What is meant for you, will reach you even if it is beneath two mountains.
It might take a year, a month, a week, even a day, but if Allah has willed for it, it will always find its way.
- Rotasi posisi
- Ball Posession
- Regenerasi
- Kolektifitas
- High Pressing
- Mau belajar bahasa Indonesia
- Kalo lagi ga ngelatih paling ketangkep kamera lagi jogging
- Netizen ga kenal penerjemahnya
- Ga banyak babibu diluar lapangan
- Ga janji muluk muluk
- Aktif dipinggir lapangan selama pertandingan
- Ga ngambil spotlight ketum pssi diluar lapangan
JOHN HERDMAN Masterclass π₯
π¬ Saya selalu tertarik mengamati bagaimana sebagian penggemar menilai kebesaran sebuah klub.
Apabila kebesaran klub hanya diukur berdasarkan jumlah trofi Liga Champions (UCL) atau Liga Europa (UEL), maka definisi tersebut menjadi terlalu sempit dan mengabaikan berbagai aspek penting yang membentuk identitas sebuah klub.
Dengan pendekatan seperti itu, sejumlah klub yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah sepak bola justru tidak akan dianggap sebagai klub besar.
Padahal, kebesaran tidak semata-mata ditentukan oleh koleksi trofi Eropa, melainkan juga oleh sejarah yang panjang, pengaruh terhadap perkembangan permainan, kekuatan basis suporter, kontribusi bagi dunia sepak bola, serta kemampuan untuk tetap relevan dan kompetitif lintas generasi.
Mengenai penantian selama 22 tahun untuk meraih gelar liga, justru hal tersebut yang menjadikan pencapaian itu semakin bermakna.
Tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa sebuah klub kehilangan statusnya hanya karena mengalami periode yang kurang sukses.
Jika demikian, hampir seluruh klub besar di Eropa pernah mengalami fase yang dapat dianggap sebagai titik terendah dalam perjalanan mereka.
Menariknya, ketika sebuah klub akhirnya mampu mengakhiri penantian panjang dan kembali meraih gelar juara, sebagian pihak justru lebih memilih mencari alasan untuk meremehkan pencapaian tersebut daripada memberikan apresiasi yang layak.
Padahal, salah satu nilai utama dalam sepak bola adalah menghargai pencapaian, termasuk ketika pencapaian tersebut diraih oleh klub yang tidak kita dukung.
Pada akhirnya, trofi akan tetap tercatat dalam sejarah. Sementara itu, ejekan dan sindiran biasanya hanya bertahan hingga siklus perbincangan berikutnya.
Bukan begitu, bukan?! π€π
Kalau Arsenal kalah: "0 UCL wkwkwk."
Kalau Arsenal masuk final: "Runner-up doang."
Kalau Arsenal juara UCL: "Baru 1, kami udah 3/6/13."
Kalau Arsenal juara EPL: "Kami lebih banyak."
Kalau Arsenal unbeaten: "Era dinosaurus."
Kalau Arsenal treble: "Tapi nggak sextuple."
Jujurly, pendukung Arsenal tetap menikmati momennya. Mau ada yang balas "kami 13 gelar" atau "kami 7 UCL", ya monggo. Trofi yang baru diangkat tetap nggak berubah jadi hilang karena ada klub lain yang koleksinya lebih banyak.
Arsenalku sayang. β€οΈπ€
@Arsenal
#WeAreTheArsenal
Yang ramai jika semalam Arsenal menang :
- Goal Havertz harusnya di anulir, soalnya Trossard handball (insert screen capture)
- Cara menang UCL paling memalukan sepanjang massa, haramball, you name it
- PSG harusnya dapet penalti 2x, Saka handsball di kotak sendiri (insert screen capture)
Berhubung Arsenal semalam ga menang, jadi yaa yang ramai :
- Alhamdulillah timeline udah ga berisik lagi, PSG menyelamatkan sosmed
- Champions of Europe, you'll never sing that
- Bottled again, bottled again, bottled again
- Arsenal bisa apa tanpa PGMOL
- Emang mentalnya runner-up
- 0 UCL kalah sama Nottingham Forest
Musim lalu dan sebelumnya saat Inter gagal di final 2x berturut-turut, yang paling kencang bersuara tentu kubu rival. Tapi Ok karena itu bagian dari sepakbola.
