Monster Pabrik Rambut punya ide jelas dengan mengkritik apropriasi kultur kerja berlebihan dan memandang manusia hanya sebagai mesin. Sayang, plotnya sangat tipis sehingga terasa hampa.
https://t.co/6j2vTxVTMq
Serial Spider-Noir menyuguhkan eksplorasi menarik dan bahkan punya detail penawaran pewarnaan hitam-putih untuk memberikan pengalaman sinematik yang lebih imersif.
Mengikuti Nicholas Cage menginvestigasi kejahatan New York pun sayang buat dilewatkan.
https://t.co/mkTGKD4VgK
Serial Spider-Noir menyuguhkan eksplorasi menarik dan bahkan punya detail penawaran pewarnaan hitam-putih untuk memberikan pengalaman sinematik yang lebih imersif.
Mengikuti Nicholas Cage menginvestigasi kejahatan New York pun sayang buat dilewatkan.
https://t.co/mkTGKD4VgK
VATERLAND : OR A BULE NAMED YANTO
Menyoroti suka duka menjadi individu yang punya double citizenship/mixed race juga konflik belonging yang membatin , VATERLAND memiliki konteks yang personal lewat subjeknya dengan angle yang jarang diangkat dan juga rasa keterasingan yang sendu.
Yanto adalah pemuda berdarah campuran German - Indonesia yang pulang ke kampungnya di Jogja. Film menangkap momen-momen Yanto dengan perasaan gamangnya napak tilas keluarganya di Jogja. Nuansanya homey, heartfelt meski (sayangnya) masih diidentikkan dengan warna kusam-sepia dalam deskripsi visual ke-Indonesia-annya. Di samping itu pemilihan talent lokal yang berbakat akting baik juga fasih dalam bilingual mampu mnambah aspek believabilities yang diperlukan.
Penuturan narasinya sejuk dan tidak judging dengan tema sensitif yang diangkatnya. Penempatan angle subjeknya memungkinkan 'rasa' film bisa dirasakan & relate ke penonton foreigner dan juga bisa mengundang empati segmen penonton umum.
VATERLAND menyisakan aftertaste sekaligus menggugah soal value "rumah" , akar leluhur, juga jalan hidup yang berbeda yang harus dialami mereka yang hidup dalam kewarganegaraan ganda.
Penerima penghargaan Canal+ di Cannes tahun ini, bisa ditonton di https://t.co/CpInUSxNrw ( sekarang sudah region locked, mungkin bisa ditembus dengan vpn)
Nah, ini salah satu film dari Cannes yang dapat ulasan tertinggi dari para kritikus: Teenage Sex and Death at Camp Miasma.
Dari sutradara I Saw the TV Glow, Jane Schoenbrun dan dibintangi oleh Hannah Einbinder (Hacks) dan Gillian Anderson (The X Files).
Robert Pattinson bakal memerankan Chris Hansen, pembawa acara televisi dokumenter kriminal Amerika tahun 2000-an, To Catch a Predator. Film ini akan berjudul Primetime yang juga dibintangi oleh penyanyi Phoebe Bridgers.
Acara ini pun mendapatkan tanggapan beragam karena pihak televisi dianggap mendahului investigasi tanpa turut serta polisi. Apalagi, ada satu kejadian saat salah satu predator mengakhiri hidupnya saat pengambilan gambar. Semua ini pun dibahas dalam film dokumenter "Predators".
Beberapa penghargaan lainnya di Festival Film Cannes 2026:
Aktor Terbaik: Emmanuel Macchia dan Valentin Campagne (Coward)
Skenario Terbaik: Emmanuel Marre (A Man of His Time)
Un Certain Regard: Everytime (Sandra Wollner)
Camera d'Or: Ben'Imana (Marie Clémentine Dusabejambo)
Festival Cannes 2026 ditutup semalam.
Dalam festival ini, sineas-sineas tersohor mulai dari Ryusuke Hamaghuchi, Pedro Almodovar, Pawel Pawlikowski, Asghar Farhadi, hingga Hirokazu Kore-eda berkompetisi untuk penghargaan paling prestisius, yakni Palme d'Or.
Beberapa karya mendapatkan respons yang lebih terbagi. Bitter Christmas karya Pedro Almodóvar masih terasa kehebatan sang sineas walau kualitasnya di bawah pendahulunya.
Kami tertarik dengan Hope karya Na Hong-jin. Film fiksi-sains blockbuster yang mengejutkan hadir di Cannes.