berada ditempat yg tak kamu mau begitu menyesakkan.
tapi kamu tau? bagian menyedihkan bukan kamu tidak bisa keluar, melainkan tidak punya tempat lain.
kenyataannya bahwa ruang menyesakkan itu satusatunya yg bisa menerimamu.
"itu kan udah lama masih aja di bahas terus" BROOO? semua luka pasti akan sembuh tapi tidak dengan bekasnya. jadi tolong di pikir pikir lagi kalau mau berbuat sesuatu yang bakalan nyakitin hati orang lain. life after traumatic itu sakit, sembuhnya ga segampang itu.
bahkan disaat kamu harus berdiri lagi di atas luka yang mati2an kamu kubur, kamu masih harus berjalan diatas tanah berpaku. bodoh, tapi sejenak aku ingin jujur bahwa ini menyakitkan. ini karma atau memang aku yang tidak pernah menyadarinya?
kukira menjadi dewasa menyenangkan, ternyata menjadi dewasa memang penuh dg pengorbanan. pilihannya memang hanya memaafkan atau mati rasa. kadang aku berpikir gimana si rasanya dicintai sebegitunya? apakah pernah ya org yang ku cintai berpikir sama seperti yg ak pikirkan?
hanya ditengah heningnya malam aku bisa merasakan lagi perasaan yang sebenarnya aku rasakan. tanpa dopping tanpa penenang dan tanpa badut badut lucu yg dulu aku miliki. ternyata duniaku begitu sepi. aku hanya sibuk menahan lelah demi melupakan distraksi.
kesepian atau hampa yang sebenernya jadi pemenang ketika kita mengorbankan segalanya? entah memang hidup se sunyi ini atau aku yang terbiasa berlari sedari dulu. entah aku yang tak lagi sama atau aku yang memang sudah tidak ingin tau.