Tapi kalo soal balas banter, kami cukup sederhana :
"Mau ngejek soal gagal juara UCL? Silakan aja. Yang penting kami masih punya kesempatan gagal di sana."
Mungkin ada yang lebih menyakitkan:
Nonton final UCL setiap tahun sambil berharap suatu hari klub sendiri bisa kembali ke sana.
Dan beberapa klub yang gak ikut UCL kadang malah lebih ribut. Sambil mengenang sejarah masa lalu nya.
@IDGoonerscom βοΈ secara resmi jadi fans Arsenal semenjak Ozil gabung. awal ngefans karena ada Ozil, setelah Ozil pergi ternyata masih nyantol sama clubnya π
10 tahun setelah merajai Premier League, Leicester City resmi turun ke League One.
Kecelakaan helikopter yg merenggut nyawa Vichai Srivaddhanaprabha benar mengubah nasib the Foxes.
Bukan hanya degradasi, 4 tahun terakhir mereka jg merugi s/d Β£200jt.
Namun mereka turun bukan tanpa catatan positif:
β Jordan James terpilih sebagai pemain muda terbaik Championship.
β Divine Mukasa memperlihatkan kualitasnya sebagai gelandang serang eksplosif.
β Luke Thomas & Hamza Choudhury menjelma jadi sosok senior yang bisa diandalkan oleh klub.
Sayangnya semua itu tidak cukup menyelamatkan The Foxes.
Klub yg mengingatkan dunia bahwa keajaiban itu masih ada, akan satu divisi dengan Wigan, Reading, dan Blackpool di 2026/27.
Katanya ada yang namanya "Red String Theory"
dua orang yang terhubung oleh benang merah tak terlihat, dan suatu hari pasti dipertemukan.
Dulu aku nggak terlalu percaya.
Aku orang Banyuwangi.
Istriku orang Banjarnegara.
Bahkan dari kampus pun kami sudah berbeda arah.
Dia mahasiswi UNDIP Semarang.
Aku mahasiswa UNEJ Jember.
Jaraknya jauh.
Dunianya juga beda.
Dia aktif di BEM, ke sana ke mari, hidupnya penuh agenda.
Aku? Kuliah pulang, kuliah pulang.
Kalau libur, ya di kamar⦠main game seharian.
Nggak ada irisan.
Nggak ada alasan untuk saling kenal.
Sampai tahun 2018.
Waktu itu aku masih kerja di Kantor Akuntan Publik, dan diminta handle klien di Purbalingga.
Aku berangkat dari Yogyakarta, naik mobil sama teman, tanpa tahu daerah yang akan aku lewati.
Di tengah perjalanan⦠kami melewati sebuah kabupaten: Banjarnegara.
Dan tanpa aku sadari, di salah satu jalan yang kami lewati,
aku pernah melintas tepat di depan rumahnya.
Rumah seseorang yang saat itu⦠bahkan namanya pun aku belum tahu.
Waktu berjalan.
3 tahun kemudian, Maret 2021
aku kembali ke tempat itu.
Bukan sebagai auditor.
Tapi sebagai laki-laki yang datang untuk meminang seorang wanita.
Wanita yang rumahnya⦠pernah aku lewati dulu, tanpa aku sadari.
Kalau dipikir sekarang,
hidup ini aneh juga ya.
Kita bisa sejauh itu,
hidup di kota yang berbeda,
bahkan sempat berada di titik yang sama⦠tanpa saling tahu.
Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu kita percepat.
Karena sejauh apa pun kita berjalan,
kalau memang sudah ditulis untuk bertemuβ¦
kita akan dipertemukan juga, di waktu yang paling tepat.
Dan seringnya,
kita baru sadar setelah semuanya terjadi.
Happy 5th Anniversary Bojo..
Sheβs my red string theory.
