Di tahun 50-an, 60-an, 70-an, 80-an, bahkan hingga sekarang, Indonesia punya kebiasaan buruk untuk membeli berbagai jenis senjata dari macam-macam negara dan manufaktur (yang juga berusaha untuk memiliki pengaruh di sini), membuat banyak senjata ini pada akhirnya hanya menjadi "penunggu abadi" gudang, karena ketika rusak, tidak ada layanan purna jual yang mumpuni, seperti ketersediaan spare parts... tapi di luar semua hal buruk tadi, Indonesia bisa membuat "small arms museum" paling "diverse" se-Asia Tenggara, atau bahkan di benua Asia ini, menampilkan berbagai senjata langka yang berhasil tiba di Indonesia dari era-kerajaan Nusantara, era-kolonial, era-perang dingin, hingga era-modern.
@OscarDarmawan Message yg mau disampaikan sebenarnya bukan tentang layanan polisinya, tapi tentang kenalannya yg seorang Jenderal Polisi. Sekian dan terimakasih
Demo bawa granat dan senapan, cukup menyeramkan memang jika kita melihat situasi demonstrasi di Thailand, yang terjadi di masa (relatif) lampau. Di sana masih berserakan persenjataan bekas perang yang sering kali jatuh ke berbagai tangan, termasuk demonstran yang kadung jengkel.