@Nzrlze@piscokini@yunesafess Alokasi MBG di APBN tahun ini tuh 335.000 miliar (335 triliun) rupiah. Dengan anggaran segitu kalau untuk penciptaan lapangan kerja, support umkm, bikin anak-anak seneng rasanya pemerintah bisa melakukan “lebih” deh dari program itu..
@slametksndi@LambeSahamjja ya bener lah, itu kalau ga ada subsidi pemerintah harga pertamax/pertalite harusnya udah naik karena ngikut harga minyak dunia
@sonofabytes@txtdaritaxpayer https://t.co/CxTSlPk6vE
berdasarkan pengalaman historis selama 50 tahun di berbagai negara, bank sentral yang independen terbukti lebih baik soal menjaga stabilitas harga dan mata uang.
@gwehgojlokluwh Selamat, gotta say the Buzzers finally got their win. Now people think of this movement as a joke and will be used as a reference for future movements. Indonesia is truly hopeless. Godspeed for the next generation.
Ada yang bilang, "bodo amat dengan anjloknya Rupiah terhadap Dolar, toh kita ndak punya Dolar". Saya kasih tahu yak, hutang negara ini Dolar, jika nilai Dolar naik, otomatis hutang negara kita bengkak. Belanja impor kita pakai Dolar, jika Dolar naik maka harga belanja kita dari luar akan jadi mahal.
Biasanya akan ada yang bilang, "kan saya ndak pernah belanja barang impor, sayur dari Bogor, daging dari Jawa Timur, susu dari Bandung, beras dari Karawang." Begini bambang, saya kasih tahu yak, BBM kita itu sebagian masih impor dan bahan baku industri kita masih impor. Kebutuhan sekunder kita apa lagi, sebagian besar masih impor. Semuanya pakai Dolar.
Perlahan harga-harga akan naik ketika uang cadangan negara sudah mulai tiris. Subsidi untuk rakyat di sektor sana-sini sudah tidak kuat lagi untuk bersandar. Kalau sudah begitu masih mau bilang "bodo amat?"
Jadi bro, hemat-hematlah uang kita ke belakang ini. Belanja seperlunya. Hindari membeli barang yang tidak penting. Hidupkan pasar tradisional, jajanlah di Kaki Lima atau UMKM lainnya. Sekali-kali jalan ke mal cuci mata, lihat alas kaki bermerek yang harganya setara satu truk beras. Jangan pernah beli, nonton aja di etalase. Jika memang Teri, jangan maksa jadi Baronang.
Sembako jadi jurus andalan politikus di Indonesia karena langsung penuhi kebutuhan rakyat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga cepat raup simpati. Ini juga bangun loyalitas pemilih, meski sering dikritik sebagai bentuk politik transaksional dalam sistem patronase. Walau efektif jangka pendek, banyak yang bilang ini gak selesaikan masalah jangka panjang.
@M_RizkyAgus Haduh kenapa sih argumentasi "bersyukur" dan "nrimo ing pandum" ini terus dinormalisasi? Trus kalo gue dapet gratisan gue ga boleh komentar gitu? Gue kan ga ngomentarin pemberiannya.
Argumentasi kayak gini ini yang bikin orang-orang Indonesia terus ditindas pelan-pelan.
@woffydo@AsianDigest The focus should be on the individual’s actions, not their religion. Every religion teaches kindness and respect. Bringing religion into this discussion only reinforces unnecessary stereotypes. What truly matters is condemning harassment and ensuring justice for the victims.