Cerita awal mula kenal dengan Operating System bernama Linux
Awal mula perkenalan dengan Linux dimulai saat masih kelas 3 SMP. Saat itu komputer baru di sekolah secara default terinstall Ubuntu.
Tadi suami jadi sasaran penipu via telpon yang mengaku2 dari bank dan mengabarkan penggunaan ilegal kartu kredit, dan minta suami menklik link pada SMS.
Gilanya lagi, SMS penipu tsb masuk ke dalam thread yg sama dengan SMS bank yg beneran (informasi transaksi). Kok bisa.
@ChatibBasri Dari tulisan mas Dede yang sering menyuarakan kelas menengah seharusnya menjadi perhatian bagi pemegang wewenang untuk memberikan insentif untuk kelas ini.
Karena bagaimanapun kelas menengah yang kuat akan menjadi penopang eknonomi nasional.
“Ide punya kaki.”
-Soedjatmoko-
Saya selalu percaya, tulisan yang baik tidak berhenti di halaman. Ia berjalan, berdialog, lalu sesekali menemukan jalannya menjadi kebijakan. Gagasan yang jernih dan yang jujur tidak berhenti pada pemiliknya. Ia berjalan sendiri, pelan, kadang nyaris tak terlihat, melintasi waktu dan generasi. Terima kasih Kompas @hariankompas
https://t.co/R7lcQs8T4g
Perlahan mereka mulai mampu mencerna, terlebih jika ditunjukkan berdasar kondisi yang mereka alami secara langsung.
Namun masih ada pertanyaan yang belum bisa aku jawab. “Kita ini rakyat kecil mas, emangnya kita bisa apa?”
Setiap ada kesempatan selalu berusaha untuk ngobrol dengan sesama warga akar rumput.
Kuselipkan berbagai macam fakta mengenai ketimpangan, penindasan dan bahkan pembiaran atas keadaan yang membuat kita ada pada kondisi seperti ini.
Perbandingan antara harga tiap-tiap pengeluaran dibandingkan dengan rata-rata upah bulanan.
Kita bisa cek seberapa terjangkau harga barang/layanan.
https://t.co/4OaGsDdFlR
Yang ditakutkan adanya konflik antar warga.
Dijalan besar kemungkinan satu masalah kecil bisa menyebabkan gesekan dan amarah dari warga.
Dalam budaya Jawa ada Ngalah, ngalih, ngamuk. Pada posisi apa saat ini masyarakat kita?
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
@sejak2006@jack Kenapa jaman itu user Twitter ndak gampang ngegas kayak sekarang ya?
Dulu orang masih bisa dapet kultwit karena keterbatasan karakter untuk diketik.