Happy birthday dear kesayanganku, matahariku, penyemangatku, mas @CHA_NNNNN ..
Sehat selalu ya mas biar aku bisa nontonin terus karya-karyamu yang super ituu. Semoga tahun depan ku bisa nonton konsermu biar wishlist ku terpenuhi.
#VIXX#N#๋น ์ค#์#์ฐจํ์ฐ#HAPPYNDAY
Temen gue, Miguel, resign bulan lalu.
Gaji Rp7,2 juta. Kantor 15 menit dari rumah. Kerjaan sesuai jurusan.
Semua orang bilang dia bodoh.
Terus dia nunjukin satu screenshot chat ke gue.
Gue langsung paham kenapa dia kabur.
Peringatan darurat ๐จ๐จ๐จ๐จ
โBEM Nusantara aksi tolak militerisme โ
Lokasi : Titik 0 Km Jogja
Waktu : Kamis, 30 Juli 2026
Tegakan supremasi Sipil ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Ga bermaksud nakut-nakutin, tapi kalian harus tau fakta-fakta berikut:
1. Gubernur BI mundur
2. Rupiah kembali tembus 18k
3. MBG dan Kopdes terus"an menggerus APBN
4. Minyak dunia menuju 120 dollar per barel
5. Arus keluar modal asing terus berlanjut
6. Pemerintah mengintervensi BI untuk cetak uang guna menutup defisit APBN
7. Ribuan P3K terancam dirumahkan
8. Pemerintah libatkan babinsa untuk kepatuhan pajak masyarakat
9. Outlook peringkat kredit Indonesia diturunkan dari stabil menjadi negatif oleh Moody's Ratings
10. Gelombang PHK masih terus terjadi
11. Mall-mall banyak yang dipagarin
Sekali lagi gue ga bermaksud nakut-nakutin kalian
๐จ UPDATE: Aksi #demo BEM PI hari ini.
KPK menolak mahasiswa. Katanya kalau mau diskusi datangnya harus siang.
With all due respect, mereka ini pelajar, Pak! Kalau siang ya kuliah biar cerdas biar ga jadi KORUPTOR! ๐คก๐
#IndonesiaDaruratKorupsi#IndonesiaGelap
Ada rumor BI akan ditarik ke kabinet, agar langsung dibawah presiden. Independensi BI hilang. Dampaknya fatal bagi rupiah jika ini terjadi.
China dan Vietnam punya Bank Sentral dibawah presiden, tidak independen. Relatif berhasil.
Turki dan Zimbabwe gagal total; bank sentral mrka tidak independen.
Politisi selalu ingin suku bunga rendah, agar ekonomi tumbuh. Tapi bahayanya : nilai mata uang bisa kolaps, dan inflasi naik tajam.
Ekonomi Turki x Zimbabwe relatif hancur krn bank sentral hanya jadi kaki tangan presiden.
Kenapa China x Vietnam berhasil meski bank sentral kurang independen? Sebab mereka punya disiplin ekonomi jangka panjang; dan amat terpadu garis kebijakannya. Mereka juga punya kebijakan industri yg solid, serta orientasi ekspor.
RI maybe akan bernasib sama dengan Turki jika BI tidak independen.
Erdogan pecat gubernur bank sentral berkali2, karena menolak menurukan suku bunga (mirip di Ri). Dampaknya : kepercayaan pasar hancur, dan inflasi Turki naik 70%, dan lira kolaps. Gila kan dampaknya.
RI1 amat bernafsu naikkan pertumbuhan ekonomi RI. Tampaknya beliau kurang sreg dengan kebijakan BI yg terlalu lama pertahankan suku bunga tinggi.
Tapi nafsu ini bisa fatal dampaknya. Jika suku bunga BI dipaksa diturunkan, maka dampaknya :
- rupiah bisa kolaps ke 20 ribu
- inflasi melambung
- modal asing akan lari keluar
- bunga utang RI dalam dollar akan makin berat dibayar krn rupiah hancur
- bunga utang RI jug akan naik tajam karena tidak ada lagi kepercayaan pasar atas masa depan ekonomi RI
RI1 maybe mirip sekali Erdogan. Hanya karena kepentingan politik jangka pendek, kebijakan ekonomi jangka panjang diabaikan. Ujungnya malah ambless.
Apa mitigasinya jika BI benar2 dihapus independensinya?
- adopsi gaya kebijakan bank sentral China yg tetap disiplin jaga nilai mata uang (meski dibawah kuasa Xi Jinping). Artinya bank sentral China tetap rasional krna Xi juga lumayan rasional (krn didampingi teknokrat ulung).
Bukan kayak Erdogan yg sok2an atur ekonomi Turki, tapi malah bikin hancur. RI1 mau tiru Erdogan atau Xi?
- perbanyak ekspor agar makin melimpah surplus devisa (amat penting untuk jaga kekuatan fiskal). China amat berhasil dalam hal ini, juga Vietnam.
****
Gaya kebijakan RI1 ini makin susah ditebak, dan berasa makin sentralistik. Inilah yg sebenarnya jadi penyebab utama kenapa rupiah anjlok amat tajam semenjak beliau dilantik.