Kalau kamu?
pernah nggak merasaβ¦
sebenarnya kamu sudah sangat dekat dengan seseorang,
jauh sebelum kalian saling mengenal?
katanya karir pengen diangkat, tapi tahajud aja susah.
katanya hidup ingin dimudahkan, tapi bangun 2 rakaat sebelum subuh aja susah.
katanya rezekinya pengen dilancarkan, tapi sholat dhuha aja gak pernah.
katanya pengen ditolong Allah, tapi sholat wajib aja masih bolong-bolong.
1. iQOO 15R hari ini (25/2) resmi hadir di Indonesia. Ponsel performa terbaru iQOO itu menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 5. Pertama di Indonesia!
Kendati sebenarnya layak dikategorikan sebagai ponsel flagship, saya amati iQOO Indonesia lebih suka menempatkan iQOO 15R sebagai flagship killer. Maksudnya, dengan harga dan spesifikasi yang ditawarkan, ia siap menantang ponsel flagship yang dibanderol lebih mahal.
Ponsel itu tersedia dalam dua pilihan warna: 8-bit silver dan carbon black. Saya memakai varian pertama yang terkesan retro dan amat menyukai tampilan sisi belakangnya. Bak papan catur yang intensitas warnanya bisa berubah, bergantung arah paparan cahaya.
Berdimensi fisik 15,76 x 7,44 x 0,81 sentimeter dan bobot 206 gram, iQOO 15R amat nyaman digenggam. Dimasukkan ke dalam saku pun tak terasa mengganjal.
Soal kualitas rancang bangun alias build quality, menurut saya, ponsel itu layak diberi acungan jempol. Kukuh. Rangka logam, permukaan belakang kaca.
Layar AMOLED 6,59 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 144 Hz di iQOO 15R terbukti nyaman dipandang di berbagai kondisi pencahayaan.
Baterai 7.600 mAh BlueVolt yang dibenamkan ke ponsel itu membuat saya tenang beraktivitas. Pasalnya, sekali diisi ulang sampai penuh, ponsel sanggup bertahan hingga sehari semalam. Dua nomor selalu siaga di jaringan 4G/5G, ponsel aktif dipakai, bahkan fitur tethering juga rutin diaktifkan. iQOO 15R menjadi sumber internet untuk laptop atau tablet yang saya gunakan.
Terkait tethering dan koneksi internet, ada satu hal tambahan yang ingin saya ungkapkan. Poin ini biasanya jarang dibahas. Selayaknya ponsel kelas atas, iQOO 15R mendukung 4G Carrier Aggregation (CA).
Penjelasan βmerakyatβ 4G CA begini. Bayangkan penggawai berkendara di jalan selebar dua meter. Meski tidak ada polisi tidur, penggawai bakal kesulitan melaju kencang.
Lain waktu, dengan kendaraan yang sama, penggawai melewati jalan selebar enam meter. Mengebut bukan hal sulit dilakukan, bukan? Itulah kelebihan memakai ponsel yang mendukung 4G CA. Dengan paket internet yang sama, pengguna berpeluang memperoleh kecepatan lebih tinggi.
Apakah iQOO 15R gegas? Ehmmm⦠ini pasti pertanyaan retoris. Kegegasan ponsel jelas tak perlu disangsikan. Menjalankan banyak aplikasi, kemudian berpindah satu aplikasi ke aplikasi lain, dapat dilakukan dengan sangat lancar.
Oh ya, fitur kegemaran saya tersedia pula di iQOO 15. Yakni, inframerah untuk remote control televisi, AC, dan aneka perangkat elektronik.
#iQOO15R #FlagshipKiller #RelentlessPerformance
Istri halangan, semalam gue bilang nggak usah ikut bangun pas sahur. Tapi taunya dia bangun duluan dan nyiapin makanan, nemenin selama gue makan.
Pas gue kelar makan, dia bilang :
"Aku lanjut tidur ya".
Lantas gue samperin. Peluk dan kecup keningnya sambil bilang:
"Makasih ya sayang".
Insya Allah semua makanan dan minuman yang kamu siapin memudahkanmu masuk ke surga Allah kelak. Aamiin.