Bismillah, assalamu’alaykum temen2.
Gua mau nawarin nih beberapa masakan siap saji, tinggal digoreng atau dipanasin aja, gausah ribet ngiris bawang, ngulek sambel apalagi belanja ke pasar lg pandemi gini.
InsyaAllah HALAL, fresh, tanpa pengawet, dan dibumbui dengan rempah asli
Saya menunggu sampai sore, menunggu emosi ini reda supaya tidak terlalu emosi. Menjaga harkat, martabat, nama baik yang sudah jarang ada diantara kalian. Saya berusaha jujur dan adil kepada seluruh kaum nahdliyin, baik yang saya “asuh” dalam meningkatkan ekonomi maupun yang tidak saya kenal.
Saya dididik oleh Muhammadiyah, tapi saya banyak bergaul dengan nahdliyin karena NU ini lebih sungguh-sungguh menikmati kehidupan grass root nya. Saudara saudara ku ini lebih mudah dibina, lebih gampang disuruh dan lebih rajin menyimak melaksanakan omongan pemimpin.
Saya lihat sebuah foto yang sangat menyakitkan, muncul disaat yang sangat emosional.
- Sebegitu bosan kalian melarat, ingin berguna, dan seterusnya sehingga harus bertemu dengan musuh saudara kalian?
- Kalian ngapain kesana?
- Biaya siapa?
- Kenapa Presiden, kenapa kalian ga berorasi didepan IDF atau Rabin?
- Sudahlah kalian ke Gaza? Melayat saudara saudara kalian yang jadi suhada? Melihat anak anak saudara kalian yang yatim dan istri saudara saudara kalian yang menjanda?
- Apakah disana ada ahli tambang yang bisa kalian tanya setelah permintaanmu mendapatkan IUP dipenuhi?
- Bisakalah kalian sesumringah ini menghadapi saudara saudaramu yang sedang pengajian?
- Mana tampang bengismu terhadap pembunuh anak anak dan saudara saudaramu?
- Dimana marwah NU kamu tempatkan?
- Apa tujuan utama kunjungan kesana? Apakah untuk menjalin hubungan antarumat beragama, mempromosikan perdamaian, atau membahas isu-isu tertentu?
- Sudah konsultasi dengan siapa sebelum kalian kesana?
- Dengan siapa saja kalian bertemu selama di Israel? Apakah ketemu messianik dan belajar kemampuan manajemen mereka dibidang pelacuran yang merupakan salah satu PAD terbesar Israel?
- Ataukan mereka calon pembeli hasil tambang?
- Apakah kalian diutus membicarakan normalisasi?
- Apakah ada kesepakatan atau kerjasama yang terjalin hasil dari pertemuan tersebut yang menguntung NU?
- Bagaimana pendapat kalian terhadap kemerdekaan Palestina dan hak-hak rakyat Palestina?
- Bagaimana NU akan menyelamatkan mukanya dihadapan nahdliyin, rakyat dan internasional
- Bagaimana berharap khalayak percaya setelah berkali kali NU melakukan politik dua kaki, diantaranya ga berpolitik tapi jadi Menteri dan mendukung salasatu konsestan Presiden?
- Masih kah pengurus punya muka menghadapi pertanyaan kaum muda penerus NU?
- Kapan kalian berani mendatangi kami untuk diskusi? Ataukah hanya akan kirim Banser teriak-teriak persekusi?
- Menurut kalian, kalian itu hebat, pinter, berkuasa?
Bantu dulu saudaramu yang melarat sebelum jalan jalan !!
- Diskusi apa yang kalian lakukan dengan para pembunuh saudara saudara kali?
Pengajian kalian bubarkan, pembunuh kalian ajak cengkrama.
Eh, btw emang kapan kalian pernah turun kejalan bela rakyat? Dalam mimpi?
Malu, kalau bukan foto digital sudah saya robek-robek foto ini sambil minta ampun pada Allah.
Astagfirullah.
POLISI NEMBAK PEMAIN 🔫🇧🇷
Momen pasca laga Gremio Anapolis vs. Centro Oeste, saat anggota polisi menembak kiper Anapolis, Ramón Souza dengan peluru karet.
Anapolis berencana membawa masalah ini ke ranah hukum. Ramon langsung ditangani di mobile ICU.
APRESIASI KEPADA:
1. Zubakri
2. Dedi Saputra
3. Andri Agus Mulyana
4. Harjuna
5. Tri Wahyu Buwono
6. Yuda Firmansyah
7. Indra Tri Setiawan
8. Joko Andriyanto
9. Maizir Riyondra
10. Mugi Harjito
11. Muhammad Burhan
12. Sutrisno
13. Sofiyanto
14. Angga Suwandi Putra
Terima kasih telah mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di Wenzhou Dragon Boat Center hari ini.
Mengalahkan China, dalam olahraga tradisi mereka, di kandang mereka.
Kami bangga!
Bukan kemenangan yg dibutuhkan korban Tragedi Kanjuruhan dari Arema FC, melainkan keadilan. Berada pada barisan yg sama dlm memperjuangkan keadilan.
Lagian, kemenangan kalian itu hanya berharga tiga poin. Sama sekali tidak ada harganya di depan 135 korban yg kehilangan nyawa.
𝐓𝐫𝐚𝐠𝐞𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐧𝐣𝐮𝐫𝐮𝐡𝐚𝐧
Di atas altar Kanjuruhan Menjadi saksi kebengisan Ratusan nyawa yang meregang Akibat kepongahan sang tiran
Di tengah permadani hijau yang membentang Nyanyian suka berganti rupa Dihujani gas air mata Menjadikan bola seharga nyawa
Berbekal fanatisme buta Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah Agar para pemuda mengambil hikmah Betapa potensi tergadai sia-sia belaka
Menggoyang singgasana sang penguasa Agar tak bersembunyi dibalik kelalaian tahta Cuci tangan saling melempar kata Membiarkan si kecil terinjak sesak di dada Menjadi korban tak berdaya
𝙋𝙪𝙞𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖 𝙎𝙚𝙨𝙖𝙣𝙩𝙞 𝘿𝙞𝙖𝙣 𝙈𝙖𝙮𝙖𝙨𝙖𝙧𝙞
Time flies...
Untukmu, semua saudaraku, 135+ meninggal dunia dan ratusan lainnya korban selamat, maafkan aku dan teman-teman lainnya. Dalam setahun setelah malam kelam itu, kami semua belum bisa mewujudkan keadilan yang belum sedikitpun kalian dapatkan. Tetapi, kami akan melakukan semua yang terbaik untukmu dan untuk kita semua.
Untukmu, saudaraku yang telah pergi meninggalkan kami semua, pergilah dengan tenang, damailah dalam pelukan semesta.
Percayalah, kami akan terus berjuang untuk mewujudkan keadilan untukmu, yang akan hadir di masa yang akan datang. Negara masih berhutang kepada kita semua.
#1TahunTragediKanjuruhan #KanjuruhanBelumTuntas #DontStopTalkingAboutKanjuruhan
1 Oktober 2022 - 1 Oktober 2023🥀
Tepat 1 tahun yang lalu terjadi Tragedi Kanjuruhan, seluruh sepak bola dunia sebelum kick off silent momen untuk mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan🥺
Dan sampai saat ini belum ada keadilan🥀
135 bukan hanya angka. Jangan salahkan angin, karena kita tau siapa yang menembak gas air mata.
1 tahun dan cuma bisa terus berharap, karena keadilan di negeri ini sering kali gelap.
Doa untuk mereka yang telah tiada, doa untuk para keluarga.
#JusticeForKanjuruhan#UsutTuntas