Gak muluk-muluk, tahun ini goalsnya cukup sederhana, minimal bisa menyelesaikn 1-2 buku dalam sebulan (diusahakan 1 fikisi-1 non fiksi).
so, here’s My 2026 Reading’s Recap 📝
📎 January 📚
ada temenku gajinya 2jt dan cuma bisa dipake buat makan sama ngekos. trus dia cerita, “aku mending dapet uang 2jt daripada nganggur, karna kalo nganggur aku beneran gak makan”
kasian… padahal dia bisa dapet yg lebih baik dari itu, tapi yg di pikiran gapapa mau digaji berapapun asal bisa makan. dan ketidakberdayaan ini dimanfaatkan oleh kaum kapitalis biar bisa ngasih gaji di bawah umr
Sebenernya belum mulai dibaca sih, baru aja nyampe tadi sore, tapi yg jelas begitu kelar buku yg dibaca skrng, ini bakal jadi asupan bacaan bulan juli kali ini 😅✌️
Berhasil melewati malam minggu dengan tetap duduk tenang sambil baca buku di pojokan kedai kopi kabupaten, di tengah-tengah gerombolan org2 yg sibuk bermain domino.
current read, that is almost done.
hari ke-12 membaca dari dalam kubur, sejauh ini sdh berhasil melahap sampai 350an hlmn, skrng sy mengerti knp buku ini termasuk mahakarya yg layak jadi asupan bacaanku,tdk sia-sia sy bersabar menunggu terbit ulang. @marjinkiri@SoeTjenMarching
Kok bisa ya ada org yg merasa berhak utk memaksakan prinsip hidupnya harus dijalankan juga oleh org lain?
Pdhl ga nyasih nyawa, ga ngasih udara, ga menghidupi, ga nyekolahin, bener2 ga ada saham samsek utk setidaknya boleh merasa berhak mengatur.
Where that audacity came from?
saamaaa. aku sekarang percaya yang jadi rejekiku gabakal melewatkan aku. kalo sesuatu itu kelewat yaudah belum rejeki dan aku juga masih sangat amat percaya sama Allah kalo aku bakalan sukses😭 (insyaAllah semoga dunia akhirat dah buah dari kesabaran ini)
Dulu waktu masih kecil nggak ngerti kenapa perbedaan pandangan politik bisa bikin orang berkelahi sampe memutus tali silaturahmi kek ‘why 🥺’
SEKARAAAAANGGGGGG… GUE AKAN BERKELAHI SAMA LOE LOE SEMUA YANG TOLOL DAN AKAN GUE PUTUSIN TALI SILATURAHMI KITAAAAAAA
untuk setiap tulang punggung yang bangun pagi dengan lelah yang tak terlihat, yang bertahan meski hampir runtuh—semoga semua usaha dan doa yang kami panjatkan dalam diam segera berbuah manis. we’re too precious to be stuck in this endless fatigue.
Hyper consumerism di Indonesia itu juga karena... Marketing sejak lama udah perlahan2 merambah semua sisi2 di hidup, bahkan di hal2 yang tak terlihat sekalipun
Ini terutama di tiktok / shortform content: Orang ngiklanin produk di mana2; Tak ada kejelasan apakah suatu konten itu iklan atau nggak. Endorsement disamarkan sebagai review; Bahkan vlog soal kehidupan saja ada product placementnya. Reply2 post viral dipenuhi iklan. Semua isinya iklan
Departemen marketing berusaha keras menormalkan "membeli" dan "mempunyai", sampai2 orang merasa normal untuk beli2 di kondisi apapun. Liburan? "Harus" baju baru. Harus punya HP ini. Foto harus "bagus"; Semuanya harus "ditunjukkan"
@madfieId semntara masih baca dari dalam kubur dari kemaren bawaanya mau marah2 (apalagi pas nyampe di part sundal -araminta- dari penjara ke penjara) skrng kayaknya sy harus melakukan hal yg sama utk semntara. 🥴🤯
sebaiknya segala hal yang menyangkut preferensi pribadi seperti penyanyi underated, film favorite, manga-manga kesukaan, guilty pleasure kind of thing, love language, author you should read, & segala tips & trick how to menjalani hidup harus disembunyikan seperti menyembunyikan aib sendiri.