Lamine Yamal tüm İsrail’de protesto ediliyor, formaları yırtılıyor.
O halde biz de Yamal’a çok büyük destek verelim!
Yamal’ı sevenler bu tweeti beğensin ve paylaşsın 🇵🇸
Just think about these things for a moment. Was everything really normal?
1. Messi's family did not come to the stadium.
2. Argentina's President was expected to attend but never showed up.
3. Diego Simeone was seen in the stands during almost every Argentina match, yet he was absent from the final.
4. Lautaro Martínez was not even shown on screen for a single minute, let alone given any playing time.
5. Enzo received two yellow cards and was sent off
6. Lisandro Martínez's injury. He is the kind of player who has continued playing even while bleeding in ordinary matches, yet in a World Cup final he got injured without any apparent contact from an opponent.
7. Cristian Romero's injury.
8. Scaloni's strange substitutions.
9. Argentina failed to register a single shot on target in the first 90 minutes. Even after 120 minutes, they managed only two shots on target.
10. Spain completed nearly 800 passes, while Argentina completed fewer than 300. It is difficult to believe.
11. Argentina kept losing possession. Even when they managed to win the ball back, they often gave it straight back to Spain with their very next action. Time after time, they would bring the ball out from their own penalty area, reach midfield, and then immediately surrender possession.
12. Cristian Romero did not shake hands with Trump.
13. As of now, Messi, Julián Álvarez, De Paul, Lautaro Martínez, Enzo Fernández, and Lisandro Martínez have still not returned to Argentina.
14. Finally, Messi was not awarded the Golden Ball. By what statistical measure did Rodri deserve it over Messi?
All things considered, I have to say something happened here, just like what happened in the era of Maradona in 1990.
The Brazilian FIFA president back then simply snatched the World Cup away from Maradona. Maradona cried and said that Havelange (the then FIFA president) had taken the World Cup away from him.
Today, Infantino has perhaps done the exact same thing. Since false narratives like 'Messi, FIFA boy, rigged' were spreading throughout the entire World Cup, maybe they did this so that FIFA's image wouldn't be tarnished and the billion dollar business across Europe wouldn't be ruined.
I don't know what the truth is here, but sooner or later it will come to light. Until then, we wait....
And Ronaldo fans, listen
You guys spread anti-Messi agenda throughout the tournament. We will never forget you guys. Shame on you Loser FC.
✅ RESMI : FIFA mengumumkan akan menyelidiki insiden bentrokan antara pemain Argentina dan Spanyol setelah pertandingan final Piala Dunia 2026.
• Nahuel Molina tampak memukul perut Rodri yang sedang berlari merayakan kemenangan.
• Leandro Paredes diduga mencekik Spanyol Eric Garcia dan melempar Gavi ke tanah.
• Paredes juga terlibat konfrontasi lebih lanjut dengan pemain Spanyol lain.
• Asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala juga tampak meninju Dani Olmo.
FIFA menyatakan bahwa setelah meninjau laporan pertandingan, sesuai Pasal 36 Kode Disiplin FIFA, mereka telah menunjuk Disciplinary and Ethics Prosecutor untuk menyelidiki potensi pelanggaran.
Ini bukan cerita yang gua karang. Ini bukan urban legend yang udah dilebih-lebihin puluhan tahun. Ini kesaksian langsung dari satu-satunya orang yang turun hidup-hidup dari Gunung Slamet di Januari 1985 setelah 14 hari tersesat bersama dua sahabatnya. Namanya Alex Puji Winarto. Dia baru berani cerita ke publik lewat Facebook-nya di 2015 karena selama tiga puluh tahun sebelumnya dia diminta polisi untuk merahasiakan satu hal.
Satu hal yang setelah lu tau akan bikin lu mikir ulang soal apa sebenernya yang nunggu di hutan-hutan tertua di Gunung Slamet yang belum pernah disentuh manusia. Hutan sebelah kiri jalur Bambangan yang sampai sekarang masih dianggap “rawuh” oleh warga sekitar.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #horor
• 🟢 Hijau: Orang tersebut tidak menyimpan nomor kamu di kontaknya
• 🔵 Biru: Orang tersebut pernah memblokir kamu sebelumnya
• 🔴 Merah: Muncul untuk orang yang kamu jarang banget chat dengannya
• 🟢 Hijau muda: Orang yang dulu sering chat tapi sekarang komunikasinya berkurang
Siapa yang baru tau perbedaan contact whatsapp?
