Baca narasi/ tuntutan demo aja Prabowo Gibran nggak mau denger, apalagi baca narasi di tiktok/ thread dok
Prabowo di kritik malah ngatain balik “nyenyenyenye” sudah seplenger ini pemimpin negara ini
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.
Rumusnya namanya STAR. Bukan motivasi atau quote. Ini KERANGKA yang bikin cerita lo masuk ke kepala HRD.
S — Situation: Konteks cerita lo apa?
T — Task: Lo dikasih tanggung jawab apa?
A — Action: Lo lakuin apa secara spesifik?
R — Result: Hasilnya berapa? Ada angkanya?
Tanpa STAR = curhatan. Pake STAR = presentasi diri yang menjual.
Gess, mari persiapan di 20 ribu. Kuat2 kalian yg bisnisnya terpengaruh kurs, tahu tempe kita akan jadi makanan mewah, dan berdoa agar tetap bisa bertahan tanpa merumahkan pegawai.
Dulu, sesadis2nya Soeharto, ngga pernah blg bodo amat di depan rakyat saat mata uang kita melemah. Tapi, presiden kita saat ini agak lain. Itu yg bikin gw gemeteran.
Kalau pemimpinnya sdh bodo amat lalu rakyatnya harus kemana? Satu2nya jalan adalah lari kepada Pemilik Hidup. Mugi Gusti Allah sing ngawal. Aamiin..
cc:threadnarayahanafia
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!
Pemerintah bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tetapi melemahnya nilai tukar rupiah tidak bisa berbohong. Ada yang salah dengan negeri ini, dan yang lebih menyedihkan, para pemimpinnya seakan tidak mau menerima kenyataan