Bukan berarti ramah tidak baik, karena itu adalah alat yg membuat kita dpt bekerja sama kendati kita saling tdk suka satu sama lain.
Tp kebaikan ada di level tertentu di mana anda benar2 harus tidak berekspektasi balasan kebaikan sama sekali dr orang yg anda tolong.
Seperti melekat dlm budaya kita, keramahan adalah hal yg sangat fundamental utk bersosial. Keramahan seperti sopan santun, tata kramat, atau sejenisnya, merupakan perilaku yg lebih sering berisi white lies.
Dan keramahan sangat membuat kita nyaman dalam bersosial. Tetapi...
Tapi menjadi baik, adalah hal lain yg membutuhkan keberanian dan terkadang mental kuat.
Karena ketika kita memberitahukan kotoran di wajahnya, kita sudah siap dengan segala konsekuensi bahwa dia akan marah ke kita, pembicaraan canggung, dll.
Jika kau katakan kebenaran dan mereka marah, maka kau berhadapan dengan orang lemah.
Jika kau katakan kebohongan dan mereka marah, maka kau berhadapan dengan orang kuat.
Mereka hidup di dunia yang volatile (gak pasti). Janji sering diingkari, bahkan oleh ortu yg gak punya duit.
Jadi keputusan paling Rasional buat mereka adalah, makan marshmallownya SEKARANG sebelum ilang.
Ada tes di mana anak diminta utk menahan diri gak makan marshmallow dalam waktu tertentu (gratifikasi tertunda), yakni Marshmallow Test. Katanya kalau dia bisa menahan, probabilitas di masa depan akan lebih sukses.
Tp ternyata Profesor Jiang bilang kalau itu salah. Kok bisa?
Kenyataannya, anak orang kaya bisa nahan diri bukan karena "hebat", tapi karena trust dengan stabilitas kepastian. Mereka percaya kalau dijanjikan menunggu, maka mereka benar2 dapat hal yg mereka ingjnkan.
Sedangkan anak orang miskin?
Di anime, kita diajarkan untuk menghadapinya kenyataan sepahit apapun keadaannya. Memang konyol, tapi berapa anak yg diterapi oleh anime hingga menjadi sosok tangguh di kehidupan ini.
Bukan menunggu keajaiban datang, tapi bergerak meraihnya!
Kaget nggk, kalau generasi yg nonton naruto, lebih tahan stres dr pd generasi yg nonton dongeng pengantar tidur?
Di dongeng, kita diajarkan utk duduk manis, jangan ke hutan, atau tunggu pangeran datang.
Di dongeng, kita diberi keajaiban instan (ex. ikan emas, angsa ajaib, pengabul permintaan), mendidik agar menunggu keajaiban.
Di anime, bakat tidak menentukan kesuksesan, hanya disiplin, kerja keras, dan dedikasi yg membawa kesuksesan.
Kenapa memilih legislator itu penting? Krn legislator yg memilih hakim MA.
Kenapa hakim MA penting? Krn merekalah yg punya wewenang memperbaiki sistem hukum pidana kita.
Apa pentingnya sistem pidana bagi kita? Nggk penting! sampai akhirnya korban begal bisa jadi tersangka.
Hal ini karena dalam psikologi kognitif modern, hukuman yg sekadar menyakitkan (demi balas dendam semata) tidak otomatis mengubah skema kognitif pelaku tentang kejahatan.
Justru modifikasi kepribadian dan perilaku agar tak terulang lagi yg kini kita butuhkan
Menurut Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej, paradigma KUHAP & KUHP Baru ini menggeser paradigma lama dari sistem hukum pidana kita yang bersifat lex talionis. Apa itu?
Singkatnya lex talionis adalah hukum pembalasan setimpal, atau yang lebih akrab kita kenal dgn "mata ganti mata".
Namun dewasa ini, lex talionis hanya melihat kejahatan sebagai peristiwa yg lahir di ruang hampa, tanpa mempertimbangkan faktor struktur sosial yg kompleks.
Sehingga lex talionis ini menitik beratkan pada kepuasan pihak korban saja, bukan memperbaiki hubungan sosial masyarakat.