Manifestasi:
-Jadi ibu, ayah, anak, dan saudari yg baik utk keluarga kecilku
-Punya pekerjaan yg bisa lebih dari mencukupi kebutuhan keluarga kecilku
-Menghabiskan waktu bareng anak tiap libur kerja, menghujaninya dgn ksh sayang agar ia kuat menghadapi dunia yg kejam
Bupati Purwakarta SEKSIS & MISOGINIS! @DiskominfoPWK
Saepul Bahri Binzei bikin & nyanyikan lagu seksis, vulgar, melecehkan & merendahkan martabat perempuan. Jijik & marah banget 🤮🤬
Dia jadikan payudara, bra, & haid lelucon murahan. Mereduksi perempuan hanya soal organ seksual & reproduksi, objektifikasi seksual atas tubuh perempuan.
Dia gambarkan perempuan sebagai makhluk yang ga bisa kontrol hasrat seksual, gampang hamil, gampang aborsi. Sangat slut shaming & stigmatisasi pengalaman reproduksi perempuan ini.
Pengalaman reproduksi perempuan jadi bahan olok2, padahal keguguran itu pengalaman sangat traumatis.
Dia menghina perempuan yang merawat diri, seolah perempuan yang dandan itu palsu atau cuma untuk menyenangkan laki2.
Dan dia berulang2 narasikan kalau jadi laki2 itu berkah tertinggi, sementara jadi perempuan itu kutukan yang penuh masalah (hamil, haid, dandanan, dll). Najis & norak banget ini superioritas laki2 toxic.
(1)
agak ironis. mereka pake nama “setara” buat kumpul dengan orang yang statusnya sama. sementara gue sering pake kata “setara” karena semua orang berhak dapet kesempatan yang sama.
secara definisi mereka ga salah, cuman buat gue pribadi “setara” identik dengan inklusivitas😕
Kalau mau main data, cari data dari epidemiologi kriminalitas yg valid dan terdata. Bukan malah di konten IG atau TikTok based dari story/postingan 😂
Nih gue kasih lihat data real dari report on victimization by sexual identity kekerasan/pelecehan seksual.
Laki2 disatuin ama gay ngerasa ga aman soalnya takut dilecehin meanwhile perempuan disatuin ama lesbi aman2 aja berarti emg masalahnya di laki yang nafsuan dan menormalisasi pelecehan (izin🙏🙏)
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
Skrg aku hrs fokus jadi
Anak yg baik buat ortu ku
Ayah & Bunda yg baik buat anakku
Saudari yg baik buat saudaraku
Karyawan yg baik buat tempat kerjaku