@tirta_cipeng Om tirta, tolong di up . kepala pelatih timnas panjat tebing indonesia sekarang ini (2026). pelaku pelecehan seksual.. Katanya ini udah lama tapi gak ada atlit yg berani speak up. Karena takut bakal di keluarin dari timnas dan demi jaga nama baik institusi.
@NgkongRoses But, so embarrassing. Head coach of TIMNAS FPTI is perpetrator of sexual abuse. But nobody athlete will speak to save their career and for good name of the institution.
@yennywahid But, so embarrassing. Head coach of TIMNAS FPTI is perpetrator of sexual abuse. But nobody athlete will speak to save their career and for good name of the institution. #savetimnasfpti #2026
Banyak anak Gen Z semakin tidak mau bekerja, selain karena gajinya juga karena lebih enak ngonten cari iklan daripada banting tulang. Sadarkah kita bahwa Aset mobil, motor, rumah dll adalah jalan kita transfer kekayaan ke yg udah sultan?
Kenapa tidak ada transportasi umum?
Untuk kesekian kalinya aku ingin ngeluh, “Kenapa semua opportunity harus di Jakarta hah?!?! Kalo emang Indonesia itu Jakarta doang kenapa provinsi lain ga dibiarin merdeka aja?!?!”
Gue sering amazed sama orang-orang yang komunikasinya jago banget
• Bisa ngobrol asyik sama siapa aja
• Rasanya ga pernah kehabisan topik
• Mudah bikin orang nyaman dan terbuka
Ternyata ada 1 rahasia yang mereka lakukan
Cara masuk circle orang kaya bagi orang yang tidak kaya:
1. masuk ke sekolah/univ elit dengan jalur beasiswa,
2. klub olahraga (golf, lari, yoga, tenis),
3. kantor / perusahaan (kerja yang bener makanya, nanti diajak makan2 dengan Bos gede),
4. acara non-profit
Anak-anak di Lishui, Zheijiang saat liburan sekolah memperingati Hari Buruh di China (1-5 Mei). Tidak ada yg pegang ‘gadget’. Tetap ada sebenarnya, tapi pada batasan kapan dan di mananya mereka bisa pegang gadget.
Wajar jika anak-anak di China ketika ditanya: “Kamu mau jadi apa saat besar nanti?” Jawaban sebanyak 52% mereka ingin jadi guru (survey dilakukan oleh The Harris Poll dan Lego tahun 2019 kepada anak usia 6-12 tahun).
Penggunaan gadget bagi anak-anak di China dibatasi jamnya. Terlebih, algoritma Douyin (TikTok-nya China) sangat jauh berbeda dibandingkan dengan algoritma TikTok di luar China.
Lalu kita teraneh-aneh kenapa China bisa begini dan begitu. Ya, pendidikan dan menjadi pendidik itu semacam sudah menjadi ‘top of mind’ masyarakatnya.
Di kita sekarang anak-anak yg bercita-cita ingin menjadi guru kira-kira ada berapa banyak ya?
Akhir2 ini populer istilah “Brain Drain”. Yaitu berpindahnya orang dengan otak berkualitas ke negara lain.
Faktornya bukan sekedar gaji yang lebih tinggi, tapi:
- Kondisi politik yang lebih sehat
- Paspor yang lebih kuat
- Ancaman paham extrimist
- Peta geopolitik
- Administrasi pemerintahan yang lebih efektif
- dll
Nah di Indonesia dari 275jt penduduk, hanya 13,6jt orang yang melapor SPT. Brain drain artinya juga potensi capital drain dimasa depan dari sisi pemasukan negara melalui pajak.
Ini adalah bibit krisis masa depan di Indonesia. Solusi nya:
- Mati-matian fokus di pengembangan SDM. Bangun infrastruktur pendidikan dengan merata
- Sejahterakan para guru, dosen, peneliti
- Reestablish pusat IPTEK
- Kemristek harus bener2 riset sampai jadi barang, bukan cuma sebagai pengawas
- Kumpulin diaspora, buat kontrak jangka panjang sm mereka, funding startup nya di Indonesia.
- Hukum mati koruptor sekecil apapun
Sejatinya orang yang berpindah warga negara kecewa tapi memilih “silent protest”. Bisa karena mereka minoritas / takut suaranya tidak didengar.
Atau sekedar meninggalkan para crab mentality.
#indonesiacemas2045