PUNYA ILMU HITAM, MATINYA SUSAH.
Untuk kesekian kalinya, saya menerima DM tentang keluarga yang dirundung sakit. Info di-DM, yang sakit punya "pegangan" ilmu hitam. Susah matinya.
+ Siapa yang bilang punya pegangan?
- "Orang pintar" yang datang menjenguk.
+ Kenapa "orang pintar" itu gak buang pegangan itu?
- Dia cuma bisa melihat Pak. Gak bisa membuang.
Itu dialog yang terjadi jika ada yang beri kabar soal anggota keluarganya yang susah mati karena ada pegangan. Benarkah? Ya bisa benar dalam satu perspektif.
- "Selasa Berkabar, Jumat Meninggal".
Pernah ada yang DM, hari Selasa. Melampirkan foto ayahnya yang sudah sebulan terbaring sakit. Gak bisa bicara. Sudah gak bisa ngomong tapi masih bisa diberi asupan sedikit-dikit. Katanya, ayahnya punya pegangan. (DM di akun lama yang disuspend).
Saya cek fotonya dan memang punya "pegangan" dan saya bilang insya Allah, Jumat dijemput malaikat.
Saya sarankan seluruh keluarganya baca surat Jin dan hari Rabu malam, keluarganya membaca surat Jin. Esoknya, Kamis, dari tubuh ayahnya, keluar bau bacin, yang amat menyengat dan tiba-tiba saja, bisa bicara. Jumat pagi, meninggal.
Kemarin ada DM, kasusnya sama. Lagi dan lagi, kata "orang pintar" ada pegangan dan saya pun bilang kenapa "orang pintar" itu gak melepaskan. Jawabannya sama, gak bisa. Saya sarankan keluarganya baca surat Jin dan saya pun membaca.
Dan saya ijin melepaskan pegangannya dengan risiko, cepat dipanggil Allah. Akhirnya diijinkan dan kejadian, selang beberapa jam (kisaran lima jam), meninggal.
- "Benarkah Susah Mati Kalau Ada Pegangan?"
Dari satu perspektif orang yang punya pegangan, jimat dan barang-barang ghaib, memang susah jelang kematiannya. Kenapa?
Begini. Orang yang punya "pegangan" itu punya perjanjian dengan iblis atau jin. Jelang kematiannya jin tak mau si pelaku punya kesempatan bertaubat atau akan mati dalam keadaan husnul khatimah. Iblis sesuai dengan karakternya, tak memberi kesempatan dan ingin orang itu mati dalam keadaan su'ul khatimah.
Ada orang yang memberi anjuran diadakan ritual jelang meninggal agar dipermudah proses kematiannya, jelas salah. Ini cara keliru. Cara yang benar dirukyah dengan membacakan ayat-ayat Alquran dan kalau ada tetangga yang pernah disakiti atau tetangga yang punya dendam, mintakan maaf.
Ada juga pendapat, susahnya orang yang punya "pegangan" karena dia ingin mencari penerus, siapa yang bisa melanjutkan "pegangannya" dan inipun atas perjanjian dengan iblis, jin. Proses seperti ini sering disebut adanya "Jin Nasab". Jin yang diturunkan ke penerusnya, salah satu anggota keluarga. Dalam perspektir Islam, anggapan "Jin Nasab" bisa dibantah, bisa dimentahkan.
Sahabat, jangan neko-neko dalam melakoni hidup. Boleh punya pegangan atau ilmu tapi pegangan dan ilmu itu harus bersandar pada Alquran. Ilmu-ilmu Allah itu Maha Luas dan bisa digali dalam Alquranul karim. Perbanyak baca Quran dan pelajari ayat-ayat Alquran, insya Allah akan diberi ketentraman lahir batin. Aamiin.
Mari sama sama kita masyarakat Aceh minum obat cacing biar sehat berfikir di 2024! Basmi kemiskinan kebodohan dari bumi Aceh, No Korupsi, Ambil alih Pertambangan, kehutanan / konsesi perkebunan, energy untuk kepentingan Rakyat Aceh
@Aceh Monyo hna ime nan nangroe Aceh bak pbb bhwasuku blah jeh gabong jeut saboeh ngara pane na wakanda, karna jioh sgolom nyan sit ka awai mrdeka wate suku blah jeh tingeh di jajah jet keu lamiet, di bngsa tanyoe negara melawan kana senjata meuriam. Brbuah-buah ipnget ngen bmbu rncing
Aceh Sudah Merdeka dari Belanda sebelum 1945 Dan meninggalkan semua aset ke Aceh. Perlu riset dari Belanda semua tentang aset Kerajaan Aceh yg seharusnya di Kelola oleh Pemerintah Aceh Sebagai bagian situs Sejarah. Sejarah Aceh yg kaya tidak boleh di hapus karena kepentingan.
Aceh (Samudra Pasee) pernah berhubungan baik dan bagian dari Khalifah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasi ini adalah keturunan al-Abbas paman dari nabi Muhammad SAW ☪️ https://t.co/SH6iTN2CHe