part paling menyedihkan dalam hidup
adalah ketika kamu hanya terdiam dengan tatapan kosong, lalu kamu menangis karena tidak ada pilihan lain selain bertahan pada situasi yang sebenarnya tidak kamu inginkan.
JANGAN BEREKSPEKTASI TERLALU TINGGI KE MANUSIA YA
Capek, nangis? hapus sendiri air matanya, bangkit sendiri, cari happy sendiri,dah gitu aja. Jngn berusaha mengubah dia, justru sikap dan cara kamu menanggapi masalahnya yg hrs diubah. klo mau tetap bertahan sama dia, salam waras..
sering banget nangis tapi bukan karena orang lain, melainkan karena diri sendiri.
kenapa? ya kasian aja sampai detik ini masih kuat, meskipun banyak hantaman yang begitu kencang, ucapan yang menyakitan, keadaan yang rapuh, pikiran yang berisik, serta mental yang gak pernah stabil.
hebat banget ya kan?
"Kepada aku"
Dunia tidak harus selalu memahamimu.
Ku bayar harga atas pilihanku sendiri. Jangan tuduh dunia tidak adil lagi, menghentikan tuduhan pada takdir. Dunia tidak berhutang kemudahan, kita lah yang melatih daya tahan.
dunia jangan jahat-jahat ya, aku gak mau nyusahin siapa-siapa buat dijadiin tempat ngadu, aku cuma bisa nyalahin diri sendiri untuk semua hal yang sudah terjadi.
"Seporsi mati rasa"
Tidak lagi berharap, tidak lagi berdebat, tidak lagi meminta dan memaksa, karena tenang lebih mahal dari pada mengemis kelayakan diri.
Kutipan mahal nih.
Let them go. Karena kalau seseorang bisa pergi setelah melihat seberapa besar usahamu, berarti kehilangan mereka bukanlah kerugianmu.
Kehilangan mereka itu kesedihan sesaat, tapi memohon mereka memilih kita itu luka jangka panjang.
energi gua ga sebanyak itu, jadi kalo lu tiba-tiba ngejauh dari hidup gue tanpa ngasih kejelasan, yaudah terimakasih pernah singgah dan pernah bertukar cerita bersama.
استمتع بالحياة دون خوف من حكم الآخرين، لأن أولئك الذين يعتقدون أنك سيئ ليسوا بالضرورة أفضل منك.
nikmati hidup tanpa takut dengan penilaian orang lain, kerana yang menganggapmu buruk belum tentu dirinya lebih baik
cuma mau bilang:
yang kuat ya, jangan kalah dengan keadaan, jangan kalah sama mental dan traumamu.
memang capek, pasti sakit dan banyak pahitnya. mungkin kamu akan menangis sejadi-jadinya, tapi bukan untuk putus asa. dewasalah dengan cara yang elegan, tanpa harus mengemis belah kasihan.
Wenehono kulo semangat seng mboten enten mandeke Gusti, semangat seng ora pernah padam lan roso sabar seng kuat dinggo ngadepi mlakune urep iki. Lan kepie wae perasaan ati iki gawe en supoyo tetep mesem.
لا تقاس الحياة بحجم المحنِ،
بل بعمق البصيرة الَّتي تحول الجرح إلى منحة
Hidup tidak diukur dari besarnya kesulitan yang dihadapi, akan tetapi dari kedalaman wawasan yang mengubah rasa sakit menjadi hikmah.”