Melihat keblkng (throwback), kita akan trperangah bahwa orng membeli benda fisik dgn berpikir mereka dpt menyimpan nilainya (store value)
melihat kedpn (looking ahead) kita akan trperangah bahwa orng membeli digital real estate/aset digital untuk menambah nilainya (growth value)
@MrOngDedy beli ketenangan pikiran.
misalnya, bayar orang buat beresin hal-hal yang sebenernya gue bisa lakuin sendiri tapi bikin gue burnout.
buat gue sekarang, waktu itu aset, dan gue gak keberatan bayar buat nambah stok waktu luang.
Ada dua tipikal orang
Pertama, bisa kerja tapi gabisa ngomong
Kedua, bisa ngomong tapi gabisa kerja
Prabowo, gabisa ngomong dan gabisa kerja
Bukan orang👏
Mau dapat Perlindungan Hukum di Indonesia? Beli aja Patriot Bond sama Merah Putih Bond.
Infonya sih dijamin dan dilindungi negara dari:
✅ Tuntutan Pidana Umum
✅ Pidana Khusus, termasuk perpajakan
✅ Gugatan Perdata
Hmmm.. 🤔
kalo ngeliat pola anak muda jaman sekarang:
- rajin olahraga (lari, gym, padel, pilates)
- rutin makan makanan rebus dan minum minuman less sugar
- baca buku
- melek investasi
asli curiga Indonesia emas beneran terjadi (karena usaha rakyat sendiri)
GM…
Jumat woles ijo, Sabtu woles ijo, naik 1000 per hari. Hmmm
Rumor tutup bukanya Hormuz selama tidak membuat harga minyak naik ya sedikit berpengaruh. Intinya kan duit, duit itu jujur. Kalau duitnya datang ke Swiss, ya berarti Swiss itu emang sedari awal bukan negara netral. Negara netral adalah propaganda, hoax ajah. Mereka itu semua adalah sekutu AS. Kalau netral ya engga sanksi Rusia.
Postingan Trump yg menolak biaya to, menolak pendanaan 300 milyar dollar, dan berbagai macam bantahan adalah tanda dia ga baca apa yang ditanda-tanganinya atau emang sengaja begitu karena perilakunya dari awal memang tak pernah mau berkomitmen.
Pertemuan Swiss dan pertemuan-pertemuan yang dilakukan hari libur adalah pertemuan yg hasilnya sudah ada tapi jangan sampai market tahu duluan supaya bisa nge-short.
Pembelaan Iran soal Libanon baru beneran saat isreal meninggalkan Libanon juga dari tanah yang disita. Sehingga selama tidak membuat minyak naik, pengaruhnya sedikit.
Emang jiwa kita kalau dibandingkan minyak, ngga sepadan. Mau minyak Timur Tengah, Minyak Venezuela, Minyak Sawit, atau minyak Kutus-Kutus pun lebih berharga mereka
Mengsedih. Tapi hari ini menurut saya Bitcoin….
RSI 46 Chart di subs.
3Jane's credit-based money market is now open to the public!
You can bet an innovative DeFi protocol is choosing a frxUSD PegKeeper pool for liquidity.
Mint USD3 and LP into USD3/frxUSD to earn $JANE: https://t.co/79i1djHRm5
Learn more below👇
Why Globalists Don’t Like Indonesia’s “Indonesia First” Model
Indonesia is quietly building something that makes globalists angry.
“Indonesia First” nationalism with a socialist touch in the economy and socially conservative values.
Under Prabowo, they are pushing hard on processing their own resources — nickel, bauxite, and more.
They focus on food and energy self-sufficiency, big welfare programs like free school meals and housing, and sovereign wealth funds.
Strong government role plus Pancasila ideas.
Pancasila is Indonesia’s official philosophy since independence.
It has five simple principles: belief in one God, just and civilized humanity, national unity, democracy by discussion and agreement, and social justice for everyone.
It mixes religion, tradition, and national unity with care for the people.
It is not communism and not Western liberalism.
That’s why they take the good parts of socialism and capitalism, but always put Indonesians first.
They welcome investment, but only on their own rules.
Not full socialism, not open-border neoliberalism.
The goal is sovereignty, 8% growth, and real national strength.
Why don’t many globalists like it?
• Resource nationalism: Indonesia no longer wants to be just a cheap supplier of raw materials.
They process everything inside the country, keep more profit, and make the rules.
This breaks the old free trade game.
• Sovereignty over supranationalism: Indonesia has always been non-aligned.
Their “free and active” foreign policy started with Sukarno and the 1955 Bandung Conference.
They balance US, China, and others — without joining anti-China groups like QUAD or AUKUS.
They ignore lectures about liberal democracy, climate rules, or open borders.
• Social conservatism + unity: Pancasila comes first.
Traditional values, religious harmony under the majority culture, stability and order — not Western progressive ideas or extreme individualism.
• Populist developmentalism: Big government role in welfare and industry.
They criticize pure free markets.
They choose what works for Indonesia, not what Davos wants.
The military also plays a bigger role in government.
