Lo bilang mahasiswa UI cuma bisa kritik tanpa solusi. Mahasiswa BINUS buka laptop, bangun solusi.
Keren. Tapi lo lupa satu hal.
MBG , program yang lo bela , dikelola negara, bukan mahasiswa UI.
Hasilnya:
a. 20 ribu kasus keracunan sepanjang 2025.
b. Ombudsman temukan 4 potensi maladministrasi.
c. Kejaksaan Agung tangkap pimpinan BGN atas dugaan korupsi Juni 2026.
d. Anggaran Rp335 triliun dipangkas.
e. Pengelolaan diserahkan ke SPPG milik TNI dan Polri.
Itu bukan solusi.
Itu laptop yang meledak di tangan rakyat.
Lo bilang demonstran cuma bawa spanduk, bukan solusi. Betul.
Tapi lo tidak bilang kenapa mereka turun.
Mereka turun karena negara yang punya anggaran, punya kekuasaan, punya seluruh sumber daya ,tetap gagal menyuap rakyat dengan makanan yang tidak meracuni.
Kritik bukan lawan dari solusi.
Kritik adalah prasyarat solusi.
Tanpa audit, tidak ada perbaikan.
Tanpa tuntutan, tidak ada akuntabilitas.
Tanpa demonstrasi 1998, tidak ada reformasi.
Laptop lo yang paling canggih pun tidak berguna kalau yang pegang kontraknya TNI dan Polri.
Lo bilang sejarah lebih mengingat pencipta solusi dibanding penyampai tuntutan.
Sejarah mengingat Munir. Bukan karena dia buka startup.
Sejarah mengingat Marsinah. Bukan karena dia pitch ke investor.
Sejarah mengingat mereka karena berani menuntut ketika yang berkuasa tidak mau mendengar.
Negara tidak dibangun hanya dengan inovasi.
Negara juga dibangun dengan keberanian berkata: ini salah, dan harus dipertanggungjawabkan.
Siapa yang ngajarin lo bahwa diam adalah solusi?
First time denger istilah sleep hygiene?
Langsung kepikiran:
“oh ini berarti harus mandi, wangi-wangian sebelum tidur ya?”
Nope… bukan itu maksudnya.
Sleep hygiene tuh bukan soal jadi paling harum sebelum tidur.
Dan percaya deh, kebanyakan orang salah paham di sini...
12 tahun di Papua
7 tahun di Jakarta
3 tahun di Manado
toleransi : Papua & Manado
keamanan : Manado & Jakarta
keramahan : Papua & Manado
biaya hidup : Jakarta (murah)
kebersihan : Manado & Papua
tingkat polusi : Jakarta
lifestyle : Jakarta
social life : Jakarta
wisata alam : Papua & Manado
perkotaan : Jakarta
transum : Jakarta
jodoh : Tuhan yang atur
personal take :
- Jakarta = peluang, networking, upgrade diri, hustle
- Papua & Manado = nikmatin hidup, nature, healing
❌ Mandi malam itu bahaya. Bisa rematik!
✅ Mandi malam justru ningkatin kualitas tidur, bantu ngontrol tensi, dan sama sekali ga bikin rematik
❌ Air rebusan mi instan ga sehat!
✅ Aman kok
❌ Terkilir bisa sembuh klo diurut
✅ TIDAK. Risiko komplikasi bisa meningkat
❌ Makan ikan, luka susah sembuh
✅ Selama ga ada alergi, makan ikan justru bikin luka cepet sembuh
Apalagi mitos2 aneh yg pernah mentemen tauuu?
Sekarang pria udah banyak yang pada cerdas, berani speak up ngelawan cewe-cewe bingung yang pake standar sosmed.
Apalagi yang suka pake quotes socmed "if he wants, he would" 😂
Jauh-jauh deh pria dari cewe bingung yang bahkan gatau apa yang mereka cari dan mau.
Pria to Pria :
kalian dengar 3 nama ini ?
Gita Wirjawan, Tom Lembong, dan Bahlil Lahadalia.
Dua pria pertama tadi pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan; Sedangkan 1 pria terakhir kini menjabat sebagai Menteri ESDM.
Perhatikan, Pelajari, dan Curilah ilmu dari tiga pria ini.
karena 2 pria pertama adalah sosok sosok pintar, cerdas, dengan kemampuan verbal luar biasa, nalar yang tajam dan kritis ; tapi ini sebatas BOOK SMART !
sedangkan 1 pria terakhir; Bahlil? yups ! dialah representasi dari STREET SMART !
Lu boleh telan tuh semua daging di ENDGAME'nya pak Gita ; boleh pelajari tuh skill Komunikasi pak Tom Lembong...tapi ingat, lo harus turun langsung dan pelajari di kehidupan riil. Saya yakin, Bahlil sudah melewati fase ini.
sering berbaur ke berbagai kumpulan, turun ke lapangan, untuk bisa mengasah naluri serta membaca situasi, meningkatkan adaptabilitas, intuisi, serta mengurai masalah dengan pendekatan yang beda.
Kombinasi ini menjadi sebuah Sinergi seni menjalani Kehidupan.
Sekali lagi, pria to pria.
jangan cuman jadi BOOK SMART, tapi lengkapi dan kuasai juga STREET SMART !