baru saja diingatkan bahwa Allah mendepak orang-orang yang tidak layak berada di dalam hidup kita karena Allah maha mendengar percakapan yang tidak kita dengar, maha melihat tindakan yang tidak kita lihat, dan maha mengetahui rencana-rencana yang tidak kita ketahui.
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Yang paling ngena dari podcast mereka adalah:
1. Kerja keras dg rezeki ga selalu berkaitan
2. Klo berkaitan, yg paling kerja keras harusnya paling sejahtera dong?
3. Rezeki itu pemberian Allah. Tugas kita hanya berusaha, perkara Allah ngasih/gak, di luar kontrol kita
4. Kita bekerja utk bersyukur terhadap kemampuan kita (menggunakan potensi yg dikasih Allah utk kita)
Lama kali aku merenung maksud empat poin tsb sampai akhirnya aku jd terpuaskan.
Selama ini kita stres krn merasa udah bekerja keras segitunya, tp tetep aja gagal. Tetep aja belum sukses, tetep aja kecewa.
Jangan2 selama ini krn berekspektasi klo udh berusaha sekeras mungkin, hasilnya pasti indah. Padahal belum tentu.
Klo Allah belum mau ngasih, atau emg belum waktunya, kita bisa apa?
Kerjakan apa yg ada di genggaman saat ini, serahkan hasilnya pada Allah, apa pun hasilnya yakini itu takdir baik dari-Nya utk kita.
Memahami ini bikin aku jd jauh lebih tentram & tenang.
“Why are you crying? It's just Going Seventeen?”
Yes, but the narrator said,
“Seventeen must now return to the place where they belong. Though we don’t know yet how difficult that path will be, if they cherish one another and enjoy every moment as they showed us today, I think I’ll be able to let them go without worry while waiting for the day to meet them again the following year.”
minghao 🥺🥺🥺
🎱 i really wanted to buy a pair of these boots but i didn’t have the money back then so it became one of my dreams to own a pair of timberland yellow boots. i remember the first time i wore it, i was wearing a member's pair. at that time we were trainees and we would share shoes in the dorm.
and now he's giving so many pairs and becoming timberland's apac ambassador 🥺🤎🥹🤎
good people really attract good people.. seventeen's success is not just about numbers, yes thats important, but also the impact on people. they're always loved and adored by the people they work with because they also give the same amount of love and gratitude towards them 🥺🤍
10 tahun karir; loved by seniors, respected by juniors, respect to seniors and took care the juniors, appreciate their staffs and crew dan yang paling penting adalah MASIH SESERU INI
Jadi kemaren gue lagi down dan pengen di kamar sendirian aja seharian, dan yang bikin hidup ringan tuh sesimpel housemate tiba-tiba ngechat “Gue order grabfood sekalian buat lo ya” 🥹 dan ini bukan soal makanannya, tapi knowing that someone is there for you nya itu…