But it is very popular — 2026 polls from both pro and anti-government media show Prabowo’s approval steady at 70-80%.
Ultimately, it is up to Indonesia to choose their own system.
The most important thing is to protect their sovereignty.
No sovereignty means no real democracy, because democracy is a process of self-determination.
They put 280 million Indonesians and their resources first — not as a small part in someone else’s global system.
The globalist game hates strong countries that refuse to lose control of their borders, culture, and economy.
Indonesia shows a big developing nation can follow its own mixed path.
Pancasila developmentalism > globalist convergence.
TVRI beli lisensi Piala Dunia 2026 pakai duit APBN. Lisensi yg dibeli, mencakup siaran TV, streaming dan radio.
Lalu TVRI menjual lagi ke platform lain?
Ini KPK atau Kejaksaan nggak ada niatan meriksa transaksinya? Atau emang boleh begini?
Belajar komunikasi lagi hari ini dari CHOKY SITOHANG, TOP GLOBAL NGOLAH.
Percaya atau nggak, skill ini bisa buat hidup kamu jadi lebih mudah. Ada banyak pelajaran yang bisa kita catat dari 1 video ini aja.
1. 00:01 "Pak Edi yang mana ini? Udah lama ini nggak ketemu kayaknya"
Ini konteksnya kalau kamu masuk ke ruangan, lagi cari seseorang tapi belum tatap muka. Atau kamu tau orang itu, tapi baru via online dan belum pernah ketemu offline.
2. 00:07 Salaman seenggaknya kalau di video durasinya 8 detik sampai 00:15 tapi itu karena dipotong videonya, at least 10 detik. Jadi ketika salaman jangan buru-buru dilepas.
3. 00:09 "Terima kasih kepercayaannya, terima kasih berkatnya buat keluarga kami"
Kalau kita dapat project atau pekerjaan, jangan lupa untuk nyapa yang ngasi project atau pekerjaan itu. Sampaikan terima kasih karena udah percaya.
4. 00:22 "And, this Raynaldo. Good to see you, brother"
Lagi-lagi penting buat riset dulu, mau ketemu siapa, apa jabatan atau posisinya, istri atau anaknya. Orang bakal lebih senang kalau kita tau tentang dia.
5. 00:43 "Apa kabar, sehat? Baik atau bahagia?"
Nah, ini memang kelas PEMAEN. Jawaban "baik" dibawa ke next level jadi "bahagia. Bisa jadi referensi kalau kamu nanya kabar orang lain terutama kalau jumpa di event yang memang harusnya orang happy.
6. 00:47 "Pembina saya ini. Itokku"
Di detik 00:33 juga ada penggunaan "Direktur saya". Harus diakui Indonesia adalah negara timur yang senang menggunakan panggilan honorifik, untuk nunjukkin rasa hormat, status sosial, jabatan, usia, atau hubungan tertentu.
7. 00:58 "Ini auditor yang bicara"
Ini lanjutan dari frame sebelumnya di detik 00:56 kalau Choky dipuji terlihat lebih muda. Nah, kalau di event atau momen tertentu kamu dipuji, terima. Bahkan amplify. Misal dipuji pintar, amplify, "Ah, kalau bapak yang bilang, saya nggak ada keraguan".
Poin mana yang bakal kamu praktekkin? 😅
🚨BAD NEWS BUAT KONTEN KREATOR🚨
Kreator yang udah monetisasi sekarang wajib punya NIB dan masuk kategori usaha resmi.
Dulu bebas santai bikin konten sambil cuan, sekarang bakal dikejar pajak & birokrasi.
Pemerintah baru kasih pengakuan, tapi langsung kasih beban.
Selamat datang di neraka administrasi.🤫
Jika kamu menikah, kamu akan menyesal. Jika kamu tidak menikah, kamu juga akan menyesal. Jika kamu punya anak, kamu akan menyesal; jika tidak, kamu juga akan menyesal. Kierkegaard mengatakan hal ini 200 tahun lalu sebagai berikut:
"Apa pun yang kamu pilih, kamu akan menyesal. Karena masalahnya bukan pada pilihannya, melainkan kamu meromantisasi kehidupan yang tidak kamu jalani. Manusia selalu menganggap jalan yang tidak ditempuh itu menarik dan misterius. Oleh karena itu, masalahnya bukan membuat pilihan yang paling benar. Melainkan memilih dan memutuskan penyesalan mana yang akan kamu jalani."
Keputusanmu apa?
Temen gue, Elsa, jualan es teh di depan sekolah.
Harganya Rp3.000 dari hari pertama sampe tahun ketiga.
Suatu hari dia nelpon gue panik.
"Gue mau naikin harga. Takut sepi."
Gue bilang, "Coba aja dulu."
Seminggu kemudian dia nelpon lagi.
Tapi bukan buat ngeluh.
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
PLN punya model bisnis yg berisiko ada mismatch
-HPP in dollar dan harga bahan baku highly volatile
-tp harga jual dlm rupiah dan dikunci
Pas ada krisis energi dan currency bersamaan, ga kaget bnyk black out
Kemungkinan bukan cuma krn kendala operasional, tp jg finansial👀