Temen gue, Tasya, resign minggu lalu dari bank tempat dia jadi teller. Gaji Rp5,8 juta. Cabang deket rumah, jalan kaki 15 menit. Posisi yang dulu dia perjuangin banget pas psikotes berkali-kali gagal di bank lain. Semua orang bilang dia keburu-buru. Terus dia nunjukin satu rekaman suara ke gue. Gue langsung diem pas dengerin.
Isinya rekaman briefing pagi sama kepala cabangnya. "Tasya, kamu tuh saya angkat dari CS ke teller karena kasian, bukan karena kamu emang mampu." Padahal kata Tasya, dia yang paling jarang selisih kas se-cabang, track record-nya paling bersih dari semua teller. Dan itu bukan kali pertama kepala cabangnya ngomong gitu di depan orang lain.
Gue tanya, "Udah berapa lama kayak gitu?" "Hampir 2 tahun." "Lo diem aja?" "Awalnya gue pikir emang gue yang kurang capable. Temen-temen bilang dia emang gitu ke semua orang, biar pada gak lengah." Kalimat "biar pada gak lengah" itu yang bikin gue kesel denger. Karena itu kalimat yang sering dipake buat ngebenerin cara ngomong yang ngerendahin orang di depan umum.
Tasya cerita pola yang dia alamin hampir 2 tahun: Antrian numpuk karena sistem lemot, disalahin ke Tasya di depan nasabah. Tasya lembur closing kas sampe akurat sampe rupiah, besoknya yang dipuji ke kantor pusat "kepemimpinan" kepala cabangnya. Tiap Tasya diminta ngajarin teller baru, tiba-tiba ada omongan dia "sok senior". Satu-satu keliatan biasa. Digabung, itu pola yang sama tiap ada penilaian kinerja bulanan.
Yang paling ngeri bukan omongannya. Tapi efeknya ke Tasya pelan-pelan. Dari yang pede ngitung transaksi gede, jadi dobel-tiga kali ngecek takut salah walau udah bener. Dari yang tenang ketemu nasabah rewel, jadi gampang gemeteran duluan sebelum shift mulai. Tiga bulan terakhir dia mulai kena maag, padahal makannya teratur. Suaminya yang notice, "Kamu tidur kok gak nyenyak terus tiap malem Minggu?"
Tasya sempet coba semua cara. Ngomong langsung: dijawab "kok gitu doang baper, kamu harus lebih kuat mental kalau mau naik jabatan." Lapor ke HR area: dibilang "kita perlu data konkret, bukan cuma perasaan." Minta pindah cabang: ditolak, katanya "cabang ini lagi butuh kamu." Sistemnya gak lupa. Sistemnya emang lebih gampang nahan Tasya daripada negur kepala cabangnya.
Titik baliknya sepele banget. Tasya lagi beresin folder penilaian kinerja tahunan. Dia baru sadar, 2 tahun jadi teller, nilai kinerjanya selalu "baik", gak pernah "sangat baik" โ padahal track record kas paling bersih se-cabang. Dia itung, ada minimal 8 kali momen dia yang nyelametin cabang dari komplain nasabah, tapi gak pernah nongol di catatan penilaian.
Sebelum resign, Tasya lakuin 3 hal: Pertama, dia simpen semua bukti. Rekaman, catatan kas harian, tanggal kejadian. Biar dia percaya sama kerjaannya sendiri. Kedua, dia mulai belajar sertifikasi keuangan lewat โฆ modal pengalaman teller yang udah dia punya โ biar CV-nya naik level, bukan cuma "pernah jadi teller." Ketiga, dia resign setelah lolos seleksi di tempat baru dan tabungan cukup 5 bulan.
Sekarang, 2 bulan setelah resign, Tasya kerja di posisi yang lebih tinggi di lembaga keuangan lain. Gaji Rp7,3 juta, dan yang paling penting, penilaian kinerjanya jelas, terukur, bukan tergantung mood atasan. Katanya, "Yang paling gue syukurin bukan gajinya doang. Sekarang gue kerja tanpa was-was tiap ada briefing pagi. Itu yang paling berharga." Dia gak nyuruh semua orang resign kayak dia. Dia cuma bilang, jangan tunggu sampe lo ngerasa gak layak buat hal yang sebenernya lo kuasain banget.
Sebelum lo scroll, cek diri lo sendiri: Ada gak atasan yang bikin lo ragu sama kemampuan lo sendiri, padahal hasil kerja lo jelas bagus? Lo sering ngerasa "mungkin emang gue yang kurang" padahal buktinya nunjukin sebaliknya? Kalau iya, itu bukan lo yang kurang percaya diri. Itu sinyal. Jangan buru-buru bilang "ah gue aja yang insecure."
Share ini ke temen lo yang tiap abis dinilai atasannya jadi ragu sama kemampuan sendiri. Kadang yang dia butuhin bukan nasihat. Tapi tau bahwa dia gak sendirian dan gak salah.
cc : anisarahmitaaa