‼️ URGENT ‼️
ibu baru selesai operasi & ternyata harus pakai korset tulang dari rs, dan ini ga tercover BPJS
Maka dari itu aku mau open PO sambel bawang mikaasuma lagi 🙏🏻🙏🏻
Aku butuh jual sekitar 30-35 botol biar bisa kebeli korset ini.
....(1)
Ngeliat ini jadi inget dulu pernah ketemu fans Kobo di KRL. Mas-masnya pake masker, tapi keliatan ganteng krn rambut & pakaiannya suuper rapi, sepertinya belio karyawan bank BUMN. Tau (kemungkinan) doi fans kobo krn dia pake ganci official yg dijual di HoloCafe Mei 2023 🤣
FAAAAKKKKK
ADA CUSTOMER KOBOKERS CAKEP BET WTF?!?!
FAKKK KENAPA LU DTGNYA SAAT SIBUK BET ANJIRRRRR
ASUUUUUU G SEMPET KENALAN GW COKKKKKKK ANYINGGGGG CAKEP BET MANA SE SERVER LAGIII (liat saat dy doa sebelum makan)
FAKKKKK
Stellar Photography | Rustic Pastries Crafted with a Taste of Home
The sun is high and bright, and the gentle breeze caressing your face carries the scent of wheat fields. It all comes from this box of rustic pastries, crafted with a taste of home. A silken giftbox isn't nearly enough to hold all the well-wishes contained within, but hopefully, this sweetness can soothe your fatigue, bringing you peace in this very moment.
Care for a taste?
Kenapa VTuber di luar negeri relatif jarang kena doxing, tapi di Indonesia sering banget?
Bahkan sesama vtuber Indo, kalau full pakai EN di platform ungu lebih aman dari doxing daripada pakai bahasa Indonesia.
Kemarin kak @/aranepurnama shoutout, karena heran banget karena jumlah doxing di Indonesia itu luar biasa.
Ternyata, ada gap budaya yang besar .
Di komunitas VTuber luar negeri ada konsep yang secara tidak langsung dijaga: kayfabe. Istilah ini berasal dari dunia wrestling.
Artinya: semua orang tahu streamernya “cuma karakter”, tapi semuanya sepakat tidak merusak ilusi itu, supaya experience tetap seru.
Contohnya sederhananya:
Semua orang tahu Iron Man itu karakter fiksi.
Tapi kalau lagi nonton film, ga ada yang teriak:
“IRON MAN TUH ROBERT DOWNEY JR!”
Karena kita lagi menikmati ceritanya.
Itulah konsep kayfabe.
Di komunitas VTuber luar negeri, kontrak sosial ini cukup kuat.
• Jangan bahas identitas asli
• Jangan cari-cari info personal
• Jangan bawa kehidupan real ke karakter
Semua orang tahu ada manusia di balik avatar, dan (hampir) semua sepakat tidak menghiraukannya.
Di Indonesia sering kebalik.
Pas avatar muncul komentar pertamanya:
“Ini siapa ya aslinya?”
“Kayaknya gue tau mukanya.”
“Spill dong.”
Rasa penasaran itu manusiawi.
Tapi ketika jadi budaya massal, akhirnya banyak VTuber kena doxing.
Menurut keyakinan saya, ada 4 alasan utama kenapa ini terjadi:
1. Budaya internet kita masih sangat “real-person oriented”.
Kita terbiasa dengan influencer yang menjual kehidupan asli, bahkan sampai bongkar isi rumah, isi tas, isi dompet, isi kepala.
Pokoknya serba diumbar.
Jadinya ketika melihat avatar, refleks sebagian orang adalah: “Ini siapa sih orangnya?” Rasa penasaran dianggap wajar, bahkan kayak permainan detektif.
2. Budaya “spill” dan “investigasi”.
Di internet Indonesia, membongkar identitas kadang dianggap prestasi sosial.
Ada reward: likes, retweet, comment.
Jadi, doxing bukan sekadar rasa ingin tahu, tapi juga cara mencari engagement.
3. Literasi budaya VTuber masih baru.
Di komunitas Jepang atau Barat, aturan tak tertulis seperti “jangan bahas identitas asli” sudah lama beredar.
Di sini, banyak penonton baru yang belum tahu norma tersebut.
4. Internet kita sangat komunitarian.
Orang Indonesia terbiasa merasa dekat dengan figur publik. Kedekatan ini bagus, tapi efek sampingnya adalah batas personal yang kabur. Jangankan Vtuber, tokoh politik aja dianggap teman sama netizen.
Karakter dianggap “teman”, jadi merasa berhak tahu kehidupan aslinya.
Detail poin 4 ini besok-besok akan aku bahas terpisah, karena sangat berkaitan dengan Parasocial Relationship.
4 faktor itu membuat banyak orang belum tahu kalau ada batas yang sebaiknya dijaga.
Padahal kalau dipikir-pikir, semakin kayfabe dijaga, makin bebas kreatornya berkarya, justru makin seru buat penonton.
Nah, sebagai penonton kita bisa mulai dari hal sederhana:
Kalau nemu orang yang doxing atau “spill identitas”, opsi paling sehat biasanya bukan ikut nimbrung.
Internet punya hukum sederhana:
perhatian = bahan bakar.
Semakin dibahas, semakin besar insentif orang melakukan hal yang sama.
Ayo normalize respon seperti:
“Ngapain sih nyari identitas asli?”
“Biarkan dia jadi (nama karakter) aja.”
“Enjoy aja lah sama kontennya.”
Norma komunitas sering terbentuk dari komentar-komentar kecil seperti ini.
Jangan bosan saling mengingatkan.
Untuk sesama VTuber sendiri, bisa terapkan ini:
• Pisahkan persona dan kehidupan pribadi
• Jangan terlalu banyak memberi petunjuk real life
• Bangun lore/karakter yang kuat
Semakin kuat karakter, semakin fokus audiens ke ceritanya.
Fenomena ini sebenarnya masih dalam tahap evolusi. Komunitas internet selalu membentuk normanya sendiri.
Anime juga pernah dianggap aneh di Indonesia, sekarang jadi mainstream. Hal yang sama bisa saja terjadi pada budaya VTuber ketika komunitasnya makin matang. Semua itu butuh waktu.
Kalau menurutmu gimana?
ASTAGFIRULLAH ternyata tadi stream ada yg donate tapi gak muncul di stream, maafff 😭😭
Terima kasih bang Sulthan dan bang Nathan, mingdep kita mabar LoL lagi yaa 🥺
Jujur sangat overwhelmd sama bisnis ini
Mau berkembang pesat banget but also "slow down mika, breathe" karna aku tau aku gampang burn out pas ngerjain sesuatu secara dar der dor.
Takut masa fyp nya selesai terus ga dapet orderan lg 😔
Oh ya menu baru :
Es teh manis cekek