ngejokes soal misfortune events yang mereka alamin (breakups, penyakit, layoff kerja dll) itu the real mental baja
like instead of meratapi nasib, they choose to laugh it out & enjoy it anyway
dating to marry will make you realize that the "plenty of fish in the sea" narrative is false. alot of people are really not worth that level of intimacy
Apply for jobs, apply for scholarships, apply to further your studies. Go to the interviews, complete the assessments, do it for the plot. Opportunities favor those in motion.
alasan kedua karena faktor antisipasi (anticipation). penelitian ini nemuin klo pas berangkat, tingkat antisipasi kita tuh lagi tinggi-tingginya. entah excited mau liburan, penasaran sama tempat baru, atau malah deg-degan karena ada urusan lainnya. klo kita lagi waspada, tegang, atau nunggu-nunggu sesuatu, jam internal di otak kita bakal berdetak lebih cepat. makanya waktu di dunia nyata seolah-olah berjalan jauuuh lebih lambat. nah pas udah mau pulang, karena rasa excited, penasarannya udah mereda. jam internal otak kita kembali berdetak normal. perjalanan pulang berasa cepet bgt nyampenya.
pernah ngga sih ngerasa pas pergi liburan berangkatnya kerasa lamaaa banget, eh pas pulang tau-tau udah nyampe rumah? 🤯 ternyata ini bukan hanya perasaan doang. fenomena ini ada penjelasan psikologinya lohhh.....
sangat sepakat dengan kakak ini. even gw ga di company gede, gw pun tdk mengejar label posisi, gw cm mau kerja - pulang - di gaji - idup tenang - sabtu minggu ga di ganggu - cuti sesuai hak mudah 🙏