Waktu pembangunan Emirates, Wenger juga andil sebagai "arsitek", dia ikut atur detail kecil kayak ruang ganti tanpa sudut biar tim berasa lebih nyatu, langit2 akustik biar instruksinya kedengeran jelas ke semua pemain, bantal di bangku kayu biar bantu sirkulasi darah pemain, sampe mastiin nggak ada pilar tribun yg bisa halangin pandangan penonton🥺
Dia harus nanggung beban utang stadion, awalnya harus lunas 14 tahun, baru direstruktur jadi 30 tahun biar cicilan tahunan turun.
Ditambah board neken wajib lolos UCL demi duit bayar utang dengan pemain alakadarnya, dan harga tiket naik yg bikin fans marah jga ke Wenger.
Makanya ini masa terberat dalam karirnya. Dia arsitek rumahnya, penjamin utangnya, penjaga syarat banknya, penjual pemain kesayangannya, sasaran amarah fans, dan orang yg diakhir harus pergi.
But that's life🥺👍
Legacy nya abadi dan sekarang anak anak kesayangannya satu persatu mulai jadi pelatih top dan beberapa jd pelatih potensial❤
🚨 Saat Arsenal Membangun Emirates Stadium, Bank Meminta Satu Hal dari Arsene Wenger
Ada cerita menarik dari Arsene Wenger yg mungkin sudah banyak dilupakan.
Saat Arsenal membangun Emirates Stadium dengan biaya sekitar £390 juta, bank meminta Wenger menandatangani komitmen sebagai bagian dari syarat pembiayaan proyek tersebut.
Alasannya sederhana: bank membutuhkan konsistensi secara teknis agar Arsenal tetap punya peluang untuk membayar kembali pinjaman mereka.
Wenger bahkan mengatakan:
“Do you want me to say how many clubs I turned down during that period?”
Intinya, komitmen Wenger kepada Arsenal saat itu bukan cuma soal bertahan sebagai manajer. Dia mengaku menolak sejumlah tawaran dari klub lain dan tetap bertahan ketika klub sedang melalui periode yg sangat sulit.
Bertahun-tahun kemudian, ketika fans mulai menuntut perubahan karena Arsenal gagal memenangkan liga, Wenger mengingatkan bahwa dirinya sudah memilih untuk bertahan ketika situasinya tidak mudah.
“I did commit and I stayed.” - Arsene Wenger
Wenger harus menerima tekanan, menjual pemain-pemain yg dia sayangi, kehilangan pemain terbaiknya satu persatu karena Arsenal belum mampu bersaing secara finansial. Membangun ulang tim berkali-kali dengan uang yg terbatas.
Dan ketika rival-rivalnya bisa menghabiskan uang untuk mendatangkan pemain baru, Wenger harus tetap mencari cara agar Arsenal terus bersaing dengan pemain akademi.
Dia bertahan, dia membangun, dia menanggung tekanan. Sampai akhirnya, setelah bertahun-tahun menjadikan Emirates sebagai rumah baru Arsenal.
Satu trofi Premier League sudah hadir di rumah yang dulu kamu bangun. Semoga suatu saat nanti, satu trofi yang dulu tak berhasil kamu dapatkan di final 2006 juga bisa hadir di sana untukmu.
One only Arsene Wenger ❤️
@gyoatza betul. padahal pengeluarannya mostly basic needs. makanya kadang kepikiran tar kalo emg nanti punya suami dan anak, harus income brp supaya mencukupi semuanya
@Ifeeli8or dan bukan berhenti bertanya lalu kaya mengabaikan, tp lebih ke "oh ok ini diluar batas kemampuan aku untuk mengerti sekarang."
dan maybe di lain waktu saat dijelaskan orang lain, aku bisa mengerti.
@Ifeeli8or@sourscism yesssss!! ketika baca terjemahan alquran, kadang ada kalanya bertanya, "kok gini?" "kok gitu?" "ini ga make sense"
sampe akhirnya teringat kata siapa lupa, pokonya, "ada saatnya kita harus berhenti bertanya. ga semua hal bisa dinalar pake logika."
and i stop questioning