UI, UGM sudah di black list oleh beberapa warga yang anaknya sudah pasti tidak akan lolos seleksi. Daftar black list kampus akan bertambah mengingat ITB hari ini juga turun ke jalan. Dalam dunia pergerakan, jika ITB sudah turun ke jalan, itu artinya kondisi negara memang tidak baik baik saja. Mereka terkenal cukup eklusive dalam berdemo. Hanya issue issue krusial saja yang membuat mereka memutuskan berhenti belajar sejenak dan turun ke jalan.
Ketua KM ITB Nahdah Nabillah HR menilai kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan sejumlah persoalan mendasar yang berakar pada tata kelola pemerintahan. Dikutip dari IDN Time, Ada 4 tuntutan yang dikemas dalam demo yang bertajuk Menggugat Negara Kilat Rakyat Sekarat.
1. memperkuat tanggung jawab fiskal melalui tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan membuka ruang partisipasi publik secara substantif.
2.menghadirkan kebijakan strategis yang mendukung industrialisasi berbasis riset dan manufaktur agar Indonesia memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
3. melakukan evaluasi internal terhadap berbagai program pemerintah sekaligus memperbaiki sistem komunikasi publik agar kebijakan yang diambil dapat dipahami masyarakat.
4.memastikan setiap program strategis disusun berdasarkan kajian dan riset yang matang.
Sebab, menurut KM ITB, sejumlah program yang berjalan saat ini terkesan dilaksanakan secara terburu-buru dan belum sepenuhnya mengedepankan prinsip good governance.
Tanggal 15 Juni 2026, saat MBG digugat ke MK, BGN melakukan RDPU dengan Komisi IX secara tertutup. Ternyata Tahun Anggaran 2027 mereka akan tetap menggunakan anggaran pendidikan.
Fix harus dilawan.
*Paparan aslinya menggunakan wajah anak, saya buramkan.
Bloomberg mempublikasikan artikel menarik dengan judul yang menggugat tanya: Bagaimana Lingkaran Presiden Prabowo Membuat Investor Resah?
Ada lima poin penting dari artikel Bloomberg yang bisa kita rangkum, antara lain,
Kepanikan Pasar dan Ancaman Pelemahan Rupiah
Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan hebat setelah nilai tukar Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah darurat berupa intervensi pasar dan kenaikan suku bunga untuk meredam kepanikan.
Bloomberg mencatat bahwa ketakutan terbesar di kalangan elit pemerintah saat ini adalah skenario terburuk jika Rupiah terus melemah hingga menyentuh angka Rp20.000 per dolar AS. Jika hal itu terjadi, hiperinflasi dan lonjakan beban utang negara dalam dolar tidak bisa dihindari, yang berpotensi memicu eksodus besar-besaran dana investor asing.
========
Dominasi "Hambalang Boys" di Lingkaran Presiden
Terjadi pergeseran kekuatan di ring satu Istana dengan munculnya kelompok ajudan muda yang dijuluki "Hambalang Boys". Kelompok ini dulunya hanya bertugas mengurus jadwal, tetapi kini memiliki kekuatan luar biasa untuk mengontrol arus informasi ke Presiden. Kelompok ini bahkan tak segan memotong pembicaraan birokrat senior di depan umum.
Bloomberg menyebutkan bahwa dinamika arus informasi ini diperparah oleh karakter Presiden yang dikabarkan tidak suka mendengar kabar buruk. Sehingga para bawahan kerap menyaring informasi krusial agar tidak memicu kemarahan. Akibatnya, Presiden sering kali mengambil keputusan strategis berdasarkan informasi yang tidak utuh atau masukan sepihak dari lingkaran terdekatnya ini.