Puncak komedi adalah ketika tetangga sebelah tiba-tiba nanya, "Mbak, Wi-Fi rumah Mbak rusak ya?
Kok tempat saya gak ada sinyalnya sama sekali?"
Aku cuma jawab sambil masang muka polos,
"Eh iya bu? Enggak kok, ini saya pakai lancar.
Mungkin hp ibunya yang lagi error."
Padahal aslinya?
Semalam aku udah habis kesabaran karena internet lemot pas lagi dikejar deadline.
Akhirnya aku masuk ke pengaturan router, terus Mac Address semua perangkat rumah dia aku block diam-diam.
Sinyalnya ada, tapi statusnya '
Connected, no internet' selamanya. Rasanya plong banget tapi deg-degan juga kalau dia tau.
cc:threaddswahabb
Guys, hari ini IHSG jatuh 3,08% ke level 6.396 hanya dalam satu sesi perdagangan.
Dan penyebabnya bukan karena perang.
Bukan karena krisis global.
Bukan karena berita buruk dari Amerika atau China.
Penyebabnya adalah satu rumor.
Satu kabar yang belum dikonfirmasi resmi.
Satu isu yang seliweran di antara pelaku pasar.
Dan itu saja sudah cukup untuk menghancurkan triliunan nilai saham dalam hitungan jam.
Apa isu yang beredar:
Pemerintah sedang menggodok aturan ekspor komoditas satu pintu melalui satu badan khusus bentukan negara.
Batu bara,
minyak kelapa sawit,
mineral logam semua eksportir kemungkinan diwajibkan menjual produk mereka kepada entitas baru ini dulu.
Baru entitas itu yang menangani ekspor ke luar negeri.
Belum dikonfirmasi.
Belum ada aturan resmi.
Masih rumor.
Tapi market langsung bereaksi dengan sangat keras.
Dan ini hasilnya dalam satu sesi:
BUMI — saham batu bara Bakrie jeblok 9,22%. Dalam setengah hari.
AMMN — Amman Mineral jeblok 10,14%. Salah satu saham tambang terbesar Indonesia.
AADI — Adaro Andalan jeblok 9,78%.
Total nilai transaksi yang didominasi tekanan jual dalam satu sesi: Rp12,9 triliun.
Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Market tidak bereaksi terhadap aturannya.
Market bereaksi terhadap kemungkinan aturannya ada.
Terhadap sinyal bahwa pemerintah sedang berpikir ke arah sana.
Itu artinya kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan di Indonesia sudah sedemikian rapuhnya sehingga rumor saja sudah cukup untuk memicu kepanikan jual sebesar ini.
Ini bukan pasar yang sehat.
Pasar yang sehat tidak ambruk 3% karena rumor yang belum dikonfirmasi.
Dan ini sambungkan dengan semua yang sudah terjadi sebelumnya:
BYD buka pabrik insentif pajak dihilangkan mendadak.
Komisi ojek online dipaksa turun dari 20% ke 8% tanpa kajian matang.
Royalti tambang dinaikkan tiba-tiba.
Bunga Mekaar diperintahkan turun dari 24% ke di bawah 9% dengan satu instruksi tanpa roadmap yang jelas.
Setiap kali ada kebijakan baru tidak ada yang tahu apakah itu final atau akan berubah lagi besok.
Tidak ada kepastian.
Tidak ada predictability.
Investor asing yang sudah gue ceritakan sebelumnya Swiss, Prancis, UEA semuanya kabur karena alasan yang sama: tidak ada kepastian hukum dan regulasi.
Dan hari ini bahkan rumor tentang kemungkinan aturan baru sudah cukup untuk menghapus Rp12,9 triliun nilai pasar dalam setengah hari perdagangan.
