Dimana tempat ternyaman disaat hancur2an?
GW : Rumah Sakit.
Gw pernah merasa bener-bener hancur, gw nyetir muter2 kota hampir 2 jam.
Gw mampir sholat di mesjid.
Trus muter2 lagi ga ada tujuan.
Akhirnya gw lewat Rumah Sakit.
Gw masuk ke parkiran.
Trus gw jalan aja ke dalam.
Dengan mata sembab gw tanya Security.
ICU dimana?
Dengan ramah pak Satpam mengarahkan gw ke ICU.
Gw duduk di kursi tunggu ICU.
Nangis sendirian.
Berjam-jam.
Bersama keluarga pasien yang juga sedang menangis.
Bedanya, mereka menangisi keluarga yang sakit.
Gw menangisi diri sendiri yang sedang 'sakit'.
cc:threadqurrotaqueen_azila
Perkenalkan Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia.
Gelarnya mentereng: S1 Ekonomi-Sosiologi dari University of Manchester, S2 Teknologi Lingkungan dari Imperial College London dengan beasiswa LPDP , uang pajak rakyat , kursus di Harvard.
Setelah lulus, ia mendirikan LSM energi hijau dan jadi Direktur Eksekutifnya selama 3 tahun.
Tidak ada satu hari pun pengalaman di sektor perdagangan.
2019: ia maju caleg DPR dari Dapil Jawa Timur X ,Gresik dan Lamongan, wilayah basis politik ayahnya, Satya Widya Yudha, anggota DPR Golkar 2 periode yang sebelumnya mewakili dapil serupa. Partainya sama. Jaringannya sama. Ia menang dengan 48.377 suara.
Di DPR, ia masuk Komisi VII , bidang energi dan riset. Bukan perdagangan.
2024: ia nyaleg lagi dari dapil yang sama. Dapat 64.091 suara. Tidak lolos.
Tapi sebelum nyaleg, ia sempat jadi Jubir Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
Aktif berkampanye.
Tampil di mana-mana.
Dua minggu setelah Prabowo dilantik: Dyah Roro Esti dilantik Wakil Menteri Perdagangan.
Jadi begini ringkasannya: tidak punya latar belakang perdagangan, kalah pemilu, tapi dapat kursi kementerian perdagangan , karena ayahnya politikus Golkar senior dan ia baru selesai berkampanye untuk presiden yang menang.
Sementara jutaan fresh graduate dengan gelar ekonomi, manajemen, dan perdagangan internasional masih antre ngirim CV ke perusahaan swasta, berharap lolos tes dan wawancara.
Sistem seleksi pejabat publik negara ini memang ada.
Tapi sepertinya ada satu kolom di formulirnya yang tidak tercantum di mana-mana: nama ayah.
Kapan lalu muridku setelah kelas tiba-tiba tanya
👱♀️Laoshi, kado yg pas untuk orang China apa ya? Aku mau kasih ke clientku. Jam? Teh? Atau apa ya Laoshi?
👩🏫Nooo jangan jam pls, kalau bisa jangan.
👱🏻♀️ kenapa Laoshi?
👩🏫 kasih jam itu mandarinnya 送钟 sòngzhōng hampir mirip pelafalannya dengan 送终 sòngzhōng yg artinya mengantar ke tempat terakhir (pemakaman).
👱🏻♀️ yah aku gatau Laoshi, baiknya apa ya?
👩🏫hmm, baiknya Chinese tea aja, budaya mereka kan kental bgt dengan Chinese tea yg premium ya; buah Jeruk Mandarin boleh karena simbol rejeki dan buah Apel merah yang bermakna kebahagiaan & makmur. Oh iya Jumlahnya genap dan jangan 4 ya.
👱🏻♀️kenapa gaboleh 4 Laoshi?
