Mereka tembok kebenaran yg masih bertahan. Indonesia bangga punya generasi hebat spt ini. Merekalah penyelamat negeri ini dari virus kapalsuan dan kebohongan.
Yang kemarin sibuk bikin video framing negatif dan fitnah personal ke Pak JK, coba baca ini. Ketimbang sibuk adu domba, lihat bagaimana sejarah mencatat kontribusi nyata beliau untuk kedamaian Aceh hingga Ambon. Fakta sejarah gak bisa didelete pakai hoaks.
https://t.co/ecpmSbmt5v
kalian boleh ndak suka sama orang ini, tapi coba lihat buku yang dibacanya 6 tahun lalu.
"how democracies die" ๐
ditulis oleh ilmuwan politik harvard, steven levitsky & daniel ziblatt [2018].
buku ini membahas fenomena munculnya sejumlah pemimpin otoriter yang justru lahir dari pemilu [bukan kudeta], dan ditandai oleh 4 gejala:
1. memainkan aturan
2. delegitimasi lawan politik & menempatkannya sbg musuh negara
3. menggunakan kekerasan & intimidasi
4. membatasi kebebasan sipil & pers
ketika empat indikator ini terpenuhi, maka semua alat dan lembaga demokrasi sudah tidak akan demokratis lagi.
pemilu tetap ada tapi hanya sebagai seremoni, warga yg mengritik dipersekusi dan dijerat masalah hukum, "koran-koran" masih terbit tapi menyensor diri...
dan inilah yg sedang terjadi hari ini. :)