KEPALA BESAR, RETAK NALAR |
Jidat lebar, sempit akal.
Seperti eksperimen murahan, di laboratorium tanpa penelitian.
Kebijakan yg dilahirkan, bukan dari rahim ilmu pengetahuan, tapi dari "dubur kegelisahan" kekuasaan, yg takut kehilangan tepuk tangan.
Rakyat kecil di republik ini, spt kawanan spesimen di laboratorium percobaan.
Bedanya, tikus di laboratorium mati, masih dihargai sebagai data dan ilmu pengetahuan.
Sedangkan rakyat kecil, terus menerus digiring demi "personal branding" kekuasaan, dan sekadar dijadikan catatan kaki kebijakan arogan yg sesat nalar.
Kalau tikus lab. bisa protes, mungkin tikus lab. menolak keras disamakan dgn rakyat kecil, yg dijadikan kelinci uji coba kebijakan instan.
KURANG BIADAB APA LAGI KALIAN ?!!
.
.
Rekam jejak....
Saat menjadi Menteri Kehutanan, Zulkifli sempat diwawancara oleh aktor Amerika Serikat Harrison Ford pada 2013.
Dalam wawancara, Ford yang merupakan pemeran utama film seri Indiana Jones itu sempat meluapkan kekesalannya kepada Zulkifli, akibat kerusakan hutan yang terjadi di hutan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Rekaman video wawancara antara Ford dan Zulkifli pada 2013 itu kembali ramai disimak dan menjadi bahan perbincangan selepas pelantikan Ketua Umum PAN itu menjadi Mendag. Masyarakat juga bisa dengan mudah untuk menyaksikan rekaman wawancara antara Ford dan Zulkifli melalui situs YouTube.
Potongan wawancara antara Ford dan Zulkifli itu direkam dan kemudian menjadi bagian dari film dokumenter berjudul Years of Living Dangerously.
Ford memang khusus mengunjungi Indonesia untuk keperluan pembuatan film itu. Selain menyambangi hutan Taman Nasional Tesso Nilo, dia juga bertandang ke Pusat Rehabilitasi dan Reintroduksi Orangutan di Nyaru Menteng. Menurut laporan, Ford saat itu sempat kesal dan meluapkan emosinya dengan naik ke meja Zulkifli. Namun, peristiwa itu terjadi bukan saat wawancara berlangsung.
Dalam potongan rekaman video itu diceritakan Ford menemui Zulkifli selepas menyaksikan pemandangan hutan Tesso Nilo melalui helikopter. Saat itu Ford tercengang karena melihat kawasan hutan rusak karena dirambah. Dalam pertemuan dengan Zulkifli, Ford mengajukan sejumlah pertanyaan. Ford membuka pembicaraan dengan memaparkan narasi berupa fakta bahwa 80 persen hutan rusak dalam jangka waktu 15 tahun terakhir karena eksploitasi serta anggapan bahwa rusaknya hutan terjadi karena keterkaitan erat bisnis dan politik.
Katanya negeriku kaya raya
Tapi banyak yang teraniaya
Katanya sudah tidak di jajah
Tapi masih banyak orang susah....
---
Dimas Anggara Linkedin Amerika WW 3
LeapDaySeriesFinalEp Gundar Staff
Siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Jogjakarta turut kritik maraknya kasus korupsi lewat karya seni.
Patung Celeng yang dibuat berdiri diatas sederet nama2 instansi yang penuh kasus korupsi
Karya ini diberi nama :
“Teramat Celeng”
Pertanyaan para TERNAK jika kita sedang mengkritik pemerintah !!
”apa yang sudah kalian beri/lakukan untuk negara ini”
---
Teriak Bunda Iffet 30 ribu Jamet Bangun Minggu timsekop
#TolakRUUKejaksaan itu salah satunya!
JANGAN GENGSI
"Tantangan ekonomi ke depan makin berat! Korea butuh kerja keras, jangan gengsi, jangan iri apalagi dengki. Kedaulatan ekonomi adalah kunci!"
- Komendan Patjul -
#Ngik