Abis jenguk teman yang lahiran beberapa bulan lalu.
Pas sampai rumahnya, dia sungkan-sungkan karena berantakan banget. Aku santai aja.
Kasih pesanan dia (sebelum ke sana aku tanya lagi pengin apa + beli buat diri sendiri biar dia nggak repot ngejamu), lalu ngobrol.
Aku sengaja nggak nanya mana bayinya. Aku biarin dia cerita. Sambil santai, aku sedikit-sedikit beberes yang ada di jangkauan tanganku. Dia nggak sadar karena lagi ngobrol.
Eh, bayinya nangis. Aku minta dia masuk kamar setelah izin masuk dapur buat nyiapin beberapa makanan yang aku beli.
Lihat dapurnya, aku paham karena aku alumni PPD. Aku bersihin sebisaku. Cuci piring dan alat masak. Nggak buka kulkas karena nggak sopan.
Dapur aja yang kurapiin. Balik ke ruang keluarga, aku ambil sapu, rapiin sedikit-sedikit.
Mayan 20–30 menit.
Selesai ngASI, dia keluar dan nangis lihat rumah rada bersih. Aku biarin dulu aja. Pakai masker, aku gendong bayinya.
Dia tenang, aku ambilin makanan buat makan bareng. Main bentar sama bayinya, aku pulang dengan sangat happy.
Sebelum nge-judge suaminya, suaminya tanggung jawab banget. Pulang kerja, suami yang beres-beres, nyiapin makan malam, dan istrinya istirahat.
Aku berharap rumahnya tadi sedikit rapi. Sehingga pas suaminya pulang, mereka bisa sama-sama istirahat tanpa pusing lihat rumah.
Tulisan ini dibuat bukan buat riya, insyaAllah. Allah yang menggerakkan hati dan fisik aku buat bantu.
Tapi memang ada harapan untuk menormalisasi nggak ngerepotin ibu habis melahirkan. Mau itu anak ke-1 atau ke-12, mau si ibu kaya raya sampai ART-nya banyak.
Kita tahu bahwa melahirkan itu capek. Baby blues bahkan PPD tetap bisa dialami meskipun ibu ada di kondisi ideal.
Semoga Allah mudahkan kita jadi support system yang baik yaaa.
Kalau kalian punya teman yang baru melahirkan, menurut kalian bantuan kecil seperti beberes rumah lebih berarti daripada sekadar datang menjenguk?
KATANYA WAJAH KITA UDAH ALLAH DESIGN KHAS UNTUK DISUKAI JODOH KITA. BAHKAN KEKURANG YANG KITA MILIKI YANG MUNGKIN ORANG LAIN GASUKA JODOH KITA BISA NERIMA SEOLAH OLAH ITU HAL BIASA KARENA MEMANG DIDESIGN UNTUK JODOH KITA. Jadi gausah insecure ya guys..
YA ALLAH AKU SUKA BELI JAJAN, AKU SUKA BELI MAKEUP, AKU SUKA BELI BARANG BARANG LUCU LAINNYA. TOLONG LIMPAHKANLAH REJEKI UNLIMITED SEPERTI DERASNYA AIR ZAMZAM. AAMIIN YA RABBAL ALAMIN..
ada yang disumpahin mati sama ribuan orang tapi ga mati-mati juga. kalo gitu ganti sumpahnya, sekarang aku mau kamu hidup. hidup selamanya melebihi keturunanmu. biar nanti kamu hidup hanya dengan tengkorakmu. menarik nafas setiap hari dan berharap mati. layaknya kami saat ini.
Mendoakan yang terbaik untuk teman-teman yang udah punya anak in this economy karena gue yang belum punya anak aja udah ngos-ngosan banget bayar tagihan ini itu... Nggak kebayang. Semoga temen-temen diberi rejeki yang banyak.
@kangbedahhh Jaman aku sd klo ada cewe yg (maaf) payudr nya bigsize dia pasti malu ga pede jd suka nutup2in bagian itunya. Jaman skrg malah di umbar2 gtu yaa, miris juga😢
“Seandainya hari ini Engkau hanya menerima satu doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negeri kami, karena doanya pasti akan berdampak kepada segenap dan seluruh warga bangsa dan negerinya”
Ya Allah jangan ya Allah 😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃
Gue deserve tinggal di negara 4 musim dan selimutan di sofa ongkang-ongkang kaki nikmatin fireplace di ruang tamu sambil liatin salju turun di luar jendela.
manifesting punya pasangan yang didikannya bukan cuma bikin anaknya pintar, tapi juga lembut, penyayang, respectful, dan tau cara memperlakukan orang lain dengan baik.
karena menurutku anak itu belajar bukan cuma dari sekolah, tapi terutama dari rumah. cara dia ngomong, bersikap, memperlakukan orang lain sebagian besar adalah hasil dari apa yang dia lihat dan rasakan sejak kecil.