========
Sindrom "TACO" dan Kebijakan yang Impulsif
Gaya pembuatan kebijakan saat ini dinilai sangat impulsif, jauh berbeda dengan era Jokowi yang terbiasa membahas detail regulasi berjam-jam bersama para menteri dan pakar. Kalangan pebisnis di Jakarta bahkan menyebut pemerintahan sekarang mengidap sindrom "TACO" ala Donald Trump, yakni kecenderungan untuk membatalkan kebijakan secara mendadak jika dirasa terlalu mengundang penolakan.
Contoh nyatanya adalah penutupan mendadak gerai mewah Tiffany & Co. atas dugaan pelanggaran impor, yang langsung dibuka kembali dua hari kemudian setelah menuai kebingungan publik dan cecaran birokrasi. Inkonsistensi semacam inilah yang paling dibenci oleh pasar, karena investor bisnis sangat membutuhkan kepastian hukum dan arah eksekusi yang konsisten
========
Goyangnya Kursi Menteri Keuangan
Posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini sedang berada di "kursi panas" karena gaya komunikasinya dinilai sering mengasingkan investor internasional. Di tengah desakan pasar, Indonesia disebut sangat membutuhkan sosok Menteri Keuangan yang kredibel dan berani berkata "tidak" kepada Presiden demi menjaga pilar disiplin fiskal negara.
Rumor perombakan kabinet pun berhembus kencang, dengan nama Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin santer dibicarakan sebagai kandidat kuat pengganti Purbaya. Bahkan, sumber-sumber Istana menyebut sedang disiapkan skenario "soft landing" bagi Purbaya untuk dipindahkan menjadi petinggi BUMN atau Gubernur BI agar pergeseran ini tidak terlalu memicu kepanikan tambahan.
========
Beban Proyek Raksasa dan Taruhan Ideologi Ekonomi
Pemerintahan baru ini sangat berambisi mengeksekusi program-program raksasa yang sarat warisan ideologi keluarga, seperti makan bergizi gratis dan pembentukan sovereign wealth fund (Danantara). Sayangnya, eksekusi di lapangan sering kali tersandung masalah fundamental, seperti pemecatan petinggi program makan gratis akibat dugaan korupsi yang kemudian malah digantikan oleh sosok tanpa pengalaman mengelola anggaran triliunan.
Meskipun Danantara baru-baru ini sukses meraup $1,5 miliar dari obligasi global dan dukungan masyarakat akar rumput masih kuat, ketidaksiapan manajerial ini dilihat sebagai bom waktu oleh kalangan elite. Pada akhirnya, pasar/investor sebenarnya bisa menoleransi kebijakan yang sulit, asalkan pemerintah mampu mengomunikasikannya dengan transparan dan meminimalisasi ketidakpastian.
========
Secara umum, kita bisa menangkap bahwa PR terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan dan mengeksekusi program yang bagus. Tetapi juga mengembalikan kepercayaan dengan eksekusi yang konsisten, transparan, dan tidak reaktif.
Pertanyaannya sekarang, apakah wajar investor merasa resah dengan dinamika kebijakan ekonomi Indonesia, atau semua ini sekadar fase adaptasi pemerintahan baru saja?
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
Pantesan nggak ada TNI ternyata demo buzzer, duit pajak di pake buat bayar buzzer demi program laknat, lahan basah koruptor
Dari demo buzzer ini, fix guys, MBG HARUS STOP, koruptor nggak mau kehilangan lahan basahnya
MBG/ KOPDES HARUS STOPPP
#demo#indonesiagelap
Kenapa Dubes ditemui sama Seskab? π€¨
Menteri Luar Negeri gak ada?
Wakil Menteri Luar Negeri? Ada satu, dua, tiga loh wakilnya?
Itu empat orang gak bisa semua?
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang dehβ¦
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semuaβ¦
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
Vietnam nggak punya Bali.
Vietnam nggak punya Raja Ampat.
Vietnam nggak punya Borobudur.
Vietnam nggak punya Lombok.
Vietnam nggak punya Labuan Bajo.
Tapi turis asing yang dateng ke Vietnam tahun lalu lebih banyak dari Indonesia.
