When you don’t destroy your enemy but you change them, ultimately their convictions, and the act of changing itself is actually just an alternative form of annihilation. Well, ironic, innit?
let’s normalize not calling those incompetent tyrants ‘pigs’. pigs are the most misunderstood highly intelligent empathetic sentient beings.
they are nowhere near those qualities.
indonesia juga punya propaganda pangan seputar susu sapi yang udah dijadiin political wheel kayak gini dari zaman orba, yang ujung-ujungnya cuma jadi blunder terbesar dalam sejarah pangan indonesia, bahkan jadi petaka buat kemajuan pangan lokal.
namanya 4 sehat 5 sempurna.
para predator poser ngalcerngan ini ga akan jauh-jauh dari abuse of power, mereka akan memaksimalkan daya relasi kuasa yang mereka punya just to get away with everything.
betapa yg paling koar2 ttg maksi gratis bergizi justru yg paling ga update ttg prkembangan ilmu gizi —bahwasannya 4sehat5sempurna itu udh lama ditinggalkan krn udh gak mengakomodasi pemenuhan gizi seimbang dan diganti dg konsep Isi Piringku. indonesia menuju gizi buruk ini mah.
meski perannya penting dalam historiografi aceh & indonesia modern, keumalahayati adl sosok yang amat samar.
jangankan bahwa ia membunuh de houtman, keberadaannya pun tak dapat dikatakan dg pasti, krn memang tiada catatan/bukti tentangnya, baik dari abad 16, 17, 18 bahkan 19.
Dian Sastrowardoyo wearing a straw hat pirates brooch while attending the World Premiere of Woo Ming Jin’s ‘THE FOX KING’ at the 50th Toronto International Film Festival. #TIFF50
dadaku sesek bgt setiap inget 3000++ dari kita masih ditahan & belum pulang. tapi takutku berlipat2 ketika kawan2 yg dikriminalisasi itu perempuan
temen2, kita gak boleh berhenti sampai setiap dari kawan2 kita pulang. pedro, syahdan, laras dan 3000 kawan lainnya harus pulang 😥
dadaku sesek bgt setiap inget 3000++ dari kita masih ditahan & belum pulang. tapi takutku berlipat2 ketika kawan2 yg dikriminalisasi itu perempuan
temen2, kita gak boleh berhenti sampai setiap dari kawan2 kita pulang. pedro, syahdan, laras dan 3000 kawan lainnya harus pulang 😥
It’s shameful to see international media framing Nepal’s Gen Z protest as merely against the social media ban. That’s not what it is about. The protest was—and still is—against a corrupt system, unchecked government privileges, and years of exploitation. Reducing it to just the ban is dishonest and insulting to the movement.
@BBCWorld@nytimes@guardian@dwnews@washingtonpost@CNN@Reuters