Burnout tapi seru sih. Anggepannya lagi dapet challenge untuk belief system sendiri. Trus dapet sarana belajar gratis juga. Oke harus serius garapnya. Gotta own that shit leh~
@ayaelectro I have followed your work through linkedin for few years now, and noticed that you worked few times with my lecturer Bu Cempaka. Congrats for the new position Mbak! Keep up the good work!
@riesiteng@ayaelectro Jbjb ya kak, apa saja faktor penarik dan pendorong keputusan untuk jadi teroris, pola pikir ideologis spt apa yg membentuk perilakunya, bagaimana mengidentifikasi dan melaksanakan deradikalisasi agar bisa bergabung kembali dgn warga.. banyak :)
You cannot:
Work full time, raise children, keep a spotless home, show up fully in your marriage, maintain friendships, stay fit, build wealth, read books, pursue hobbies, serve only home cooked meals, answer every email, and still make the 3:30 school pickup.
That standard was created to keep you exhausted and blaming yourself. Let it go.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Ini.. bukan ga percaya rejeki udh diatur Allah. Tapi kan harus usaha dulu, cari kerannya lewat mana trus kita buka. Pekara seberapa deres keluarnya itu Allah yang atur. Jd bukan ongkang2 kaki dikira duit jatoh dr langit sendiri.
Bagaimana jika konsepnya Rezeki ternyata adalah,
- rezeki memang sudah diatur (ditempatkan, disediakan) untuk diri kita di berbagai tempat dan peluang.
- namun, balik lagi ke kita mau berusaha ngambilnya atau enggak, memantaskan diri atau enggak.
Jadi mungkin saja, Allah sudah menuliskan bahwa rezeki kita aslinya punya harta 10 miliar sampai meninggal, atau bisa kuliah ke luar negeri.
Namun, karena kita enggan berusaha, sekolah/kuliah males2an, ada peluang mager ambil, dsb, ya akhirnya hidupnya gitu2 aja. Gak sampe kemana2.
Makannya kan dijelaskan bahwa Allah sudah menjadikan bumi mudah bagimu, berjalanlah ke segala penjurunya, makan sebagian dari rezeki-nya.. Serta seringkali ditanya, Tidakkah kamu berpikir? Wahai kaum yang berakal?
Namun kalo kita mager, ga mau mikir, mau gimana? kayak tau ada rambutan di teras rumah tapi males metiknya.
Malah nanti pas di hisab, malah ditanya, "udah dikasih badan yang sehat, waktu yang luang, kenapa dimubazirkan?"
Lagi nonton the Cleaning Lady trus baru tau kalo Adan Canto udah meninggal???? Ehhhh??? Well idk why it gives me uneasy feeling. Jd batal lanjut lah :(