Beri tepuk tangan yang meriah untuk si Paling Penguasa Jalanan! 👏 Lecetnya di bodi motor, tapi yang rusak sepertinya sel otak. Cuma gara-gara serempetan sepele di jalan, langsung upgrade jadi pendekar. Goresan kecil dibayar tuntas pakai pukulan bertubi-tubi ke bapak-bapak, plus bonus pamer celurit segala.
Definisi 'senggol bacok' di dunia nyata nih! Hebat banget Bang, kelihatan banget kok nyali dan 'berani'-nya bawa-bawa senjata tajam buat nakut-nakutin orang tua. Ini mental jagoan apa mental kerupuk nih? Menyala abangku! 🔥
Fix, abangnya pantas banget dinobatkan sebagai Duta Kesabaran Nasional tahun ini. Besok-besok kalau kesandung batu di jalan, batunya jangan lupa dibacok juga ya, soalnya Si Paling Jagoan mah bebas!🤧
Komentar yg sangat arogan, sombong dan keliru, pernyataan seperti ini tanpa sadar memakzulkan peran orang tua. Tidak mungkin makan satu kali dengan menu seadanya dianggap telah memenuhi seluruh kebutuhan gizi anak dalam hidupnya.
Hanya 5 Hari Menjabat, Silfester Matutina Resmi Dicopot dari Komisaris SPJM!
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) resmi mencopot Silfester Matutina dari jabatan Komisaris Independen per 23 September 2026.
Negara ini memang punya cara yang sangat "menyentuh hati" dalam membina dan mengapresiasi UMKM. Saat rakyatnya merintis usaha dari nol, banting tulang, sampai berdarah-darah tanpa bantuan modal sepeser pun? Negara diam. Saat rakyatnya sukses membuka lapangan kerja untuk 180 orang dan mengurangi angka pengangguran? Negara pura-pura tidak lihat.
Tapi, giliran usahanya viral, sukses, dan kelihatan cuan? Surprise! Tiba-tiba instansi terkait hadir sebagai pahlawan kesiangan... membawa surat tagihan pajak 1,5 Miliar!
Tolong ya, Mbak Bolosego, jangan keburu merasa bangga dan paling taat aturan cuma karena sudah bayar pajak 500 juta. Di mata sistem kita, uang setengah miliar itu mungkin cuma cukup untuk biaya snack rapat paripurna atau sekadar nambah DP mobil dinas baru. Jelas masih kurang! Kalian itu harusnya bangga diberi kehormatan untuk 'membiayai' negara yang sedang carut-marut ini.
Bukankah memeras keringat rakyat yang sedang naik daun itu sudah jadi SOP standar birokrasi kita? Kalau perlu, pajaknya dinaikkan lagi sampai pengusahanya gulung tikar. Toh, kalau nanti kalian bangkrut dan kembali dari nol, negara juga akan kembali pada fungsi aslinya: lepas tangan dan tidak peduli.
Teruslah bekerja keras dan berjuang sendirian wahai rakyat, karena birokrasi yang gemuk tidak bisa membiayai dirinya sendiri! 😮💨
Silfester Matutina yang baru saja menyandang jabatan sebagai Komisaris Independen PT Pelindo Jasa Maritim pada 18 September 2026 akhirnya berakhir pada tanggal 23 September 2026.
Ia resmi diberhentikan setelah pemegang saham melakukan evaluasi akibat ramainya pemberitaan.
Silfester Matutina ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pelindo Jasa Maritim melalui Keputusan Pemegang Saham di Luar RUPS (RUPS Sirkuler) tanggal 25 Juni 2026, menggantikan Eris Herryanto. Penunjukan ini dikonfirmasi SVP Sekretaris Perusahaan Tubagus Patrick.
Namun, nama Silfester menjadi kontroversi karena statusnya sebagai terpidana. Ia divonis 1,5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (Putusan Nomor 287 K/Pid/2019) atas kasus fitnah terhadap Jusuf Kalla. Putusan sudah berkekuatan hukum tetap, tetapi Silfester belum menjalani hukuman dan masih berstatus buron Kejaksaan Agung. Permohonan PK-nya di PN Jakarta Selatan juga dinyatakan gugur.
Setelah dokumentasi pengangkatannya beredar pada 23 September 2026, pemegang saham segera memberhentikannya pada hari yang sama setelah evaluasi. Perusahaan menghargai pengawasan publik sebagai masukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik. (Adityo Nugroho https://t.co/ATp8UaWgH0)
@Jayabay19479190 Bangsa ini sudah terlatih untuk menghadapi masalah politik dari kasus PKI hingga peristiwa 98 dan kasus lainnya. Implikasi heboh karena relawan jkw & gibran pasti ada tapi negara tidak boleh kalah melawan preman. Untuk apa ada TNI & Polri.
Sherly Tjoanda ditanya tentang apa yang dia lakukan terkait kerusakan lingkungan akibat tambang di Maluku Utara
"bahwa saya menyayangkan hal itu terjadi, iya"
"bahwa apakah saya hari ini bisa menyetop tambang, tidak"
"izinnya sudah ada jauh sebelum saya menjadi gubernur, dan izinnya sebagian dikeluarkan oleh pusat ..."
"bagi saya kerusakan lingkungan itu hidden cost, apa yang kita cari ketika ekonomi naik, lingkungan rusak..."
Hayoloh... 🤔
Hakim Konstitusi Arsul Sani mengakui pernah menjadi alumni University of Technology Sydney (UTS) Insearch, sama seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tapi bedanya, Gibran disebut menjalani jenjang pendidikan setara SMA di UTS Insearch, sedangkan Arsul hanya program kursus bahasa Inggris selama tiga minggu.