👩🏫 四 sì = 4, ini mirip banget pelafalannya dengan 死 sǐ maknanya meninggal or die, jadi ya dihindari aja. Lebih bagus kamu kasih 8, karena 八 bā = 8,pelafalan dimiripkan dengan 发 fā yang berarti kaya, makmur gitu.
👱🏻♀️jujur Laoshi aku baru tau ini, thank you ya laoshi
👩🏫sama-samaa, next jangan salah lagi yaa, semoga membantu
Ya beginilah kira kira percakapannya😬
Apakah kalian sudah tau atau belum? Atau ada tambahan? Boleh share di komen🫰🏻
Jaga FO mulai jam 8
Jam 07.55 sampe kantor
08.03 jalan ke FO
Bertemu orang "rajin bgt mba FO" Dalam hati bukan rajin, just being responsible 😌 Rasanya pgn bilang, gue bahkan udh ke gym pagi ini, and still on time, Beyond proud!
...Gw ikuti secara hati²+teliti kasus kekerasan seksual yg terjadi di FH UI.
Ternyata "cuma" chat² pelecehan secara verbal digital di grup WA tanpa terjadi secara fisik di dunia nyata.
Agak aneh kalo itu disebut sbg kekerasan seksual padahal yg tepat:
kenakalan seksual minor
Hanya saja kenakalan minor secara verbal tsb bukan dilakukan oleh para remaja melainkan oleh para mahasiswa yg telah berusia 20 tahun.
Maka secara usia, kenakalan minor tsb bisa dibawa ke ranah litigasi (hukum formal).
Tapi apakah fair kenakalan minor seperti itu sampai harus dipermalukan terbuka seperti itu oleh UI?
Sementara kenakalan mayor seperti skandal disertasi Bahlil tidak dilakukan investigasi secara terbuka?
Dalam hal ini UI melakukan standar ganda.
Karena jika profesor² yg meloloskan disertasi Bahlil tidak dipermalukan secara terbuka maka 16 mahasiswa tsb pun tidak berhak dipermalukan seperti itu.
Karena yang dilakukan Bahlil dalam konteks akademik merupakan pemerkosaan intelektual.
Pemerkosa tidak dipermalukan, yang nakal² minor malah dipermalukan.
Pret... (``,)
Guys Joe Kent baru saja bilang sesuatu yang kalau benar ini bukan sekadar berita politik biasa.
Kent mantan direktur kontraterorisme Amerika yang mundur karena tidak setuju dengan perang Iran buka sesuatu soal Charlie Kirk.
Untuk yang tidak familiar Charlie Kirk itu salah satu tokoh konservatif paling dekat dengan Trump. Pendiri Turning Point USA. Sangat berpengaruh di lingkaran MAGA.
Dan dia meninggal beberapa waktu lalu.
Kent bilang terakhir kali dia ketemu Charlie Kirk adalah bulan Juni. Di West Wing. Gedung Putih.
Kirk menatap matanya dan bilang 'Joe, stop us from getting into a war with Iran.'
Salah satu orang paling dekat dengan Trump. Secara aktif mendorong untuk tidak masuk ke perang Iran. Dan mendorong untuk rethink hubungan Amerika dengan Israel.
Lalu dia meninggal mendadak.
Kent lanjut 'Dia tiba-tiba dieksekusi secara publik dan kita tidak boleh tanya-tanya soal itu?'
Dan ini yang lebih berat.
Kent bilang investigasi yang dia pimpin di National Counterterrorism Cente dihentikan sebelum selesai. Masih banyak yang perlu diselidiki. Tapi dia tidak bisa masuk lebih dalam sekarang.
Ditambah dari pesan teks yang sudah dipublikasi Kirk sedang dalam tekanan besar dari banyak donor pro-Israel sebelum kematiannya.
Gw tidak akan klaim ini sebagai fakta yang sudah terbukti. Belum ada bukti konkret yang diverifikasi secara independen.
Tapi ada beberapa hal yang perlu diletakkan berdampingan.
