Ditanya anak wedok 16 tahun, apakah uang dan kekuasaan mengubah seseorang jadi lebih buruk?
"Lha kamu liat ibu dan ayah gimana? Punya uang bikin kami semena-mena ga?"
"Engga"
"Liat tuh pakde bude, punya uang bikin mereka berlebih-lebihan, ga?"
"Keluarga kita mah humble semua, mom"
Saya ceritakan bagaimana pakdenya yang punya posisi tinggi dan bisa macem-macem di perusahaan, tapi lurus lempeng ga tergoda korupsi dan perempuan.
Budenya tirakatnya luar biasa demi menjaga pakde dan keluarganya. Bude pernah didatangi orang dengan membawa satu tas besar berisi uang. Uang ditolak, orangnya disuruh pulang.
Pakde lainnya yang juga punya posisi penting dan aksesnya kemana-mana, hidupnya blas ga neko-neko. Liburan ya cuman diisi dengan naik kapal dan mancing ikan ke pulau, padahal pasangan suami istri itu keduanya powerful.
Mbah-mbah dan ortu kami dulu punya uang, dipake buat bikin sekolah, bikin universitas, bikin pesantren, bikin rumah sakit dll yang semuanya diwakafkan untuk umat.
"Ayahmu dulu sekolah dari SMA di Amerika, kuliah di Australia, lanjut ke Singapore. Dia punya uang dan kebebasan mau ngapain aja. Tapi apakah dia trus jadi ga bener, narkoba, maen cewe ?"
"Engga"
"Ayah dengan popularitas dan lagunya, bisa banget nyari cewe kalo mau. Lha liat bapakmu, selesai nyanyi langsung pulang, makan di rumah sama kalian"
"Ibu juga sama. Ibu mau ngapain aja juga bisa. Tapi liat, ibu ada di sini bersama kalian. Kerja, ngurus anak, nirakati kalian"
"Bener ..."
"Kamu liat sendiri, ibu pulang meeting tengah malam di luar negeri, masih sholat. Ga ditinggal itu sholatnya meski capek"
Si nduk beberapa kali ikutan ibunya meeting di luar negeri. Dia liat bagaimana ibunya bergaul, dia kenal semua teman-teman ibunya, ikut terlibat ngobrol, dinner. Dia liat bagaimana ibunya lempeng-lempeng aja menjaga value, padahal kalo mau neko-neko ya bisa.
"Jadi uang dan kekuasaan ga mengubah orang ya mom?"
"Ngga. Lebih tepatnya, uang dan kekuasaan menunjukkan karakter asli seseorang".
Kalo seseorang jadi liar, belagu, pamer, maen cewe/cowo, ya berarti emang begitulah karakter aslinya. Kemaren-kemaren ga muncul karakter itu karena ga ada duitnya aja.
Begitu juga kalo malah makin seneng berbagi, semakin seneng membahagiakan keluarga, berarti karakter aslinya ya begitu. Kemaren-kemaren belum bisa banyak sedekah karena duitnya belum cukup.