Nasihat Warren Buffett untuk anak-anaknya:
1. Beli rumah cepat, mobil murah saja.
2. Barang jangka panjang, pilih yang mahal dan awet.
3. Jangan kerja dengan keluarga atau teman.
4. Rajin olahraga.
5. Lebih baik buka bisnis sendiri.
6. Kuasai public speaking.
7. Biasakan mandiri dan sendiri.
8. Pilih kerja dengan komisi, bukan gaji tetap.
💚 aduhh pas bgt lewat pas lagi kerja🥰 (iya gaji gua 100k perhari, iya jam kerja gua dari 09.00-17.00, iya sabtu tetap kerja) tanggal merah dihitung libur jadi ga dapat gaji🥰 dan komen di tiktok bilang gaji segitu udah bnyak?? are we f*cked up?
Si kakak hari ini nerima rapor dan ternyata kata usz, si kakak peringkat 28 dari 28 anak 😆 terus reaksi suamiku gini 😊❤️
fyi, kita udah ke psikolog tumbuh kembang anak. Kita mencarikan metode terbaik kakak dalam belajar. Sisanya, kita cuma mau kakak sehat mentalnya, bahagia ❤️
@tanyarlfes girls, perasaan ga nyaman adalah sinyal pertama. kalian harus aware sama itu. jangan sampe karna ngga enak sama cowo jadi tetep diturutin, once you feel uncomfortable, complain to him, if he can't fix it, leave
Setuju, harus seimbang antara barang murah vs. mahal.
Aku kalo sesuatu yg harganya murah vs. mahal sama aja, gak menimbulkan masalah apa2/benefit lain, ya akan lanjut pake yg murah aja.
Misal, celana. Aku gak butuh yg mahal/bermerk, yg penting bahannya enak. Tapi kalo udah beli device elektronik kyk kamera, hp, gak bisa ditawar/dikompromiin.
Harus yang “mahal” dalam arti yg bagus, berkualitas sekalian.
Atau kalau travelling, aku gak masalah makanan gak terlalu fancy, hotel yg low budget yg penting nyaman dan bersih. Tp kalo gear2 lain (kaya koper, sepatu, ransel), gabisa dikompromiin. Mending yg mahal sekalian biar awet sampe lama.
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
@wheresurlicense Ksihan ih🥲aku jg pernah lg, lupa kurang lbih 10 orang aja yg masuk. Padahal dosennya bela²in nerobos hujan, mna udah sepuh rumahnya jg agak jauh😭aku aja yg otw kampus pas msih gerimis kek malas dan brasa berat bgt, dia mlah kena hujan lebat di jln tpi msih nerobos biar on time
@wheresurlicense Baru tau kalo dosen sepuh, mahasiswanya pada males dtng kelas. Karena pas dulu kuliah, justru lebih suka diajar sama dosen2 sepuh, selain ngajarinnya enak, beliau juga punya banyak cerita kehidupan yg menarik waktu dishare. Dosen fav saya kebanyakan ya dosen sepuh.
@wheresurlicense Kalau dosen sudah sepuh itu kesannya semua ilmu sudah merembes masuk ke dalam tubuhnya. Saat serius, saat bercanda dan ngobrol tuh kayanya kita selalu dapat ilmu. Kata2 nya berisi dan menginspirasi.
Aku punya pengalaman persis ky gini, dosennya dosen senior sepuh bgt, matkul Tindak Pidana Narkotika. Rumahnya jauh banget, pas kelas yg dateng cuma 6 org (termasuk aku) tapi beliau semangat pol. Dan beliau alasanku semangat kuliah krn pas maba pernah perkenalan, beliau bilang-
Awal gue di japan, masih junior di jajaran general ledger akuntan yg notabenenya gue udah selesai S2. Ngga lamanya gue jadi leader, terus gue perkenalan. Kek semua karyawan di divisi gue langsung shock.
28 tahun, leader, general ledger, punya master’s degree w/ CPA and N1🥴
foto ketiga tuh lucu bgt jir kayak "is he deadass?" saking ngaconya contoh yang dikasih narasumbernya, tf u said anak ke sekolah naik perahu belum makan jadi lapar butuh mbg, BENERIN dulu akses ke sekolahnya lil bro, gitu aja gak nyampe, baca skala prioritas aja gagal😭
dulu waktu part-time di Malaysia, sehari bisa dapet 70-100 ringgit. yup, 300-450 ribuan. misal dibagi per jam, dapet sekitar 7 ringgit.
tau biaya hidupnya? sekali makan bisa 5 ringgit di kedai mamak. duit part-time sehari bisa dipake 10>> makan 🤣😭
POV tinggal di negara yang upah minimum dokternya €3.000 (60 jt/bulan), subsidi makan, entertain, dan semua lini as studentnya dibuat affordable. Dijamin ga akan mati kelaparan, aku sendiri selalu claim sandwich gratisku setelah pulang dari rumah sakit, free apple/soup dan gratis minum juga.
Kata siapa di luar negeri itu mahal, kitanya yang dibrainwash buat gak merantau jir😭😂. kemarin ada konten WHV kerja sejam di aussie bisa buat beli kebutuhan beberapa hari, di Indonesia mana bisa.
Tok tok, aku cuman mau bilang — alhamdullilah aku lulus bachelor jerman di umur 25 ini, setelah hampir nyerah berkali2🫶🏼🧚🏻♀️
Huhu td ambilnya pun merinding. Gak nyangka bs kelar kuliah yang aku bayar sendiri pakai uang part time mulai dr jd Kellnerin, barista smp working student😭