Satu orang paling tahu soal ancaman keamanan Amerika bilang perang Iran tidak justified. Lalu diselidiki FBI.
Dua orang paling dekat dengan Trump bilang jangan perang dengan Iran. Lalu meninggal mendadak.
Tiga investigasi yang harusnya mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dihentikan.
Apakah ini koneksi yang nyata atau kebetulan yang menyedihkan gw tidak tahu. Dan siapapun yang klaim tahu dengan pasti sekarang perlu dipertanyakan juga.
Tapi pertanyaan yang Kent ajukan itu legitimate.
Kenapa investigasinya dihentikan? Apa yang masih belum terjawab?
Dan kenapa orang yang mulai tanya pertanyaan ini langsung berhadapan dengan FBI?
Lagi-lagi setiap tulisan Ray Dalio adalah must read, termasuk tulisan mengenai US vs Iran dalam konteks kontrol Selat Hormuz
Kalian semua beneran harus baca, kalo gak ngerti, translate.
Thank me later
Guys pejabat tinggi kontraterorisme Amerika baru saja mundur.
Namanya Joseph Kent.
Jabatannya top counterterrorism official.
Salah satu orang yang paling tahu soal ancaman keamanan nyata terhadap Amerika.
Dan dia mundur sambil bilang ini secara terbuka.
'Saya tidak bisa dengan hati nurani yang bersih mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman yang nyata dan mendesak terhadap negara kita.'
Berhenti sebetar dan pahami siapa yang ngomong ini.
Ini bukan aktivis perdamaian.
Bukan politisi oposisi.
Bukan akademisi yang belum pernah lihat data intelijen.
Ini orang dalam.
Pejabat kontraterorisme tertinggi.
Orang yang tugasnya setiap hari adalah menilai apakah suatu negara atau kelompok benar-benar mengancam keamanan Amerika atau tidak.
Dan dia bilang Iran tidak memenuhi kriteria itu.
Artinya narasi utama yang Trump pakai untuk memulai perang ini bahwa Iran adalah ancaman mendesak yang harus dihancurkan sekarang ditolak langsung oleh orang yang paling berkompeten untuk menilainya.
Ini bukan bocoran anonim.
Bukan rumor.
Ini pernyataan resmi dari pejabat yang mengundurkan diri secara terbuka sebagai bentuk protes.
Dan ini punya preseden yang berat dalam sejarah Amerika.
Ketika orang dalam mulai mundur sambil bicara biasanya itu bukan awal dari perubahan kebijakan. Tapi sinyal bahwa retakan di dalam sudah terlalu besar untuk disembunyikan.
Perang ini dibangun di atas narasi ancaman yang pejabat kontraterorisme tertingginya sendiri tidak percaya.
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
Jd inget bbrp waktu lalu bantuin merger bumn minyak di indo, yg kkeuh blg "mnrt konsultan kami", me and my boss skrg cuma ketawa krn sketahan gabs merger di sstm, dlm hati lah knsltan lain aja konsul dl sm kita dan knsltn lu sotoy ga nanya², skrg mohon² mnta di bantu di sistem
Kemarin gue liat ada orang debat sama ojol di FB.
Ada yang bilang banyak orang yang jadi ojol itu terpaksa karena gak punya koneksi dan gak ada lapangan kerja lain. Dia yakin banyak ojol yang sebenernya mau kerja lain yang lebih layak.
Eh, salah satu ojol nyeletuk: “Gue gak mau kerja yang lain. Di ojol enak. Kerjanya santai, waktu flexible.”
Dari celetukan orang itu gue mikir kalo ini bukan cuma masalah lapangan kerja tapi ada beberapa orang yang emang males.
Mungkin karena ada yang mikir kayak gitu makanya posisi ojol jadi saturated kayak sekarang dan aplikator punya leverage untuk mainin benefit (dipangkas habis2an). Sebaliknya, kalo fenomena driver langka bakal dinaikkin lagi cost/benefitnya. That's how capitalism works.
