Aku ingin jadi sesuatu yang kau rasa tanpa harus kau tahu, yang kau temui dalam tenangmu sendiri.
Bukan sebagai suara,
bukan sebagai kehadiran,
hanya sebagai desir lembut yang menjagamu dari jauh.
Menunggu bukan hal yang sulit,
jika kamu yang menjadi tujuannya.
Meski nanti yang terjadi bukan hal yang kuinginkan, meski akhirnya kamu menggenggam tangan yang lain, aku tetap akan bersyukur. Pernah menunggumu, pernah mencintaimu dalam tenang.
Aku masih berdo'a untuk satu hal yang sama. Aku tidak tahu siapa yang akan menemaniku di akhir cerita, tapi sejauh ini, aku masih berharap itu adalah kamu. Bukan karena aku tidak punya pilihan lain, tapi karena pilihanku selalu kembali padamu.