⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️
WAY KAMBAS KEMBALI TERBAKAR 🔥🔥🔥
Belum genap 2 hari padam, hari ini Way Kambas kembali terbakar!
Setelah kemaren sekitar 673 hektar terbakar, hari ini ditemukan lagi sekitar 100 hektar di kawasan sekitar Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.
Beruntung yang kali ini deket dengan aliran sungai dan jauh dari Zona Gajah! 🥹🙏✨️
Yang terdekat masih sekitar 25km dari titik api.
Semoga lekas padam 🥹🙏
#PrayForIndonesia
SC:
Ig official way kambas
halo teman-teman, apakah aku boleh minta doa dari kalian… tolong doakan kami semoga cepat turun hujan di tempat yang masih belum padam apinya, polusi udaranya udah semakin tinggi. kemaren Air PDAM juga mati sampai hari ini di Banjarmasin.
terima kasih banyak yaa! 🥺🤍
🚨 URGENT! KARHUTLA DI KAPUAS KALIMANTAN TENGAH MEREMBET HINGGA KE SEKOLAHAN! 🚨
Sabtu, 22 Agustus 2026
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Kobaran api yang semula membakar lahan kosong kini dilaporkan telah menjalar hingga ke area SD Negeri 1 Bunga Mawar, Jalan Pemuda KM 13.
Dalam rekaman video warga di lokasi terdengar jeritan panik:
Menjalar sekolahan SD nah, dari lahan ke sekolahan SD.
📍 Bencana Makin Meluas ke Fasilitas Pendidikan
Penyebaran api yang merembet ke bangunan sekolah membuktikan bahwa Karhutla sudah berada di tahap sangat berbahaya dan langsung mengancam fasilitas publik serta pemukiman warga.
📍 Desakan Bantuan Armada Pemadam
Dibutuhkan pergerakan cepat dan pengerahan armada pemadam gabungan (BPBD, Manggala Agni, Damkar, dan relawan) ke lokasi Jalan Pemuda KM 13 Kapuas untuk melokalisir api sebelum membumihanguskan seluruh bangunan sekolah.
📍 Keselamatan & Kesehatan Warga
Semoga seluruh siswa, tenaga pengajar, dan warga di sekitar lokasi berada dalam kondisi selamat. Warga diimbau untuk mewaspadai tiupan angin yang dapat mengarahkan lidah api dan asap pekat ke area pemukiman.
Mari kita doakan agar api bisa segera dipadamkan total dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini! 🙏🔥
Buat yg gak kelihatan tulisannya karna keterbatasan ukuran file, ini aku udah ganti lebih tebal buat fokus ke penjelasannya ya. Semoga bisa terbaca dan jangan lupa bantu sebar luaskan berita ini🚨‼️
https://t.co/VK7cMzfCVC -star
@Ruscsell betul, kalo dibakar pun ada jarak tertentu dan pasti dijaga sampe mati apinya. warga dayak tau dari dulu tanah mereka itu gambut, ya cepat terbakar.
Kalau kalian ngeliat buzzers atau netizen asal nyalahin orang Dayak atas kebakaran hutan di Kalimantan, please jangan langsung kemakan narasi itu ya. It’s true kalau beberapa suku Dayak punya tradisi berladang gilir balik atau slash-and-burn, tapi menyamakan ritual adat ini dengan deforestasi skala masif itu sama sekali gak akurat dan salah besar. Sedikit insight, masyarakat adat Dayak punya sistem dan aturan ketat setiap kali mau buka lahan. Gua bisa ngomong gini karena gua tumbuh dan ngeliat langsung pengalaman Nenek dan Kakek gua sendiri yang hidup melestarikan tradisi ini. Mereka gak asal main lempar api. Apalagi pas musim kemarau ekstrem, kebanyakan justru milih buat bersihin lahan secara manual lewat gotong royong biar gak berisiko. Kalaupun harus membakar, ada teknik khusus seperti bikin sekat bakar supaya apinya cuma terpusat di satu titik dan gampang dikendalikan. Jadi, prosesnya sangat terukur dan gak bakal menjalar ke mana-mana. Tradisi berladang itu cara mereka bertahan hidup secara mandiri. Lagipula secara kapasitas, mereka gak akan sanggup ngebakar lahan dalam skala besar. Logika sederhana aja deh, kalau emang tradisi Dayak ini sifatnya merusak dan bikin kebakaran hebat, harusnya hutan Kalimantan udah habis dari ratusan tahun lalu, bukan baru parah dalam beberapa dekade terakhir pas industri skala besar masuk.