Singapura luasnya cuma segede Jakarta Selatan. Tapi turis asingnya ngalahin kita.
Thailand? Hampir 3x lipat kita.
Dan Menteri Pariwisata kita,menteri TERKAYA di kabinet, harta Rp5,4 triliun, dateng ke DPR minta tambahan anggaran Rp1,99 triliun buat "dorong pariwisata."
Hasilnya?
Di ASEAN, kunjungan turis asing ke kita: nomor 5 dari 10.
Jadi pertanyaannya bukan soal potensi alamnya.
Potensinya udah jelas ada. Masalahnya ada di mana?
Biar kelen ga menyepelekan keluarga Jokowi.
Dan juga pergerakan gibran sebagai Wapres Prabowo.
Gue akan spill record kemenangan Jokowi dari tahun 2005
2005 => nyalon walikota solo (menang)
2010=> nyalon dua periode solo (memang 90% suara)
2012-=> nyalon gubernur DKI (menang)
2014=> nyalon presiden (menang)
2019=> nyalon presiden lagi (menang lagi)
2024=> memenangkan anaknya
Artinya apa? Jokowi tidak pernah kalah dan belum ada catatan kalah saat pemilu langsung.
Dan sejak tahun 2012, konsultan politiknya masih sama sampai ke Gibran.
Jadi jangan pernah membiarkan Gibran mendapatkan panggung.
MBG Mengalir Sampai Atas Seperti temuan-temuan liputan Tempo, proyek makan bergizi gratis menjadi ladang korupsi. Bancakan Gizi Nasional.
#KartunMajalahTempo
Menkomdigi bilang demo 12 Juni cuma "ilusi algoritma" , konten di timeline katanya tidak cerminkan realitas.
Tapi 4.151 personel Polri+TNI yang dikerahkan ke lapangan itu ilusi juga, Bu?
Kalau demonya fatamorgana , kenapa butuh skala pengamanan sebesar itu buat menghadang orang di jalan?
Reformasi 1998 lahir justru untuk hapus Dwifungsi ABRI ,supaya tentara kembali ke barak, bukan turun hadapi rakyat sipil.
12 Juni 2026: TNI blokade Jl. Sudirman, pukul mundur massa di Halte Tosari.
https://t.co/uAYbQIu3Mx catat sendiri: pertama kali pasca-Reformasi tentara hadapi demo secara langsung.
Terjadi di era siapa? Silakan jawab sendiri.
Waktu rupiah tembus Rp18.045 di 4 Juni β "faktor global, bukan salah kami."
Waktu rupiah menguat β "kerja keras pemerintah."
Padahal https://t.co/0oxJUTcFBv (12/6): rupiah menguat karena BI naikkan suku bunga jadi 5,50%.
JawaPos (16/6): rupiah menguat karena AS-Iran berdamai, harga minyak dunia turun.
BI itu independen.
AS-Iran juga bukan bawahan Pak Prabowo.
Jadi kalau dirangkum:
Demo rakyat β "ilusi algoritma."
TNI di jalan sipil β "cuma bantu Polri."
Rupiah jelek β "faktor global."
Rupiah bagus β "kerja keras pemerintah."
Logika yang sama tidak bisa berlaku empat arah sekaligus.
Itu bukan komunikasi publik. Itu sulap.
Di Mulai dari Malang
Ketua DPRD Kota Malang, Ibu Amithya RS menerima aspirasi Rakyat dan TEGAS akan memberhentikan Program MBG di Kota Malang yg mencederai kepercayaan rakyat terhadap Pemerintah
Malang sdh yang lain kapan
Berhentikan MBG π₯π₯π₯
#salamwaras
Wacana MBG distop, yang ngamuk:
- Siswa β
- Orang tua siswa β
- Guru β
- Dapur SPPG β
- Yayasan yang punya SPPG β
- BGN β
- Pejabat β
- Presiden β
Jadi program MBG ini buat siapa???