Gua gak ngerti sama mereka yg lg-btq padahal dari dokter banyakan menentang kek dr gia & dr tirta masih aja ngeyelan aneh bgt lu pada kok mau2 aja sih dibodohin sama propaganda barat
kemarin beli es di pinggir jalan sama adek gue. adek gue lagi cerita tentang temennya yang susah cari kerja, terus bilang “gila ekonomi sekarang susah banget.” terus abang esnya nyamber “yah hoax doang itu ekonomi susah, buktinya banyak yang antri iphone 18 pro max” 😅
bagi yg gapernah ke pasar sekarang vs tahun lalu:
gas melon 22-24k (dari 18k)
1kg beras standar 15k-18k (dari 13k)
air galon 19-22k (dari 17k)
gula 1kg 17k (dari 14k)
telor 1btr 2k-2500 (dari 1.500)
minyak 1ltr 20-22k (dari 17k)
Orang2 ini pada gabisa bedain GAYA hidup sama BIAYA hidup. Biaya hidup tuh literally KEBUTUHAN POKOKMU BJIR. Makanan, Pendidikan, Kesehatan, Udara Bersih, Air Bersih, Listrik, dan sebagainya. Kowe kabeh i blegug ta ancene gendeng seh?????
Begini.
Di pikiran netizen X, eat the rich itu untuk menyasar orang-orang superkaya.
Di pikiran akar rumput tidak begitu. Eat the rich ketika sampai di mereka, akan jadi justifikasi merampok toko kelontong bahkan tetangga yang mereka anggap kaya.
Ketimpangan finansial memang selebar itu, tapi jurang pemahaman juga sedalam itu.
Makanya, hati-hati pakai frasa tertentu.
Mau ngelurusin dikit, bpjs ini hasil kerja keras buruh demo nonstop dr 2009-2011, bukan karena sby berbaik hati ngasih bpjs karena kebaikan hati belio ges
Apapun itu, besoknya bisa bagus lagi, bisa jadi lebih indah setelah dirusak.
Coba Memulihkan hutan, butuh waktu berapa puluh tahun?
Emang situ nantinya ngirup oksigen dari beton-beton yang berdiri di Kota?
makannya kalau ada debat capres itu dibaca visi misinya, dicari backgroudnya, ditonton debatnya, digali masa lalunya segimana lu semua pinter gali gosip artis. dikasih tau dari awal ngeyel, sekarang lu pada koar koar minta dirangkul.
Saking bagus dan bisa diandalkannya damkar di Indonesia, sampe instansi seperti polisi pun minta tolong ke damkar buat evakuasi.
Kata gue sih anggaran polisi tuker sama damkar aja😌
dr. Tirta kambek = kelar tuh para buzzer😎
Terjemahan utas ke 3:
Digaji dari pajak aja banyak gaya tingkahnya. Ibaratnya kamu itu banyak gaya sama yang iuran untuk menggajimu
dari dulu jawa barat kayak “dikutuk” punya gubernur yang prioritasnya gak jelas, belum lagi yang sekarang mah terobsesi dengan nyi roro kidul. bandung timur langganan banjir sampai orang tuh susah kerja & sekolah, penerangan jalan minim kayak di jalan soekarno hatta ada aja yang tabrakan, macetnya gak kalah dari jakarta, trotoar sama fasilitas penyeberangannya juga gak banget, gak ramah buat pejalan kaki. belum lagi banjir bandung selatan & perkara sampah teu beres-beres. tapi nu diurus malah ganti nama provinsi, ganti nama tempat-tempat, ganti arsitektur, bikin karnaval, pasang umbul-umbul, dan proyek estetika gak penting lainnya. laloba gaya, kentara mau aura farming di segala sudut buat konten & virtue signalling, kebutuhan dasar warganya mah mana peduli