momen ahli MBG kena skakmat hakim:
Ahli MBG DPR (Parulian): Yang Mulia, di Finlandia dan Swedia, makan siang gratis itu hak subjektif setiap siswa, didanai penuh oleh pajak. Di Inggris hanya untuk kelompok penerima manfaat tertentu. Prancis dan Italia mengombinasikan subsidi negara dengan iuran orang tua dan standar gizi ketat. Bahkan di Jepang, makan siang jadi bagian kurikulum pendidikan lewat Gakkou Kyushoku. Brasil mencantumkan hak atas makan dalam konstitusinya, India lewat putusan MA sebagai hak dasar hidup.
Hakim MK (Saldi Isra): Saya singkat saja, tapi dijawab langsung ya, Pak Doktor Parulian. Dari negara-negara yang tadi Bapak jadikan komparasi, ada enggak di konstitusinya yang menentukan mandatory spending 20 persen untuk pendidikan? Tolong dijawab, Pak.
Ahli MBG DPR (Parulian): Tidak ada, Prof.
Hakim MK (Saldi Isra): Oke, terima kasih, saya tidak melanjutkan pertanyaan saya.
Intinya Saldi menskakmat dengan satu pertanyaan perbandingan Parulian dianggap tidak setara karena Indonesia punya kewajiban konstitusional 20% anggaran pendidikan yang tak dimiliki negara-negara pembanding tersebut.
Engga malu ka! Skrg gapapa kemana mana sendiri, Soalnya nanti aku kemana mana bakalan ditemenin sama istri yang shaleh, cantik, dan pinter. Minta doanya aja yaa! Lagi di usahain.
Raditya Dika ke Garry Ang: "Kalau lu mau pulang dari nongkrong biasanya gimana caranya?"
Ternyata di circle mereka punya istilah khusus bernama "ninja", yaitu pulang diam-diam tanpa pamit ke semua orang. Tapi ini bisa dilakuin kalo tongkrongannya udah berlangsung lama, apalagi kalau suasananya santai atau sedang acara minum-minum.
Satu per satu orang menghilang sampai akhirnya baru sadar kalau jumlah yang tersisa sudah jauh berkurang.
Ada yang terapin sistem 'ninja' ini juga ga kalo lagi nongkrong?