Balik lagi ke kegagalan sistematis pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Udah ga bisa bikin lapangan pekerjaan, ga bisa bikin regulasi yang berpihak ke gigs worker pula.
Semoga temen2 ojol bisa mendapatkan benefit yang lebih layak dari aplikator.
In the meantime, sebagai customer kita bisa bantu mereka pake tips / offline order.
Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat 🇮🇩. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun 🇮🇩 dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta 🇮🇩 memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah 🇮🇩 tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat 🇮🇩 meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi 🇮🇩. Mungkin mereka menyangsikan motivasi 🇮🇩 .. something to think about #wisdomwithoutfear
Kepala sekolah (Cilincing) , penjaga sekolah (Sukabumi) dan anak sekolah (Ngada, NTT) melakukan bun*h diri beberapa waktu ini. Alasan khususnya berbeda, penjaga sekolah sakit hati, kepala sekolah diduga tidak jadi menikah, sementara anak sekolah di NTT diberitakan memilih bunuh diri setelah tidak bisa membeli buku dan pulpen.
Jika kita menggunakan kacamata struktural, akan terlihat, bagaimana penjaga sekolah dituduh menggelapkan tabung gas (ekonomi), kepala sekolah diduga gagal nikah (seringkali akibat kurang dana) dan anak sekolah di NTT, yang sangat jelas karena kemiskinan struktural.
Sebenarnya pada lapisan tertentu, perubahan pendanaan pendidikan telah menunjukan dampaknya.
Hilangnya beragam kesempatan ekonomi di sektor pendidikan dan semakin kerasnya gesekan di semua sektor-aktor pendidikan, adalah keributan senyap yang diam-diam memakan korban. Mereka ini, diantaranya orang-orang yang menggantungkan pemasukan dari kantin sekolah, yang saat ini kehilangan pekerjaan dan pendapatan, tidak mampu bersuara karena digulung oleh MBG dan penyoraknya.
Jumlah mereka yang bunuh diri mungkin sangat kecil dan kasuistik. Tapi pemerintah harus sadar, urusan pendidikan sedang berhimpit-himpitan.
Suatu saat, masalah ini akan meledak dan kita sudah tidak lagi punya kesempatan untuk mengembalikannya, sebagaimana nyawa yang telah hilang.
Ini peringatan bagi orang-orang yang berfikir.
🏳🏳🏳
Setuju, Dok. Dulu, ketika masih di pondok, saya berpandangan bahwa nongkrong dan ngopi bareng hanyalah bentuk menyia-nyiakan waktu. Karena itu, saya lebih memilih menghabiskan waktu dengan membaca kitab di kamar atau di perpustakaan.
Suatu saat saya sadar bahwa pemahaman saya tentang “menyia-nyiakan waktu” ternyata keliru. Menyia-nyiakan waktu yang sesungguhnya adalah ketika waktu itu digunakan untuk maksiat. Selama tidak mengarah ke sana, maka ia tidak otomatis tercela.
Dari situ saya juga menyadari bahwa berkumpul dan berbincang bersama justru memiliki banyak manfaat. Bahkan, tidak jarang hal itu membantu kita memahami apa yang kita baca dengan lebih utuh. Di sana ada beragam narasi, opini, pengetahuan, dan pengalaman yang saling melengkapi.
orang dewasa itu aslinya enggak kolot dan kaku, mereka hanya ditekan oleh kenyataan hidup yg yg terlalu berat, harus membiayai keluarga, harus menjaga keluarga, harus menjadi contoh, dll
padahal dalam hati kecilnya masih ada anak kecil yg masih mau bermain bebas.
beruntung untuk orang2 yg masih bisa melakukan hobi dan kesukaannya, di saat tanggung jawab kita jg yg semakin besar.
semoga kita salah satunya ya!