Dan ini yang paling ironis:
Prabowo hari ini bilang "kalau tidak beres copot sederhana."
Gubernur BI Perry bilang "rupiah stabil volatilitasnya 5,4%."
Purbaya bilang "fundamental kita kuat."
Sementara IHSG jatuh 3% karena satu rumor kebijakan yang belum pasti ada.
Kalau fundamental memang kuat mengapa satu rumor saja cukup untuk menghancurkan kepercayaan pasar sebesar ini?
Karena fundamental yang kuat tidak ambruk karena rumor.
Yang ambruk karena rumor adalah sistem yang sudah kehilangan kepercayaan investor sejak lama dan hanya menunggu satu trigger untuk jatuh.
IHSG hari ini bukan sekadar angka.
IHSG hari ini adalah cermin dari berapa besar kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah Indonesia.
Dan cermin itu menunjukkan gambar yang sangat jelas:
kepercayaan itu sudah sangat tipis.
Begitu tipisnya sehingga satu rumor yang belum dikonfirmasi tentang kemungkinan aturan ekspor satu pintu sudah cukup untuk memicu kepanikan Rp12,9 triliun dalam setengah hari.
Sementara presiden berdiri di podium bilang ekonomi kita kuat.
Sementara Menteri Keuangan bilang pertumbuhan kita membanggakan.
Sementara Gubernur BI mengganti definisi stabilitas agar kondisi yang buruk bisa disebut baik.
Market tidak mendengarkan pidato.
Market membaca sinyal.
Dan sinyal hari ini sangat jelas:
yang perlu dicemaskan bukan hanya rumornya tapi betapa mudahnya pasar Indonesia ambruk ketika ada rumor apapun yang muncul.
Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi.
jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini
apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah?
Yang paling terasa adalah dapur kita
kenapa begitu ??
Gandum seluruhnya impor.
Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti.
Mie instan.
Biskuit.
Kue.
Mi ayam gerobak di depan rumah lo.
Kedelai mayoritas impor.
Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik.
Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah.
Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor.
Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik.
Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar.
Gula mayoritas masih impor.
Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia.
Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000.
Untuk pekerja bergaji UMR.
UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta.
Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji.
Tidak ada notifikasi.
Tidak ada pengumuman.
Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit.
Simulasinya begini.
Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa.
Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan.
Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali.
Inflasi bisa terjadi kapan saja.
Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya.
Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan.
Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah.
Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang.
Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua.
Yang kedua pelaku UMKM kecil.
Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali.
Ambil contoh penjual gorengan.
Minyak goreng naik.
Tepung terigu naik.
Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara.
Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus.
Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun.
Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi.
Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil
Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit.
Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia.
UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah.
Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs.
Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik.
Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran.
Yang ketiga buruh pabrik.
Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus.
Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas.
Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK.
Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi.
Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja.
Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China.
Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan.
Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik.
Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit.
Yang keempat petani kecil.
Paradoks paling menyedihkan ada di sini.
Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar.
Seharusnya petani untung.
Tapi yang terjadi di lapangan berbeda.
Pupuk naik.
Biaya angkut naik.
Bensin untuk pompa air naik.
Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik.
Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen.
Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional.
Marginnya semakin tipis.
Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit.
Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar.
Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor.
Smartphone yang baru.
Laptop.
Komputer.
Peralatan rumah tangga.
Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah.
Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta.
Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta.
Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara.
Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya.
Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik.
Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak.
Subsidi yang sudah jebol 266 persen
dari target di Q1 2026 akan semakin jebol.
Defisit APBN semakin lebar.
Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi.
Lingkaran itu berputar ke bawah.
Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri.
Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off.
Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi.
Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik.
Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua.
Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat.
Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak.
Itu adalah harga beras yang lebih mahal.
Tahu tempe yang lebih mahal.
Ongkos produksi UMKM yang lebih berat.
PHK di pabrik yang lebih banyak.
Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama.
Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.
no roid, no pre-workout & BCAA, no whey protein.
1. water + creatine after wake up
2. zinc + vit C + vit D3 after breakfast/lunch
3. vit B complex + black coffee (no sugar) before workout
4. magnesium after dinner or 1-2 hours before night sleep.
save this and thank me later!