Setiap 21 April lo dandan kebaya, foto-foto, caption "Selamat Hari Kartini."
Tapi lo pernah nggak nanya: kenapa bukan 4 Desember?
Kenapa bukan Hari Dewi Sartika?
Jawabannya bukan soal siapa yang lebih berjasa. Jawabannya soal siapa yang lebih berguna buat penjajah
Bacalah sampai habis.
Angela Yu adalah seorang pengembang (developer) dan instruktur coding yang sangat terkenal di Udemy. Kelakar di kalangan developer, dia melahirkan lebih banyak programer dibandingkan seluruh universitas di dunia.
Dulu dia adalah dokter medis dan trainee bedah di NHS (National Health Service) Inggris. Kemudian beralih karir menjadi developer dan founder/CTO dari The App Brewery (bootcamp programming di London).
Sudah mengajar lebih dari 3 juta siswa di seluruh dunia melalui kursus-kursusnya di Udemy. Kursusnya sering mendapat rating sangat tinggi (banyak yang 4.7–4.8).
Kursus paling populer yang dia ajarkan
The Complete 202X Web Development Bootcamp (HTML, CSS, JavaScript, Node.js, MongoDB, dll.)
100 Days of Code: The Complete Python Pro Bootcamp
iOS & Swift App Development Bootcam
Kursus Flutter, React, AI, dan lain-lain.
Gaya mengajarnya sangat ramah, jelas, step-by-step, dan cocok untuk pemula. Banyak orang bilang kursusnya “best seller” dan “legend” di Udemy.
Kalau kamu lagi belajar programming (web dev, Python, iOS, dll.), hampir pasti namanya muncul sebagai rekomendasi terbaik.
#infotechbro
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Dewi, ibu korban peluru nyasar TNI AL di Gresik disuruh buat video permintaan maaf yg harus ditake di batalion & hapus postingan di medsos krn mencoreng nama baik TNI
ortu dari korban lainny udah buat video permintaan maaf kepada TNI AL
namun Dewi milih untuk memperjuangkan keadilan buat anaknya. "Anak saya cacat dan ini ditanggung seumur hidup," kata Dewi
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Bagus Muljadi, profesor termuda Indonesia yang kini mengajar di University of Nottingham, menyentil satu hal penting:
pendidikan kita mahal, tapi arahnya murahan.
Di luar negeri, kampus meringankan biaya dan memamerkan alumni sukses sebagai pertanggungjawaban moral.
Di Indonesia, mahasiswa bayar mahal dulu. Soal masa depan, silakan cari sendiri.
Nenek Penolak Tamb4ng lleg4l di lahannya sendiri Dih4jar dan Dibuang, Dikira Tew4s.
Peristiwa memilukan terjadi di Rao, Pasaman Timur. Seorang nenek Saudah (67), menjadi korban pengani4yaan brut4l setelah menolak aktivitas tamb4ng emas ileg4l di lahan miliknya sendiri.
Kamis malam, 1 Januari 2026, Nenek Saudah mendatangi para penambang dan meminta mereka menghentikan penggalian. Aktivitas sempat berhenti. Namun usai Magrib, para penambang kembali masuk ke lahannya.
Tak terima haknya dilanggar, sang nenek nekat berjalan sendirian menuju lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, hanya berbekal senter. Di tengah jalan, ia dilemp4ri batu, lalu dipukvli hingga tak berdaya.
Dalam kondisi setengah s4d4r,korban sempat mendengar dirinya disebut "sudah meninggal". Tubuhnya kemudian dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00 WIB.
Sekitar pukul 01.00 WIB, keajaiban terjadi. Nenek Saudah tersadar dan berusaha pulang dengan tubuh tertatih. Namun setiba di depan rumah, ia kembali pings4n
The delivery ceremony of the MPCS (Multipurpose Combat Ship) KRI PRABU SILIWANGI-321 vessel to the Indonesian Navy was held today at our Muggiano shipyard. To underscore the strong defense collaboration between the two nations, the ceremony was attended by the Chief of the Indonesian Navy, Admiral Muhammad Ali, the Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Republic of Indonesia to the Republic of Italy, H.E. Prof. DR. Junimart Girsang, our CEO, Pierroberto Folgiero, our General Manager of the Naval Vessels Division, Eugenio Santagata and the Chief of the Italian Navy, Admiral Giuseppe Berutti Bergotto.
With an overall length of 143 meters, this highly versatile class of ship, designed to perform a wide range of missions, including frontline combat operations, maritime patrol, rescue, and civil protection activities, represent a strategic element for the stability of the Asian region and the protection of Indonesian national interests.
The delivery of this unit – which follows that of its sister, KRI BRAWIJAYA-320, delivered last July, completing the supply of the two vessels built by our Group that will form the Indonesian Navy's largest combat units, as well as the most technologically advanced units in the Indo-Pacific - further consolidates our partnership with the Indonesian Ministry of Defense confirming our commitment to a safer future and safer seas.